Kamis, 30 Desember 2010

Wisata ke Kota Nabi

Judul Buku: Ketika Nabi Saw. di Kota
Penulis: Nizar Abazhah
Penerbit: Zaman
Cetakan: Pertama, 2010
Tebal: 603 Halaman

Muhammad Saw. merupakan sosok terpenting dalam komunitas muslim. Ia bukan hanya seorang penerima dan penyampai wahyu Tuhan kepada manusia, namun juga sosok yang interpretasinya terhadap wahyu tidak mungkin salah.

Sebagai makhluk pilihan Allah, hamba tersuci-Nya, dan orang yang dipercaya menerima wahyu-Nya. Rasulullah merupakan sosok yang ma’shum, dilindungi atas segala kekeliruan. Bahkan Allah memberinya fasilitas keistimewaan berupa syafa’at, untuk menyelamatkan umatnya di akhirat kelak.

Selain itu, sejarah membuktikan bahwa Nabi juga merupakan seorang insinyur yang jenius, pedagang yang brilian, panglima perang yang mumpuni, negarawan yang pandai dan politisi yang handal. Tidak sedikit kebijakan yang diambilnya merupakan cerminan langsung atas perintah Ilahi, namun tidak jarang pula merupakan representasi hasil inisiatif seorang manusia biasa yang lahir atas dasar pertimbangan-pertimbangan teknis rasional semata.

Salah satu maha karyanya adalah proyek mercusuar membentuk komunitas oase Yatsrib yang kemudian berganti nama menjadi Madinah, menjadi sebuah imperium penguasa jazirah Arab bahkan Dunia. Buku ini merupakan jejak rekam Nabi selama sepuluh tahun lebih membangun Madinah.

Rabu, 22 Desember 2010

Mengebor Misteri Lobi Israel

Judul Buku    : Dahsyatnya Lobi Israel
Penulis          : John J. Mearsheimer & Stephen M. Walt
Penerjemah  : Alex Tri Kantjono Widodo
Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan       : Pertama, Juli 2010
Tebal            : xvii + 731


Pasca berakhirnya Perang Dunia Kedua dengan panggung Eropa sebagai latar utama, bau amis darah akibat bara pertempuran saat ini menyengat kuat dari kawasan Timur Tengah. Di wilayah yang banyak melahirkan para Nabi ini, sang Malaikat Maut seperti enggan beringsut, memanen nyawa karena terjangan Tank-tank yang garang, tajamnya peluru atau pesawat-pesawat tempur yang seakan selalu haus darah tak pernah lelah terus berburu mangsa.

Namun tanah Palestina-lah sejatinya yang paling kerap memercikkan darah manusia saat ini. Horor kematian biasa ditebarkan pasukan Israel sehari-hari, sesering televisi nasional menyuguhkan sinetron kepada orang Indonesia. Bagi yang selamat, ibarat film berseri, ancaman kematian setia menanti di sepanjang episode berikutnya. Blokade Israel terhadap rakyat Palestina, menyebabkan ancaman kelaparan yang begitu nyata dan kematian merupakan kepastian yang segera menghampiri, sepasti naiknya harga sembako menjelang Idul Fitri.

Repotnya, sang Polisi Dunia seakan acuh, bahkan cenderung mendukung segala aksi yang dilakukan Israel. Hal ini tentu saja membuat banyak pihak mengernyitkan dahi, Amerika Serikat yang getol dengan isu Hak Asasi Manusia (HAM), seolah impoten menghadapi sepak terjang Israel yang menginjak habis-habisan nilai-nilai HAM.

Rabu, 15 Desember 2010

Sepercik Asa dalam Kepungan Ternoda


Judul Buku: The Forest of Hands and Teeth
Penulis: Carrie Ryan
Penerbit: Kubika
Cetakan: Pertama, 2010
Tebal: 392 Halaman 

Timur dan Barat, nampaknya bukan sekedar merujuk pada perbedaan geografis, demografis, kultur, maupun paradigma berpikir, namun juga berpengaruh dan merembet terhadap pembentukan cerita yang selama ini dianggap wilayah supra rasional.

Betapa tidak? Jika di Timur, cerita mengenai makhluk dari dunia supernatural selama ini dijejali dengan hal-hal yang sifatnya immaterial-spiritual, seperti hantu, dedemit maupun spesimen lainnya yang mampu menembus dinding atau masuk ke dalam botol, tidak bisa dilihat dan disentuh oleh indera sembarang manusia.

Sedangkan pemahaman Barat terhadap kosmologi ini sangat kentara terpengaruh empirisme. Hantu dalam konteks masyarakat Barat pada umumnya muncul dalam wujud fisik dan nyata, mampu disentuh dan dibunuh, seperti vampir, manusia serigala dan zombie. Maka tidak mengherankan jika cerita-cerita bergenre ini dijejali sosok-sosok tersebut yang berperang melawan manusia.

Contoh yang paling sederhana adalah zombie. Dipahami sebagai mayat berjalan, yang telah terinfeksi sejenis virus yang diperoleh dari zombie yang sebelumnya pernah menggigitnya. Dalam kasus zombie, orang yang terkena dianggap telah mati, lalu entitas apa yang membuat sosoknya masih bisa “hidup“ dan berjalan? Entahlah. Di Timur, terutama Indonesia, fenomena orang hilang kesadaran dikenal dengan istilah kesurupan, tetapi itupun sifatnya hanya temporer.  

Sabtu, 04 Desember 2010

Soeharto di Mata Sang Adik



Judul Buku : Memoar Romantika Probosutedjo: Saya dan Mas Harto
Penulis : Alberthiene Endah
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Pertama, Juni 2010
Tebal : 684 Halaman
Harga : Rp. 165.000

Bahwa orang besar memiliki kharisma yang kuat rupanya bukan isapan jempol, terbukti pada sosok mantan presiden RI ke dua, Soeharto. Meski lebih dari tiga tahun pasca kematiannya, namun bayang-bayang kebesaran Jenderal bintang lima tersebut masih melekat erat pada para pengagumnya. Bahkan beberapa waktu lalu, sempat muncul wacana agar mantan penguasa Orde Baru tersebut disematkan gelar kehormatan sebagai Pahlawan Nasional.

Sulit disangkal, bahwa para pemujanya yang masih banyak tersisa hingga kini, kebanyakan merupakan orang-orang yang sangat diuntungkan ketika Soeharto berkuasa, tetapi setidaknya memiliki loyalitas dan tahu berterima kasih, dibanding sebagian besar lain yang sama-sama mereguk manisnya berlindung di balik ketiak kekuasaan Soeharto ketika memerintah, namun menjauh bahkan ikut menghujat, pada masa kejatuhannya.

Diantara yang sedikit itulah sosok Probosutedjo mengemuka, dan buku ini merupakan sebuah pembuktian akan loyalitasnya. Di dalam buku setebal 681 halaman ini, Probo menuturkan banyak hal yang diyakininya sebagai fakta sejarah yang sebagian belum diketahui publik.

Sabtu, 27 November 2010

Angkatan Perang Kelima Amerika

Jawa Pos, 28 November 2010

Judul Buku: Blackwater
Penulis: Jeremy Scahill
Penerbit: Mizan
Cetakan: Pertama,Oktober 2010
Tebal: 701 halaman

Apa yang terbersit di benak Anda ketika mendengan kalimat kontaktor-kontraktor sipil? pekerja-pekerja konstruksi yang bergelantungan di gedung-gedung bertingkat? Tentu tak salah anda beranggapan demikian karena memang itulah yang jamak kita ketahui selama ini.

Tapi, sejatinya, kalimat tersebut juga bisa bermakna jauh dari itu: para pria kekar yang menenteng pistol atau senjata laras panjang, memakai rompi anti peluru dengan mengendarai mobil jip di sebuah tempat rawan konflik. Persenjataan mereka bahkan lebih lengkap dibanding senjata militer sendiri.

itulah "kontraktor sipil" versi Amerika Serikat. Para tentara bayaran anggota Blackwater. Keberadaannya mulai ramai dibicarakan dengan istilah kontraktor sipil yang melekat padanya, pasca sebuah peristiwa mencekam di salah satu kota di Irak, Falujjah 31 Maret 2004. Dimana empat tentara bayaran Blackwater terbunuh secara mengenaskan menjadi sasaran kegeraman warga yang memuncak, hingga dibakar dan dimutilasi.

Didirikan tidak lama setelah militer berada di antara gebrakan privatisasi secara massal, yang diprakarsai pada masa Dick Cheney menjadi Menteri Pertahanan, sejak 1989 sampai 1993, di bawah pemerintahan George H.W. Bush. Blackwater kemudian menjadi bagian penting dalam agenda “perang melawan teror” yang dikobarkan Bush. (halaman. 203).

Namun kisah mengenai Blackwater tidak melulu soal perang melawan teror an sich. Dalam banyak hal Blackwater memberi gambaran ringkas sejarah peperangan modern.

Tamasya ke Dunia Satwa

 
Judul Buku: Guardians of Ga’hoole: The Capture
Penulis: Kathryn Lasky
Penerbit: Kubika
Cetakan: Pertama, 2010
Tebal: 338 Halaman
Siapa bilang bahwa dunia fiksi hanya monopoli ras manusia? Nyatanya, cerita dunia satwa pun jika diracik dengan menarik, dibumbui berbagai intrik dan perilaku laiknya manusia mampu menjadi sajian buku cerita yang sedap disantap.

Asumsi tersebut terbukti dengan kehadiran buku berjudul lengkap Guardians of Ga’hoole: The Capture ini. Mengisahkan tentang dunia fauna berjenis Burung Hantu yang dikenal sebagai binatang malam, pemalu serta sulit ditemukan secara liar. Dengan tokoh utamanya bernama Soren.

Lahir dari keluarga Burung Hantu Barn. Soren bersama ayahnya Noctus dan ibunya Marilla serta dua orang saudaranya Kludd dan Eglantine, tinggal dengan tenteram di sebuah pohon besar dalam hutan Tyto atau yang biasa dikenal dengan sebutan Tyto Alba, ditemani Mrs. Plithiver, ular buta yang menjadi pembantu keluarga.

Kedamaian tersebut pecah ketika Soren terjatuh dari rumahnya saat ia baru berusia dua minggu sehingga belum mampu mengepakkan sayap untuk terbang. Sialnya peristiwa tersebut terjadi ketika kedua orang tuanya tidak berada di rumah, tengah berburu mencari makanan. Sedangkan Mrs. Plithiver yang setia tidak mampu berbuat banyak karena intimidisi Kludd, dalang tragedi ini.

Akibatnya, Soren diculik oleh pasukan patroli St. Aegolius. Sebuah perkumpulan misterius yang tengah berusaha menyusun kekuatan dengan mengumpulkan telur-telur dari berbagai sub-ras dan kerajaan burung hantu untuk ditetaskan sekaligus dibentuk pasukan perang, dengan berkedok sekolah yatim piatu.

Menimba Sukses Pada Ahlinya


Judul Buku: Jangan Tunda Sukses
Penulis: Ibrahim Elfiky
Penerbit: Hikmah
Cetakan: Pertama, Juni 2010
Tebal: 181 halaman

Kata “sukses” merupakan dambaan semua orang. Hampir seindah dengan kata “syurga” bagi para pemeluk keyakinan beragama. Kata itu demikian mudah diucapkan, namun bagaimanakah sebenarnya sukses itu? Dan apa saja yang harus dilakukan oleh orang yang ingin mengecap manisnya arti kata tersebut?

Berawal dari sebuah mimpi anak kecil, yang bercita-cita menjadi direktur utama sebuah hotel berbintang nan terkenal. Sebuah impian yang menjadi bahan olok-olok teman sebayanya yang menganggap sangat mustahil. Respons negatif ini selama beberapa saat sempat melunturkan tekadnya.

Dengan segala upaya, ia akhirnya lulus menjadi Sarjana Perhotelan dan memutuskan untuk mengadu nasib dengan berimigrasi ke Kanada. Namun sifat pesimistis akibat kata-kata yang meragukan kemampuannya ternyata tidak serta-merta hilang seiring kepindahannya ke negeri orang. Lantaran keraguannya ia sering bertanya-tanya adakah perusahaan yang akan menerimanya.

Hingga suatu saat ia nekad memutuskan untuk menjadi pencuci piring, sangat jauh dari gambaran impiannya. Kepercayaan dirinya semakin pulih setelah ia mimpi bertemu dengan kedua orangtuanya yang berkata mengutip salah satu ayat al-Qur’an berbunyi: Allah tidak akan mengubah nasib suatu kelompok sampai kelompok itu sendiri yang mengubah nasib mereka.

Kisah orang-orang sukses pun ia jejalkan ke pikirannya sebagai motivasi. Seperti Thomas A. Edison yang pernah mengalami kegagalan sebanyak 9.999 kali demi menemukan lampu. Walt Disney pernah tujuh kali gagal dan Henry Ford enam kali, kala berusaha mewujudkan impian mereka masing-masing.

Minggu, 17 Oktober 2010

Pengakuan Seorang Mafia Pajak

Jawa Pos, 17 Oktober 2010

Judul Buku: Catatan Harian Seorang Mafia Pajak
Penulis: Heri Prabowo
Penerbit: Edelweiss
Cetakan: Pertama, Agustus 2010
Tebal: 295 Halaman

Nama Gayus H.P. Tambunan, sontak menjadi sosok terkenal di negeri ini. Bukan karena prestasinya mengharumkan nama bangsa di pentas dunia, namun terkuaknya timbunan harta kekayaan yang ditaksir mencapai ratusan milyar rupiah atas namanya menyentak banyak kalangan.

Kekagetan tersebut bukannya tanpa sebab. Mengingat Gayus bukan seorang konglomerat maupun anak pengusaha besar. Ia “hanyalah” Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan rendah dengan total pendapatan sekitar sepuluh juta rupiah perbulan. Nominal yang perlu beberapa ratus tahun dikumpulkan seorang Gayus untuk terakumulasi mencapai kekayaan tersebut.

Berdasarkan bukti-bukti yang didapat, disinyalir kuat ia terlibat dalam skandal penggelapan dana wajib pajak. Ia pun kemudian digelandang ke dalam tahanan untuk diselidiki lebih lanjut. Hingga kini kasusnya masih diproses di pengadilan.

Lalu dengan tertangkapnya pegawai kelas teri seperti Gayus, institusi Pajak khususnya, maupun lembaga dan Departemen lain, dapat dianggap telah bersih dari anasir-anasir jahat?

Sabtu, 16 Oktober 2010

From Surabaya with Characters

Judul Buku : Grow with Character: The Story
Penulis : Hermawan Kartajaya
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Pertama, Juli 2010
Tebal : 429 Halaman

Siapa yang tak mengenal Dahlan Iskan? Sosok yang mampu membangkitkan kembali Harian Jawa Pos yang sedang sekarat hingga bangkit dan menjadi salah satu Koran dengan tiras terbesar Tanah Air. Kemampuan manajemennya yang membuat ia ditunjuk sebagai direktur PLN saat ini.

Siapa pula yang tidak mengenal Putera Sampoerna. Dialah generasi ketiga keluarga pemilik HM Sampoerna, perusahaan rokok raksasa yang terkenal dengan rokok kreteknya nan legendaris, Dji Sam Soe, sebelum perusahaan tersebut dijual ke Philip Morris dengan harga yang sangat tinggi.
 
Hampir setiap orang Indonesia pasti tahu Ancol, minimal pernah mendengar. Sebuah kawasan di Jakarta yang pada mulanya terdiri dari rawa-rawa yang disebut sebagai pembuangan Jin, saking sepinya, namun kini menjadi tempat hiburan terbesar di Asia Tenggara. Adalah Ir. Ciputra arsitek sekaligus pemilik ide yang pada awalnya dianggap gila tersebut.
 
Dari ketiga figur hebat itulah seorang Hermawan Kartajaya, pendiri dan Presiden MarkPlus, Inc. pada tahun 1990, menimba ilmu. Lalu apa yang diserap oleh seorang Hermawan dari ketiganya?  Jawabannya adalah jiwa Entrepreneurship. Karakter inilah yang memungkinkan sebuah entitas dapat tumbuh secara berkesinambungan.

Minggu, 29 Agustus 2010

Pembunuhan Putera Menteri


Judul Buku: Six Suspects: Pembunuhan pun Mengenal Kasta
Penulis: Vikas Swarup
Penerjemah: Reni Indardini
Penerbit: Bentang
Cetakan: Pertama, Mei 2010
Tebal: 659 Halaman
Harga: Rp. 73.000.
Lazimnya novel yang mengisahkan misteri pembunuhan, pembaca akan tersugesti ikut menebak siapa pelaku dibelakangnya. Namun, ibarat menebak skor pertandingan sepak bola, suatu saat tebakan tersebut tepat, tetapi yang lebih sering melesat.
Salah satu resep umum kenapa novel bergenre seperti ini banyak disukai pembaca adalah kengototan penulisnya untuk menampilkan sosok pembunuh berikut motif yang melatarinya pada akhir cerita, sehingga mati-matian memperjuangkan agar kuriositas pembaca dapat bertahan hingga akhir cerita.
Demi kepentingan hal tersebut kemudian tersajilah jalinan cerita para tokohnya yang kompleks dan berliku, dibumbui dengan aneka informasi tetek-bengek mengenai kebudayaan maupun setting sosial kisah tersebut dilakonkan.
Berbeda dengan novel horor yang hanya menawarkan ketakutan, atau novel roman yang sekedar mengajak pembacanya untuk “mabuk” dalam kisah cinta maupun berurai air mata, sebuah novel investigatif dituntut untuk lebih “serius” dalam menyusun argumentasi, mengingat dalam setiap pembunuhan mesti ada “motif” dan “modus operandi”, dua hal yang harus diangkat si penulis sepresisi mungkin.

Minggu, 08 Agustus 2010

Dunia Bawah Tanah Jepang


Judul Buku : Tokyo Underworld: Kisah Hidup Seorang Gangster Amerika di Jepang
Penulis          : Robert Whiting
Penerjemah  : Bima Bayusena
Penerbit       : Kantera
Cetakan      : Pertama, Maret 2010  
Tebal           : 500 halaman

Kalah dalam Perang Pasifik, membuat Jepang bertekuk lutut tanpa syarat terhadap pendudukan Amerika. 
Pendudukan tersebut secara resmi berlaku sejak 2 September 1945, dengan penandatanganan dokumen pengakuan kekalahan di atas USS Missouri di Pelabuhan Yokohama. Meski demikian, dunia pasar gelap terus beroperasi, dengan dikelola oleh para bos Yakuza (mafia Jepang).
Adalah Nicola Zapetti, seorang sersan satu mariner Amerika yang menginjakkan kaki pada Agustus 1945 di negeri Sakura tersebut. Seorang Italia-Manhattan dari sebuah perkampungan Yahudi di Harlem Timur. Berasal dari keluarga dengan sebelas anak yang tumbuh di petak sempit tanpa pemanas ruangan. Ayahnya seorang tukang kayu kasar, imigran dari Calebresia, yang kesulitan untuk memberi makan semua keluarganya dan membayar sewa rumah.(hlm. 24.). 
Kondisi yang pada akhirnya mendekatkan Zapetti pada dunia kejahatan, terlebih lingkungan dan kerabatnya merupakan para bandit yang kebanyakan menganggap polisi sebagai musuh dan penjahat sebagai panutan.

Senin, 26 Juli 2010

Sang Pencari


Judul Buku :  Muhammad SAW. Lelaki Penggenggam Hujan
Penulis        : Tasaro GK
Penerbit     :  Bentang
Cetakan      :  Pertama, Maret 2010
Tebal           : xxvi+546 halaman
Harga           : Rp. 79.000.


Tidak mudah membuat novel, terlebih novel bagus. Namun jauh lebih sulit lagi adalah membuat sebuah novel dengan tokoh utamanya manusia paling berpengaruh sepanjang masa, yang hingga kini menjadi panutan milyaran manusia di dunia.




Muhammad SAW. Tokoh yang saya maksud tersebut. Tingkat kesulitan tersebut bukan ketika menceritakan kembali sejarah hidupnya yang sudah ditulis ribuan jilid buku, namun dalam mendeskripsikan dan membuatnya dalam sebuah novel sungguh tantangan tersendiri.

Mengingat segala sabda dan perilaku sosok mulia tersebut, merupakan hukum agama (Islam) yang bukan sekedar wilayah profan tetapi juga memiliki implikasi sakralitas dan religiusitas pada wilayah transendental, dan kita tahu, tidak ada yang lebih sensitif melebihi isu agama. Demikian juga dengan fanatisme pemeluknya.

Imbasnya ketika menuliskan sosok agung ini ke dalam novel rumusannya jelas: tidak boleh ditambahi maupun dikurangi, sedikitpun, sedikitpun!. karena melakukan keduanya berarti telah melanggar batas-batas agama atau yang biasa disebut bid’ah.

Rabu, 21 Juli 2010

Berguru Pada Samurai


Judul Buku    : The Last Samurai
Penulis           : Helen DeWitt
Penerjemah : Bima Sudiarto
Penerbit        : Edelweiss
Cetakan         : I, April 2010
Tebal              : 610 halaman

Siapa bilang memiliki anak yang cerdas -bahkan kelewat cerdas alias genius- selalu berimplikasi positif atau menyenangkan bagi orang tuanya? Tanyakan saja hal itu pada Sibylla, ibu si anak cerdas bernama Ludo, ia sering jengkel justru atas kecerdasan anak semata wayangnya tersebut yang di atas rata-rata ukuran standar otak manusia sebaya dengannya, bahkan mengalahkan kecerdasan manusia dewasa pada umumnya. Kejengkelan itu entah disebabkan pertanyaan-pertanyaan Ludo ketika belajar, maupun hujan pujian yang diterimanya dari orang-orang sekitar. 


Maklum, semua materi bacaan mulai dari Bahasa, Sejarah, Matematika, Fisika, Biologi hingga Filsafat dilahap Ludo secara cepat dalam usia lima tahun. Sedangkan bahasa Latin, dikuasainya ketika ia berusia empat tahun dan bahasa Prancis, Yunani, Arab, Ibrani ia kuasai tak lama setelah itu. Di sisi lain, kegeniusannya tersebut menjadi berkilau terang dengan hasrat belajar yang seperti lampu yang tak pernah kehabisan minyak, plus sosok Sibylla, tentor yang notabene ibunya sendiri.

Saking cerdasnya dan tentu saja ditopang oleh hasrat keingintahuannya yang tinggi tersebut, tak jarang Ludo merengek selalu bertanya dan minta diajari segala sesuatu yang baru didengarnya atau belum diketahuinya. Beruntung baginya, karena memiliki orang tua- meskipun hanya tunggal- yang penyabar dan tak kalah cerdas seperti Sibylla, hingga dapat dipastikan ia selalu memperoleh jawaban atas berbagai pertanyaannya, kecuali satu: identitas ayah kandungnya yang terus dirahasiakan ibunya.

Senin, 19 Juli 2010

Misteri Dibalik Sebuah Kunci


Judul Buku: Extremely Loud and Incredibly Close
Penulis: Jonathan Safran Foer
Penerjemah: Antie Nugrahani
Penerbit: Mahda Books
Cetakan: I, Maret 2010
Tebal: 400 halaman

Tragedi runtuhnya gedung World Trade Centre (WTC) yang diyakini akibat serangan teroris pada 11 September 2001, membuat ribuan nyawa melayang dan ratusan ribu orang kehilangan keluarga yang mereka cintai, belum termasuk ekses negatifnya yang seolah-olah menjadi pemicu gerakan terorisme internasional.

Diantara sekian banyak orang yang kehilangan keluarga yang sangat dicintai adalah seorang bocah berusia sembilan tahun bernama Oskar Schell. Thomas Schell, Ayahnya merupakan salah satu korban pada hari naas tersebut, hal ini diketahui dari panggilan telepon terakhirnya ke kediaman keluarga Schell, meski hingga beberapa hari kemudian jasadnya tidak dapat ditemukan dalam keadaan utuh.

Pepatah bahwa seseorang menjadi lebih berharga justru setelah tiada disisi kita nampaknya tidak sepenuhnya keliru. Hal ini pula yang dirasakan Oskar kecil. Pasca kematian ayahnya, ia justru semakin terobsesi dengan sosok yang dianggapnya jenius tersebut. Kejeniusan yang nampaknya menurun secara genital kepada Oskar karena meskipun usianya tergolong sangat muda, namun pemikiran dan sikapnya jauh di atas rata-rata anak yang sebaya dengannya.

Sabtu, 17 Juli 2010

Spiritualitas Sepak Bola

Judul Buku: Football Inspirations for Success
Penulis: Achmad Su’udi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Pertama, Juni 2010
Tebal: xv+196 halaman
Harga: Rp. 35.000.
Tak terasa, perhelatan akbar, Piala Dunia 2010, di Afrika Selatan telah berakhir.
Olah raga, yang ditahbiskan, terpopuler sejagat ini meski kerap dianggap sebagai bentuk penyaluran akan kebuasan, keserakahan dan hasrat akan kekuasaan manusia, namun tidak menyurutkan para penggilanya untuk setia menyaksikan setiap pertandingan.
Fanatisme ini dapat terlihat misalnya di beberapa negara, seperti Inggris dan Argentina, sepak bola bahkan sudah dianggap sebagai agama. Sebuah gambaran yang merefleksikan betapa kuatnya pengaruh sepak bola dalam kehidupan nyata.
Konon, permainan ini telah ada sejak 2500 sebelum masehi. Pada zaman Kaisar Tzu Chu di China, sepak bola bahkan selalu dipertandingkan setiap menyambut hari ulang tahun Kaisar.
Merambah Inggris pada Abad ke-12, sedangkan rakyat Italia mulai menggemari sepak bola tiga abad kemudian, dengan 27 pemain untuk setiap tim. 33 tahun kemudian Inggris membentuk The Football Association pertama di dunia.

Minggu, 04 Juli 2010

Surat Kepada Setan

Judul Buku : KLOP
Penulis : Putu Wijaya
Penerbit : Bentang
Cetakan : Pertama, Mei 2010
Tebal : 233 Halaman

Bagi penikmat sastra, baik sebagai pelaku, pemerhati, maupun sekedar sambil lalu, nama Putu Wijaya tentunya sudah akrab ditelinga. Maklum, pria kelahiran Tabanan Bali ini telah menulis tidak kurang 30 novel, 40 naskah drama, sekitar seribu cerpen, ratusan esai, artikel lepas dan kritik drama.

Selain sebagai sastrawan, jejaknya sebagai dramawan telah terukir sejak 1971 sebagai pemimpin teater Mandiri dan telah mementaskan puluhan lakon baik di dalam maupun luar negeri.

Tulisan-tulisannya yang tersebar dalam berbagai karya, menunjukkan dengan gamblang kalibernya sebagai seorang penulis-sastrawan, pun kepedulian sosok, yang selalu bertopi putih, ini atas segala fenomena dan problematika lingkungan sosial disekitarnya. Melalui tulisan-tulisannya ia bukan sekedar melakukan refleksi atas segala fenomena yang terawasi, tetapi juga melancarkan kritikan-kritikan tersamar melalui tokoh-tokoh dalam tulisan tersebut.

Sabtu, 26 Juni 2010

Mantra Pengubah Nasib

Judul Buku: MYELIN: Mobilisasi Intangibles menjadi Kekuatan Perubahan
Penulis: Rhenald Kasali
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Pertama, Maret 2010
Tebal: xiv+ 346 halaman

Apa rahasia yang membuat perusahaan dengan aset dua puluh lima mampu membirukan Jakarta menjadi tujuh belas ribu taksi, dari tiga puluh orang pengemudi menjadi dua puluh lima ribu, dari empat kini menjadi empat ribu karyawan ? demikian pula dengan jumlah penumpang yang semula hanya berkisar ratusan pertahun kini menjadi tujuh juta orang perbulan, padahal sejak awal ia harus bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain yang sarat pengalaman dalam bidang transportasi dan mendapat kemudahan dari pemerintah, sulit dipercaya namun itulah yang terjadi dengan Blue Bird Group.

Rahasia apa pula di balik kesuksesan sebuah perusahaan instalasi listrik untuk perumahan dan perkantoran kemudian beranak-pinak dan bermutasi menjadi kontraktor bangunan, mendirikan pabrik-pabrik beton hingga merambah ke dunia baru, yaitu pabrikan dalam bidang komponen otomotif. Sebuah keberanian yang bukannya tidak mengandung resiko kegagalan, namun WIKA, demikian nama perusahaan tersebut kependekan dari Wijaya Karya, terbukti sukses melewati semua fase dan proses dalam usaha tersebut.

Jumat, 25 Juni 2010

Gurita Bisnis di Indonesia


 
Judul : 50 Great Business Ideas
from Indonesia
Penulis: M. Ma’ruf
Penerbit : Hikmah, Jakarta
Tahun : I, Januari 2010
Tebal : 328 halaman
Harga : Rp.64.000

“Apa pun makanannya, minumnya teh botol Sosro.” Jargon tersebut nyaris menghiasi seluruh rumah makan di seantero Nusantara, bahkan kerap ditayangkan media massa, baik cetak maupun elektronik, sehingga akrab di mata dan telinga kita.

Orang mungkin sulit membayangkan bahwa kemasan teh botol yang kita kenal saat ini lahir hanya dari sebuah strategi pasar untuk mengatasi merosotnya harga teh secara terusmenerus.

Penemunya, Sosrodjojo, pertama kali menjualnya pada 1940 dalam kemasan teh kering siap saji bermerek dari sebuah kota kecil di Jawa Tengah, Slawi, ke sejumlah pasar di sana secara eceran.

Hijrah Sebagai Tonggak Sejarah


Judul Buku: Dari Puncak Bagdad: Sejarah Dunia Versi Islam
Judul Asli: Destiny Disrupted: A History of the World Through Islamic Eyes
Penulis: Tamim Ansary
Penerjemah: Yuliani Liputo
Penerbit: Zaman
Cetakan: I, tahun 2010

Selama ini persepsi mengenai sejarah dunia selalu terbentuk dengan asumsi bahwa Barat (Eropa) sebagai pusat episentrum dari pergerakan yang ada di seluruh dunia, yang lain hanyalah periferi yang berfungsi sebagai pelengkap dari terbentuknya sejarah Barat.

Dengan kata lain ketika menyebut kata “Dunia” maka yang dimaksud oleh kata itu identik dengan Dunia Barat. Asumsi dan paradigma inilah yang ingin dirubah oleh Tamim Ansary, penulis buku ini. Konsepsi modern tentang sejarah dunia yang meminggirkan bahkan menihilkan eksistensi kaum muslimin, termasuk peradaban lain seperti china, dalam narasi besar dunia.

Marginalisasi ini bukanya tanpa sebab, persaingan, konfrontasi bahkan peperangan yang sering terjadi antara Islam dan Barat merupakan salah satu alasannya, selain itu juga dikarenakan konsepsi modern yang terbentuk saat ini merupakan konstruksi Barat-sentris mengingat mereka penguasa peradaban saat ini.

Sepatu Melayang Menerjang Biang Perang

 
Judul Buku: Good Bye Bush: Sepatu Perpisahan dari Baghdad
Penulis: Muhsin Labib
Penerbit: Rajut Publishing
Cetakan: Pertama, Januari 2009
Tebal: 96 halaman


Konon, sepatu berfungsi terutama sebagai alas pelindung kaki dari kerikil atau benda-benda tajam di jalanan, seiring dengan perkembangan selera “peradaban”, kemudian sepatu bukan hanya sebagai alat pelindung kaki, juga menunjukkan prestise dan kelas sosial pemakainya yang dalam dunia konsumerisme-hedonisme diukur dengan gaya dan popularitas (baca: Trade Merk) sepatu tersebut.

Namun, di tangan Muntadhar al-Zaidi fungsi sepatu tidak hanya sebatas pelindung alas kaki maupun pengukur kelas sosial seseorang, tetapi juga ternyata cukup ampuh digunakan sebagai senjata ideologis yang efektif untuk melakukan resistensi terhadap kepongahan Adidaya Amerika Serikat, juga secara sukses meruntuhkan kewibawaan sang Agresor tanpa tanding yang merasa seolah-olah menjadi presiden seluruh dunia itu.
George W. Bush agaknya pantas disebut sebagai Presiden tersial di dunia sepanjang tahun 2008, Presiden Amerika yang menjadi penggagas invasi militer ke Irak dan Afganistan hingga menewaskan ratusan ribu warganya inilah yang menjadi sasaran pelemparan sepatu oleh al-Zaidi pada tanggal 14 Desember 2008 dan pastinya takkan terlupakan oleh Bush hingga ke liang lahat.

Cahaya Berhaji


Judul Buku: Terapi Hati di Tanah Suci: Ya Allah Jadikan Aku Cahaya
Penulis: Hernowo
Penerbit: Lingkar Pena Kretiva
Cetakan: Pertama, September 2008
Tebal: 200 halaman

Di dalam Islam, ibadah haji menempati posisi terakhir dari rukunnya yang lima. Setelah Syahadat, Shalat, Zakat dan puasa. Apabila rukun yang pertama hingga keempat semua muslim wajib melaksanakannya, sedangkan ibadah haji hanya diwajibkan kepada mereka yang benar-benar mampu baik secara finansial, mental hingga kesehatan fisiknya. Hal ini dikarenakan haji hanya dimungkinkan terlaksana bila kita mampu melaksanakan perjalanan untuk berkunjung ke rumah Allah (bait allah) di Makkah juga ritual lainnya di Madinah, dua kota suci umat Islam yang terletak di Jazirah Arab. Inilah merupakan salah satu ke "unikan" dari ibadah ini.

Sebagai sebuah perjalanan ibadah yang spesial dan cukup panjang, di dalam melaksanakan haji tentu saja didapati beraneka pengalaman religiousitas (religious experiences) oleh pelakunya sehingga dari pengalaman tersebut diharapkan membekas dan mampu merubah semua aspek kehidupannya menjadi lebih baik, atau yang dikenal dengan istilah haji mabrur. Inilah yang menjadi point utama buku ini, penulisnya (Hernowo) hendak sharing pengalaman pribadinya kepada pembaca, terutama calon jama'ah haji, bagaimana ritualitas yang dilakukannya selama menjalankan ibadah haji dan apa yang dirasakannya setelah menjadi tamu Allah tersebut, selain itu kelebihan buku ini juga mengajarkan kepada pembaca bagaimana metode menghimpun pengetahuan mengenai ibadah haji dari berbagai buku yang dianggap cukup praktis sehingga memudahkan calon jama'ah dalam melaksanakan ibadahnya.

Plus-Minus Front Pembela Islam (FPI)


Judul Buku: Hitam-Putih FPI (Front Pembela Islam)
Penulis: Andri Rosadi, Lc, M.Si.
Penerbit: Nun Publisher
Cetakan: Pertama, Juli 2008
Tebal: 240 Halaman.

Mungkin jawaban yang ada di benak saya, tidak jauh berbeda dengan anda pembaca ketika ditanyakan, organisasi masyarakat (ormas) apa yang identik dengan aksi kekerasan? Atau bila lebih dikerucutkan lagi siapa tokoh yang saat ini dikenal paling “garang” dalam menyampaikan pandangan-pandangan keagamaannya, terutama dalam hal penegakan ‘amar ma’ruf nahi munkar dan pembubaran aliran Ahmadiyah?

FPI dan Habib Rizieq Shihab adalah dua nama yang secara spontan mungkin terlintas untuk menjawab dua pertanyaan di atas. Keduanya bagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Maklum sang Habieb, yang keturunan tokoh legendaris Betawi si Pitung dan juga secara geneologis merupakan ahlul-bait keturuanan Rasulullah saw. ini, merupakan pendiri utama ormas tersebut. Sehingga bisa dikatakan bahwa FPI adalah representasi dari Habieb Rizieq, ia adalah pusat wacana sekaligus produsen kebenaran yang linuwih tak tertandingi hingga kini bagi ormas tersebut.

Meskipun hal tersebut bukan jaminan untuk tidak terjadinya “pembusukan” dari internal FPI sendiri, mengingat tidak sedikit yang mencatut nama dan pengaruh Habieb maupun FPI, justru untuk mengeruk kepentingan pribadi. Sehingga kemudian terjadi friksi yang dikenal istilah FPI hitam, yang mbalelo dan menyimpang, dan FPI putih, yang konsisten pada garis perjuangan organisasi.

Sang Gandhi dari Amerika

Judul Buku: Hebron Journal: Catatan Seorang Aktivis Perdamain dari Amerika yang Melawan Kekejaman Israel di Palestina dengan Jalan Cinta dan Anti-Kekerasan
Judul Asli: Hebron Journal: Stories of non Violence Peacemaking
Penulis: Arthur G. Gish
Penerbit: Mizan
Cetakan: Pertama, 2008
Tebal: 550 halaman

“Tiga tentara (Israel) mengacungkan senapan mereka dan menghampiri sekelompok orang Palestina yang menonton. Aku menduga mereka akan menembak orang-orang itu. Aku segera menghambur ke hadapan tentara-tentara itu, mengangkat kedua tanganku, dan berteriak, “tembak aku, tembak aku, ayo tembak aku!” Tentara-tentara itu langsung menyingkir.

Sebuah Tank datang menderu ke hadapanku, moncong raksasanya mengarah kepadaku. Aku mengangkat kedua tanganku di udara, berdoa, dan berteriak, “Tembak, tembak, “Baruch hashem Adonai (Terpujilah nama Tuhan)” tank itu berhenti beberapa inci di hadapanku.

Aku lantas berlutut di jalanan, berdoa dengan tangan terangkat di udara. Aku merasa sendiri, lemah, tak berdaya. Aku hanya bisa menjerit kepada Tuhan.”

Nalar “Pembela” Tuhan


Judul buku: 5 Tantangan Abadi Terhadap Agama dan Jawaban Islam Terhadapnya
Judul Asli: God, Islam and The Skeptic Mind: A Study on Faith, Religious Diversity, Ethics, and The Problem of Evil
Penulis: Saiyad Fareed Ahmad & Saiyad Salahuddin Ahmad 
Penerjemah: Rudy Harisyah Alam Penerbit: Mizan Pustaka
Cetakan: I, April 2008
Tebal: 333 halaman.

Benarkah ada Tuhan di tengah dunia yang tak menentu penuh konflik, kecurangan dan segala keburukan ini? Atau adilkah Tuhan yang membuat ratusan ribu warga Porong mengungsi karena semburan lumpur, namun Ia justru membuat semakin kaya pemilik perusahaan yang punya andil besar atas bencana tersebut? Dimanakah peranan agama ketika para pemeluknya justru “menciptakan” negara yang dikenal terkorup di dunia? Itulah kira-kira pertanyaan-pertanyaan yang selama ini menggelayut dibenak kita. Dan, kurang-lebih, pertanyaan-pertanyaan senada dengan di atas yang ingin di perdebatkan dalam buku setebal 333 halaman ini. Secara garis besar penulisnya, duo Malaysia Saiyad Fareed Ahmad dan Saiyad Salahuddin Ahmad, mencoba untuk mengelaborasi tiga pertanyaan mendasar, yakni mengenai Tuhan, Agama dan Moralitas dalam bingkai perspektif Islam.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut pada dasarnya merupakan pertanyaan usang, namun selalu aktual terhadap eksistensi sebuah agama. Belakangan “menentang” Tuhan bahkan sudah menjadi tren tersendiri yang muncul dalam format gagasan-gagasan seperti sekularisme, materialisme, saintisme, evolusionisme, dan ideologi-ideologi modern lainnya yang diangggap lebih memadai dalam menjawab tantangan jaman.

Reformer Menggugat Inlander

Judul Buku: Agenda Mendesak Bangsa: Selamatkan Indonesia
Penulis: Mohammad Amien Rais
Penerbit: PPSK Press
Cetakan: ekstra, 2008
Tebal: 298+xviii halaman

Kolonialisasi yang dipraktikkan selama 350 tahun oleh Belanda dan 3,5 tahun oleh Jepang terhadap bangsa Indonesia nampaknya tidak pernah membuatnya jera dan berusaha merdeka secara paripurna, sebaliknya perilaku elitnya seolah merindukan masa tergelap dalam sejarah Indonesia tersebut. Gelagat ini setidaknya tercermin dari beberapa transaksi ekonomi, maupun politik, yang dilakukan pemerintah Indonesia dengan beberapa korporasi asing.

Menariknya, praktik tersebut justru bukan terjadi pada masa konsolidasi, Orde Lama, maupun hanya pada masa Orde Baru yang identik dengan era ketertutupan penuh praktik manipulatif terhadap rakyat, “kegilaan” ini justru terus langgeng hingga pada masa keterbukaan, Reformasi. Modus operandinya jauh lebih canggih daripada masa-masa sebelumnya. Dulu dengan moncong senjata, kini lewat iklan media massa. Dulu kolonialisasi, kini globalisasi.

Kala (Janji) Syurga Menjadi Neraka

Judul Buku: Ustadz Saya Sudah di Syurga
Penulis: Mohammad Guntur Romli
Penerbit: KataKita
Cetakan: Pertama, Agustus 2007
Tebal : xviii+ 296 halaman

Bonanza aksi terorisme yang berlabelkan Islam (baca: fundamentalisme Islam), dewasa ini seolah-olah semakin memperkuat asumsi yang tertanam di Barat, bahwa Islam adalah agama yang intoleran, gandrung pada kekerasan dan menjustifikasi perilaku anarkis-destruktif. Bopeng wajah Islam dalam stereotif Barat ini disisi lain, juga menunjukkan kekerdilan mentalitas dan kepicikan paradigma berpikir sebagian kaalangan umat Islam yang meresahkan sekaligus menggelikan. Betapa tidak, kemajuan suatu bangsa atau agama lain hanya mampu direspons oleh beberapa dengan cara-cara yang memalukan seperti bom bunuh diri, teror dan tindakan kekerasan lainnya, celakanya lagi tindakan tersebut diyakini sebagai perintah Tuhan yang harus dilakukan sebagai konsekuensi dari keyakinan terhadap agama (Islam), pahala (reward) bagi yang melakukakannya dan siksa (punishment) bagi yang tidak.

Harus diakui secara jujur bahwa bukan hanya Islam yang potensial terhadap aksi fundamentalisme, pada dasarnya semua agama memilikinya. Karena sebagaimana yang dicatat Karen Amstrong dalam Berperang Demi Tuhan, 2001, bahwa semua agama pernah mengalami peperangan yang mengatasnamakan (agama) Tuhan, hal ini terjadi karena agama kerapkali membawa hal-hal yang sakral ke dalam urusan politik dan negara (profan).

Menggagas (kembali) Islam Kosmopolit

Review Book: Islam Kosmopolitan: Nilai-nilai Indonesia dan Transformasi Kebudayaan
Penulis : KH. Abdurrahman Wahid
Tebal : xxxvii + 397 halaman
Editor : Agus Maftuh Abegebriel, Ahmad Suaedy
Penerbit : The Wahid Insitute, 2007

Maraknya aksi fundamentalisme Islam dan booming aliran yang dicap sesat di Indonesia saat ini, seolah-olah semakin memperkuat asumsi bahwa Islam agama yang intoleran, cenderung pada kekerasan dan anti modernitas, ataupun dalam sisi yang lain bisa dikatakan gagal dalam membina keberagamaan umatnya. Betapa tidak, kemajuan bangsa atau agama lain hanya mampu direspons oleh beberapa kalangan umat Islam dengan cara-cara yang memalukan seperti bom bunuh diri, teror dan tindakan kekerasan lainnya, celakanya lagi tindakan tersebut diyakini sebagai perintah Tuhan yang harus dilakukan sebagai konsekuensi dari keyakinan terhadap agama (Islam) itu sendiri.

Krisis figur pemimpin keagamaan tersebut di sisi lain juga memicu kretifitas umat yang cenderung ngawur, karena kehilangan kepercayaan terhadap tokoh agamanya, orang lebih menyukai bersemedi dipinggir kali maupun menyepi di puncak gunung untuk mencari solusi kehidupan (wahyu/wangsit), sehingga kemudian memproklamirkan diri sebagai Mahdi, Messias bahkan Nabi baru seperti yang terjadi pada kasus Ahmad Musaddeq dan Lia Aminuddin, yang pada akhirnya pun ikut dinyatakan kafir dan sesat oleh para kalangan agamawan juga. Tak ketinggalan rigiditas kalangan umat Islam dalam menghadapi modernitas pun tidak memperlihatkan kemajuan signifikan, hal ini terbukti dalam beberapa kalangan umat Islam dewasa ini masih terdapat pemahaman bahwa modernitas sesuatu yang harus ditolak dan dilawan.