Sabtu, 27 November 2010

Angkatan Perang Kelima Amerika

Jawa Pos, 28 November 2010

Judul Buku: Blackwater
Penulis: Jeremy Scahill
Penerbit: Mizan
Cetakan: Pertama,Oktober 2010
Tebal: 701 halaman

Apa yang terbersit di benak Anda ketika mendengan kalimat kontaktor-kontraktor sipil? pekerja-pekerja konstruksi yang bergelantungan di gedung-gedung bertingkat? Tentu tak salah anda beranggapan demikian karena memang itulah yang jamak kita ketahui selama ini.

Tapi, sejatinya, kalimat tersebut juga bisa bermakna jauh dari itu: para pria kekar yang menenteng pistol atau senjata laras panjang, memakai rompi anti peluru dengan mengendarai mobil jip di sebuah tempat rawan konflik. Persenjataan mereka bahkan lebih lengkap dibanding senjata militer sendiri.

itulah "kontraktor sipil" versi Amerika Serikat. Para tentara bayaran anggota Blackwater. Keberadaannya mulai ramai dibicarakan dengan istilah kontraktor sipil yang melekat padanya, pasca sebuah peristiwa mencekam di salah satu kota di Irak, Falujjah 31 Maret 2004. Dimana empat tentara bayaran Blackwater terbunuh secara mengenaskan menjadi sasaran kegeraman warga yang memuncak, hingga dibakar dan dimutilasi.

Didirikan tidak lama setelah militer berada di antara gebrakan privatisasi secara massal, yang diprakarsai pada masa Dick Cheney menjadi Menteri Pertahanan, sejak 1989 sampai 1993, di bawah pemerintahan George H.W. Bush. Blackwater kemudian menjadi bagian penting dalam agenda “perang melawan teror” yang dikobarkan Bush. (halaman. 203).

Namun kisah mengenai Blackwater tidak melulu soal perang melawan teror an sich. Dalam banyak hal Blackwater memberi gambaran ringkas sejarah peperangan modern.


Bisnis Pasukan Bayaran

Berkantor pusat di area seluas hampir 6.000 meter persegi di Moyock Carolina Utara, saat ini Blackwater memiliki lebih dari 23.000 orang tentara swasta yang berada di sembilan negara. Memiliki lebih dari 20 pesawat, termasuk helikopter-helikopter bersenapan mesin dan divisi pesawat pengintai. Serta tak ketinggalan fasilitas berlatih militer yang serba lengkap dan tercanggih di dunia.

Walaupun Blackwater berusaha mencitrakan diri sebagai sebuah operasi Amerika yang membela orang-orang tak berdaya, namun kenyataannya sangat jauh berbeda bahkan mengerikan. Kebanyakan anggotanya yang berasal dari berbagai negara seperti Filipina, Cile, Nepal, Kolombia, Ekuador, El Savador, Honduras, Panama dan Peru memiliki catatan pelanggaran HAM di negara masing-masing.

Sebagai contoh di Irak, Blackwater mempekerjakan tentara bayaran dari Cile, yang sebagian diantara mereka dilatih dan bertugas di bawah rezim Augusto Pinochet, yang kekejaman dan brutalitasnya telah dikenal seantero jagad. Tidak mengherankan jika kemudian Irak tahun 2004, telah dikenal sebagai “Wild West”, sebutan untuk kondisi masyarakat Amerika Serikat tanpa hukum zaman dahulu. (halaman. 145).   

Kebangkitan kekuatan tentara bayaran terbesar di dunia ini berawal sangat jauh dari medan-medan peperangannya kini, yaitu disebuah kota yang tenang bernama Holland, Michigan, kota tempat Erick Prince, pemilik Blackwater dilahirkan dan dibesarkan.   

Meski kemudian Ide pembentukan Blacwater diklaim berasal dari Erik Prince, namun cetak birunya diperoleh dari Al Clark, mentornya di unit SEAL. Salah satu pelatih penggunaan senjata api terbaik dalam unit tersebut. Konsep tersebut didapat Clark dari pengalamannya. Ia menyadari ketiadaan sarana infrastruktur yang memadai bagi pelatihan Angkatan Laut.

Ide ini kemudian digulirkan kepada Erik Prince sang pemilik modal dengan kekayaan sebesar 500 juta dollar hasil penjualan perusahaan almarhum ayahnya, Edgar Prince. Pada akhirnya, setelah sukses dengan bisnis penyewaan fasilitas latihan, perusahaan kemudian mengembangkan bisnisnya dengan pembentukan divisi khusus yang menyediakan tentara bayaran.   

Blackwater sendiri telah mendapatkan lebih dari 500 juta dollar dalam kontrak-kontrak yang terindentifikasi secara publik dengan pemerintah AS di bawah perang melawan teror, belum termasuk banyak yang berasal dari bisnis “gelap”,  “kebutuhan mendesak dan memaksa” atau kerja mereka dengan pemain-pemain swasta. (halaman 575) 
Kabar yang lebih menggembirakan pihak industri peperangan, sebelum Donald Rumsfeld turun dari jabatannya sebagai menteri pertahanan Amerika, ia melakukan langkah luar biasa dengan mengklasifikasikan para tentara swasta sebagai bagian resmi dari mesin perang AS.

Karya Investigasi

Cerita mengenai kemunculan Blackwater adalah sebuah kisah panjang tentang industri militer. Perusahaan ini merupakan perwujudan nyata dari perubahan-perubahan yang dihasilkan revolusi dalam urusan-urusan militer dan agenda privatisasi yang secara radikal dikembangkan oleh pemerintahan Bush, di bawah kedok perang melawan teror.

Buku investigatif berjudul Blackwater ini, bukan hanya mampu membongkar seluk beluk angkatan perang kelima Amerika, Blackwater, namun juga menguak kontrak-kontrak yang dilakukan pemerintah AS terhadap tentara bayaran yang nilainya mencengangkan secara terang benderang.

Tidak mengherankan kemudian jika Jeremy Scahill, penulisnya, diganjar penghargaan The George Polk Award. Sebuah penghargaan jurnalistik tahunan yang diselenggarakan oleh Long Island University (New York) yang nota bene merupakan salah satu penghargaan paling bergengsi bagi para jurnalis Amerika.   

Sebagai bentuk pertanggung jawaban karya ilmiah, dalam buku setebal tujuh ratus satu halaman ini, dilengkapi dengan catatan kaki setebal seratus halaman. Sehingga data-data yang ada di dalamnya sangat sulit untuk dibantah.

Kehadiran buku ini seolah menegaskan asumsi adanya perbedaan antara pemerintah Amerika di bawah pimpinan Bush yang gila perang, dengan persepsi yang dianut masyarakatnya. Sehingga pembaca tidak secara serta merta menggeneralisir segala sesuatu yang berbau Amerika.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar