Selasa, 16 Desember 2014

Cara Sederhana, Hasil Luarbiasa

Koran Sindo, 7 Desember 2014

Judul Buku: 59 Detik yang Membuat Anda Menjadi Lebih Kreatif, Lebih Meyakinkan, Lebih Menarik, dan Lebih Bahagia  
Penulis: Richard Wiseman
Penerbit: Alvabet
Cetakan: I, Oktober 2014
Tebal: 428 Halaman

Selama bertahun-tahun, para pakar pengembangan diri kerap menjelaskan sebuah penelitian tanpa memeriksa faktanya terlebih dahulu. 

Salah satu mitos, yang kemudian dianggap sebagai sebuah kebenaran, adalah bahwa dengan menekan pikiran-pikiran negatif dan membiasakan berpikir positif, dapat membuat seseorang menjadi bahagia.

Jumat, 07 November 2014

Mengelola Pikiran untuk Hidup Bahagia

Koran Jakarta, 13 September 2014

Judul Buku: NLP: The Art of Enjoying Life
Penulis: Teddi Prasetya Yuliawan
Penerbit: Serambi
Cetakan: I, 2014
Tebal: 500 Halaman

Dewasa ini metode Neuro-Linguistic Programming atau NLP banyak diminati berbagai kalangan sebagai sebuah metode untuk mengubah sumber daya manusia menjadi lebih baik secara efektif. Mulai dikembangkan sejak era 1970-an, oleh para pakar dari Beragam disiplin keilmuan antara lain neurologi, psikologi, linguistik. Terutama oleh Richard Bandler dan John Grinder.

Bandler dan Grinder juga mengklaim bahwa NLP dapat mengobati masalah seperti depresi, pobia, gangguan kebiasaan, penyakit psikosomatik, miopi, alergi, flu, dan gangguan belajar. Hebatnya, menurut keduanya, semua penyakit tersebut terkadang dapat disembuhkan hanya dalam satu sesi terapi. Lalu benarkah demikian ? 

Selasa, 21 Oktober 2014

Ketika Gadis Pashtun Menggugat Tradisi

Koran Sindo, 19 Oktober 2014
 
Judul Buku: I am Malala
Penulis: Malala Yousafzai dan Christina Lamb
Penerbit: Mizan
Cetakan: I, 2014
Tebal: 383 Halaman

Selasa, 9 Oktober 2012 menjadi hari yang tidak akan pernah dilupakan oleh dua puluh siswi Sekolah Khusal di kota Mingora, Distrik Swat yang tengah berada di truk sekolah mereka. Terutama oleh seorang murid kelas sembilan berusia lima belas tahun bernama Malala Yousafzai.

Pada hari yang nahas tersebut, seorang lelaki yang mengenakan topi pet, dengan saputangan menutupi hidung dan mulutnya, tiba-tiba melompat masuk ke bak belakang truk dan menanyakan orang bernama “Malala”. Setelah menemukan sosok yang dicarinya, ia mengangkat sepucuk pistol Colt. 45 dan menembakkan tiga peluru secara beruntun ke arah gadis muda tersebut.

Rabu, 23 Juli 2014

Guru Sufi dari Tatar Sunda

Judul Buku: Abah Anom; Wali Fenomenal Abad 21 dan Ajarannya
Penulis: Asep Salahudin

Penerbit: Noura

Cetakan: I, Maret 2014

Tebal: 234 Halaman


Sejarah mencatat bahwa masuknya Islam ke Indonesia sehingga dapat menjadi agama mayoritas di kepulauan Nusantara, khususnya Pulau Jawa, merupakan atas kontribusi kaum tarekat. Islam yang didakwahkan ke masyarakat tidak melalui gerakan politik-struktural tetapi lewat jalur budaya. Budaya lokal tidak lantas dicap sebagai tidak islami, tetapi justrui dijadikan bagian budaya Islam.


Jejak akulturasi antara budaya lokal dan nilai keislaman dapat disaksikan hingga saat ini. Mulai dari arsitektur Masjid yang unik, hingga pagelaran Wayang (Kulit maupun Golek) yang banyak memuat pesan agama (Islam) yang kaya yang disampaikan baik melalui cerita yang telah dimodifikasi dari kisah aslinya yang bernuansa Hindu.

Minggu, 20 Juli 2014

Konsep Ekonomi Sang Proklamator

Koran Sindo, 20 Juli 2014
 
Judul Buku: Ekonomi Berdikari Soekarno
Penulis: Amiruddin Al-Rahab
Penerbit: Komunitas Bambu
Cetakan: I, 2014
Tebal: xxxi+190 Halaman

“Berdikari tidak berarti mengurangi, melainkan memperluas kerja sama internasional, terutama antara semua negara yang baru merdeka. Yang ditolak oleh berdikari adalah ketergantungan kepada imperialis, bukan kerja sama yang sama-sederajat dan saling menguntungkan.” Sukarno.  

Sosok Sukarno selama ini lebih dikenal kebanyakan orang sebagai ideolog, proklamator, sekaligus pemimpin yang melahirkan istilah Demokrasi Terpimpin. Sedikit yang mengetahui bahwa presiden pertama Republik Indonesia itu juga merupakan seorang konseptor ekonomi sebagaimana yang tertuang dalam kutipan di atas. Lebih tepatnya, disebut Ekonomi Terpimpin (ET) atau Ekonomi Berdikari.

Sabtu, 19 Juli 2014

Dari Karangwuni untuk Indonesia

Lampung Post, 20 Juli 2014

Judul Buku: Melunasi janji Kemerdekaan
Penulis: Muhammad Husnil
Penerbit: Zaman
Cetakan: I, 2014
Tebal: 300 Halaman

Siapa yang tidak tersentuh hati menyaksikan ratusan anak muda yang mestinya berada di puncak keasyikan menikmati hidup bergelimang gadget dan smartphone canggih, justru memilih menjadi tenaga pengajar di daerah-daerah terpencil.

Jangankan menikmati teknologi mutakhir, bisa mandi dan menikmati air bersih saja sebuah keistimewaan luar biasa. Para Pengajar Muda itu, demikian sebutan mereka, memang berbeda. Ketika kebanyakan anak muda seusia mereka menyerbu kota-kota besar berburu rupiah, mereka lebih memilih berbagi ilmu pengetahuan dengan anak-anak pedalaman.

Jumat, 11 Juli 2014

Peran Ulama dalam Sejarah Kemerdekaan


Suara Merdeka, 8 Juli 2014



Judul Buku: Laskar Ulama-Santri & Resolusi Jihad

Penulis: Zainul Milal Bizawie

Penerbit: Pustaka Compass

Cetakan: I, 2014

Tebal: 420 Halaman

Sejarah hanya ditulis oleh pihak pemenang. Demikian menurut sebuah pepatah, dan demikian pula yang terjadi dalam penulisan sejarah di Indonesia yang masih berkabut. Sehingga apa yang dibaca oleh generasi berikutnya atas sebagian masa lalu Indonesia sering terlihat kabur dan membingungkan.


Peminggiran sejarah juga terjadi atas kiprah kaum ulama-santri pada masa kemerdekaan. Meski kontribusinya dalam menegakkan Republik Indonesia sangatlah besar dan kasat mata, namun acapkali dilupakan. Padahal fakta membuktikan pemberontakan terhadap pemerintah kolonial Belanda maupun Jepang justru paling efektif dan banyak dilakukan oleh kaum ulama-santri.

Senin, 07 Juli 2014

Kesederhanaan Empat Pemimpin Dunia

Koran Sindo, 15 Juni 2014

Judul Buku: Perjuangan dan Pengabdian Presiden Termiskin
Penulis: Zaenuddin HM
Penerbit: Kreasi Kata
Cetakan: I, Mei 2014
Tebal: 262 Halaman

Sejatinya seorang presiden bukan hanya pengelola administrasi dan penentu kebijakan negara dengan tujuan utama memakmurkan dan mensejahterakan rakyatnya. Lebih dari itu, seorang pemimpin juga harus menjadi sumber teladan bagi rakyat yang dipimpinnya. Mulai gaya hidup hingga sepak terjang mereka sehari-hari.

Jika perilaku presiden sebagai pemimpin kerap mengumbar kebohongan dan janji yang tidak pernah ditepati, maka tidak mengherankan jika rakyat akan menilainya negatif. Bila kehidupan pemimpin terkesan glamour dan penuh kemewahan padahal rakyat yang dipimpinnya banyak yang hidup susah bahkan susah hidup, maka kegagalanlah yang akan dituainya.

Minggu, 22 Juni 2014

Menanti Implementasi Pancasila

Jawa Pos, 22 Juni 2014
 
Judul Buku: Mata Air Keteladanan, Pancasila dalam Perbuatan
Penulis: Yudi Latif
Penerbit: Mizan
Cetakan: I, Maret 2014
Tebal: 672 Halaman

Aksi kekerasan fisik yang dilakukan oleh sekelompok orang yang bermaksud memaksakan kehendaknya secara inkonstitusional serta melanggar hukum terhadap pihak dan kelompok lain, akhir-akhir ini marak terjadi dan menghiasi berbagai pemberitaan media massa di Tanah Air.

Salah satunya adalah penyerangan terhadap rumah seorang warga yang menggunakan rumahnya sebagai tempat ibadah di Sleman, Yogyakarta. Bahkan sebuah makam yang ramai diziarahi warga juga menjadi sasaran perusakan beberapa orang yang tidak bertanggungjawab di kota yang sama.

Senin, 02 Juni 2014

Wajah sang Pengusung Khilafah

Judul Buku: Islam Syariat; Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia
Penulis: Haedar Nashir
Penerbit: Mizan
Cetakan: I, 2013
Tebal: 698 Halaman

Runtuhnya rezim Orde Baru dan lahirnya era reformasi bukan hanya memberikan oksigen demokrasi kepada rakyat Indonesia, namun juga menjadi lahan subur tumbuhnya organisasi dan partai politik berorientasi ideologis yang memperjuangkan ajaran dan cita-cita Islam ke dalam institusi-institusi publik secara lebih terbuka dan formalistik.

Akan tetapi, minimnya antusiasme dan dukungan masyarakat Indonesia yang nota bene mayoritas beragama Islam terhadap partai politik yang menjadikan isu formalisasi syariat Islam sebagai jualan utamanya membuat satu persatu partai tersebut mundur secara teratur dan ibarat seleksi alam mereka akhirnya musnah ditelan zaman.

Sabtu, 24 Mei 2014

Para Juru Damai Perang Salib

Koran Sindo, 25 Mei 2014
 
Judul Buku: Santo dan Sultan
Penulis: Paul Moses
Penerbit: Alvabet
Cetakan: I, 2014
Tebal: 411 Halaman

Perang Salib merupakan peristiwa monumental yang menandai sisi gelap para pemeluk agama dalam sejarah. Sejak pertamakali diluncurkan oleh Paus Urban II pada tahun 1095 dengan misi merebut Yerusalem dari tangan kaum muslim, tak terhitung nyawa manusia melayang dan kepala terpenggal dengan darah menggenangi bumi dari kedua belah pihak.

Tidaklah mengherankan, meski terjadi satu mileu yang lalu namun keganasan dan kengerian serta api peperangan masih memercik hingga kini pada sebagian orang. Sehingga tidak jarang sentimen Perang Salib dikobarkan demi menguak luka lama, dengan menggunakan jargon dan idiom yang digunakan pada masa itu.

Jumat, 23 Mei 2014

Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga

Harian Bhirawa, 23 Mei 2014
 
Judul Buku: Sunan Kalijaga; Mistik dan Makrifat
Penulis: Achmad Chodjim
Penerbit: Serambi
Cetakan: I, 2013
Tebal: 371 Halaman

Sunan Kalijaga merupakan nama salah seorang Wali Sanga yang sangat terkenal pada masyarakat Jawa. Meski demikian, sangat sedikit orang yang mengetahui ajarannya. Umumnya hanya mengetahui sebatas warisan karyanya berupa tembang, antara lain tembang “Ilir-ilir” yang biasa dinyanyikan anak-anak di Jawa. 

Nama kecilnya adalah Raden Syahid. Anak adipati Tuban bernama Tumenggung Wilatikta atau Aria Teja (IV) yang merupakan keturunan dari Aria adikara atau Ranggalawe, salah seorang pendiri kerajaan Majapahit. Ketika ia lahir, Majapahit sudah mulai surut sedangkan kesejahteraan masyarakat sangat memprihatinkan. 

Senin, 19 Mei 2014

Pengalaman para Santri di Negeri Barat



Judul Buku: Berguru ke Kiai Bule
Penulis: Sumanto Al-Qurtuby, dkk. 
Penerbit: Noura Books
Cetakan: I, 2013
Tebal: 275 Halaman

Selama ini, seolah ada asumsi pada sebagaian besar kalangan muslim Indonesia bahwa ilmu-ilmu keislaman hanya layak dipelajari di Timur-Tengah, seperti Mesir, Arab Saudi, dan negara-negara Arab lainnya yang pernah menjadi pusat kebudayaan Islam seperti Baghdad dan Qum.

Sedangkan negara-negara Barat di benua Eropa dan Amerika, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Jerman jangankan menjadi tempat studi Islam, bahkan gambaran umum umat Islam saat ini saja masih menganggap bahwa belahan dunia tersebut bukan merupakan tempat tinggal yang ideal bagi mereka.

Selasa, 13 Mei 2014

Menjelajahi Sejarah Panjang Prancis

Koran Sindo, 13 April 2014

Judul Buku: Paris; Sejarah yang Tersembunyi
Penulis: Andrew Hussey
Penerbit: Alvabet
Cetakan: I, Februari 2014
Tebal: 591 Halaman

Keanggunan arsitektur kota, keelokan para perempuannya, serta kehidupan gemerlap para bangsawan, demikian citra dan ilusi yang ditimbulkan Paris. Akan tetapi, ilusi paling kuat yang diciptakan oleh ibukota Prancis ini adalah sejarahnya.

Setidaknya demikian menurut berjudul lengkap Paris; Sejarah yang Tersembunyi ini. Ditulis oleh Andrew Hussey, buku ini berusaha memaparkan kisah Paris dari sudut pandang “kelas-kelas berbahaya”, sebuah istilah yang digunakan para sejarawan Prancis untuk mendeskripsikan unsur-unsur marginal dan subversif di kota ini yang catatan pengalamannya bertentangan dengan sejarah resmi. 

Sabtu, 12 April 2014

Jejak Sang Pendiri Tebu Ireng

Koran Sindo, 30 Maret 2014
 
Judul Buku: Guru Sejati Hasyim Asy’ari
Penulis: Masyamsul Huda
Penerbit: Pustaka Inspira
Cetakan: I, Maret 2014
Tebal: 267 Halaman

Tebu Ireng merupakan nama pesantren tua yang legendaris. Ribuan kiai dan santri telah dihasilkannya sejak lebih dari satu abad yang lalu kala pesantren ini didirikan. Tepatnya pada 26 Rabiul Awal 1317 H atau 5 Agustus 1899 oleh seorang ulama kharismatik bernama K.H. Hasyim Asy’ari, yang diberi gelar sebagai Hadharatussyaikh atau Maha Guru.

Namun siapa sangka, sebelum dikenal sebagai kampong santri tempat lahirnya organisasi keagaamaan terbesar di Nusantara, Nahdlatul Ulama, Tebu Ireng ketika masih bernama Kebo Ireng merupakan sebuah kawasan prostitusi, tempat judi, sabung ayam serta berbagai aktivitas amoral lainnya. Setidaknya demikianlah yang dikisahkan dalam buku berjudul Guru Sejati Hasyim Asy’ari ini.

Selasa, 18 Maret 2014

Penyimpangan Demokrasi di Amerika

Suara Merdeka, 18 Maret 2014

Judul Buku: Demokrasi; Ekspor Amerika Paling Mematikan
Penulis: William Blum

Penerbit: Bentang

Cetakan: I, 2013

Tebal: 460 Halaman

Demokrasi sejatinya merupakan sebuah sistem ideal yang dicita-citakan para filosof sejak era Yunani Kuno. Polybios, misalnya, dengan mengembangkan dari konsep Aristoteles ia berkeyakinan bahwa demokrasi merupakan sebuah sistem yang ditegakkan oleh rakyat untuk memperoleh keadilan setelah meruntuhkan oligarki.


Sayangnya, Polybios juga meramalkan bahwa lama-kelamaan demokrasi juga akan diwarnai kekacauan dan maraknya korupsi sehingga hukum menjadi sulit ditegakkan. Sehingga lahirlah sistem okhlokrasi di mana seorang yang kuat dengan menggunakan kekerasan dapat memegang pemerintahan.

Senin, 17 Maret 2014

Mengoptimalkan Bakat Memimpin dalam Diri

Koran Sindo, 9 Februari 2014

Judul Buku: Optimalkan The Leader in You
Penulis: E. Widijo Hari Murdoko

Penerbit: Elex Media Komputindo

Cetakan: I, 2013

Tebal: 220 Halaman


Keberadaan pemimpin sangat vital bagi kelangsungan suatu organisasi, perusahaan bahkan negara. Jika kualitas pemimpinnya bagus, maka ada harapan yang dipimpinnya akan menjadi berkualitas. Sebaliknya, jika dipimpin oleh seorang yang lemah dan tidak berkarakter maka organisasi, perusahaan bahkan negara tersebut akan kehilangan visi, atau yang biasa dikenal dengan autopilot.


Sosok pemimpin kerap menjadi magnet bagi lingkungan sekitarnya. Segala perbuatan dan gayanya cenderung diikuti. Bahkan, baru sebatas mengunakan atribut pakaian, aksesoris, perlengkapan hingga gaya berbicara sekalipun, jika yang melakukan adalah seorang pemimpin yang diidolakan tak urung ditiru oleh para pengagumnya.

Selasa, 11 Februari 2014

Sang Gandhi dari Indonesia

Pikiran Rakyat, 6 Februari 2014
 
Judul Buku: Hatta; Aku Datang Karena Sejarah
Penulis: Sergius Sutanto
Penerbit: Qanita
Cetakan: I, 2013
Tebal: 343 Halaman

Sepanjang Repubik Indonesia masih berdiri, namanya akan selalu dikenang sebagai salah satu dari dua penandatangan teks proklamasi kemedekaan yang dikumandangkan pada Jumat pagi 17 Agustus 1945. Pernyataan yang menegaskan tekad bangsa Indonesia untuk lepas dari cengkeraman para penjajah.

Sebuah impian yang pada awalnya dianggap utopis. Perjuangan yang tidak mudah bahkan nyaris mustahil, mengingat luasnya wilayah dan banyaknya suku bangsa yang harus disatukan dalam sebuah negara bangsa (nation state) yang berdaulat, plus minimnya fasilitas serta ketatnya pengawasan dan intimidasi pemerintah kolonial.

Jumat, 31 Januari 2014

Konsep Pendidikan sang Pendiri Taman Siswa

Koran Sindo, 19 Januari 2014

Judul Buku: Emong, Among, Pamong: Visi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara
Penulis: Bartolomeus Samho
Penerbit: Kanisius
Cetakan: I, 2013
Tebal: 115 Halaman

Nama aslinya adalah Soewardi Surjaningrat yang lahir pada hari Kamis Legi tanggal 2 Puasa 1818 atau tanggal 2 Mei 1889. Ayahnya adalah Kanjeng Pangeran Harjo Surjaningrat, putra dari Sri Paku Alam III dengan permaisuri kerabat keraton Yogyakarta. Dengan demikian, secara genealogis ia adalah seorang ningrat.

Akan tetapi, sosoknya dihormati oleh segenap lapisan masyarakat Indonesia sehingga tercatat dalam tinta emas sejarah bangsa bukan karena gelar akademis maupun alasan genealogis tersebut, melainkan karena integritas, totalitas, loyalitas dan komitmennya untuk memerdekakan bangsa dari berbagai situasi tiranik.

Sabtu, 11 Januari 2014

Potret Demokrasi di Indonesia

Koran Sindo, 12 Januari 2014
 
Judul Buku: Demokrasi dan Pemilu di Indonesia
Penulis: Janedjri M. Gaffar
Penerbit: Konstitusi Press
Cetakan: I, November 2013
Tebal: 228 Halaman

Tahun 2014 sering disebut banyak kalangan sebagai tahun politik. Alasannya, apalagi kalau bukan karena pada tahun ini digelar hajatan demokrasi bangsa Indonesia berupa Pemilihan Umum (Pemilu) yang menentukan nasib ribuan anggota legislatif dalam 12 partai politik nasional. Plus pemilihan Presiden Republik Indonesia beserta wakilnya periode 2014-2019.

Meski akhir-akhir ini dicibir banyak orang karena dianggap memakan ongkos politik yang tidak sedikit, Pemilu tetap menjadi keniscayaan bagi sebuah negara demokrasi modern. Selaras dengan Universal Declaration on Democracy yang diadopsi oleh Inter-Parliamentary Union pada 16 September 1997, yang menegaskan bahwa elemen kunci untuk menjalankan demokrasi adalah dengan cara menyelenggarakan Pemilu yang jujur dan adil secara berkala.