Senin, 17 Maret 2014

Mengoptimalkan Bakat Memimpin dalam Diri

Koran Sindo, 9 Februari 2014

Judul Buku: Optimalkan The Leader in You
Penulis: E. Widijo Hari Murdoko

Penerbit: Elex Media Komputindo

Cetakan: I, 2013

Tebal: 220 Halaman


Keberadaan pemimpin sangat vital bagi kelangsungan suatu organisasi, perusahaan bahkan negara. Jika kualitas pemimpinnya bagus, maka ada harapan yang dipimpinnya akan menjadi berkualitas. Sebaliknya, jika dipimpin oleh seorang yang lemah dan tidak berkarakter maka organisasi, perusahaan bahkan negara tersebut akan kehilangan visi, atau yang biasa dikenal dengan autopilot.


Sosok pemimpin kerap menjadi magnet bagi lingkungan sekitarnya. Segala perbuatan dan gayanya cenderung diikuti. Bahkan, baru sebatas mengunakan atribut pakaian, aksesoris, perlengkapan hingga gaya berbicara sekalipun, jika yang melakukan adalah seorang pemimpin yang diidolakan tak urung ditiru oleh para pengagumnya.


Pada dasarnya, sosok pemimpin tidak mesti berkaitan dengan posisi atau jabatan yang di sandang seseorang. Namun karena adanya pengaruh yang berdampak pada orang lain. Dengan kata lain, selama orang itu mempunyai sesuatu yang dapat digunakan untuk mempengaruhi dan menggerakkan orang lain untuk mencapai suatu tujuan, maka itulah pemimpin.


Setidaknya demikian menurut E. Widijo Hari Murdoko dalam buku berjudul Optimalkan The Leader in You ini. Pengaruh serta kredibilitas seorang pemimpin dapat diukur dari seberapa besar pengaruhnya dalam menggerakkan, mengarahkan, serta menentukan orang-orang di sekitarnya. Pemimpin tidak boleh mengeluh, karena justru dialah yang seharusnya menjadi sumber inspirasi dan solusi dalam memecahkan masalah.


Kemampuan mempengaruhi orang lain, sejatinya dimiliki oleh semua orang sebagai sebuah potensi yang harus digali dan diasah. Muldoko menawarkan enam sarana yang dapat diasah dan digunakan untuk mempengaruhi orang lain: kecerdasan intelektual, keterampilan teknis, karakter kepribadian, mempunyai hubungan, penguasaan informasi, serta posisi dan status sosial. (Halaman 18-25)


Besar kecilnya pengaruh seorang pemimpin dapat diperoleh melalui penguasaan atas keenam sarana di atas. Seorang pemimpin juga harus memiliki visi yang konkret dan jelas. sehingga sikap dan perilakunya menjadi terarah menuju apa yang konsepsikannya sejak awal.


Tanpa adanya visi, siapa pun dengan mudah akan terombang-ambing oleh keadaan. Terlebih bagi seorang pemimpin yang bertanggung jawab terhadap organisasi, perusahaan atau negaranya. Visi berperan sebagai kompas yang menentukan kemana tujuan akhir sebuah kebijakan. Sebuah impian, harapan, cita-cita maupun keinginan yang diidealkan akan menjadi kenyataan.


Aspek penting lain yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah kemampuan dalam hal manajerial. Dengan kemampuan manajerial yang dimiliki, seorang pemimpin dapat secara efektif memimpin kelompok dan anak buahnya. Kemampuan ini akan mendasari pemimpin dalam menentukan langkah-langkah yang harus diambil agar dapat mewujudkan visi yang sudah ditetapkan. (Halaman 73)


Keberadaan sebuah tim yang efektif dan mampu bekerja secara optimal juga turut mendukung kinerja seorang pemimpin untuk merealisasikan visinya. Kemampuan pemimpin dalam mengatur dan menghidupkan dinamika kelompok terutama potensi setiap anggota kelompok diuji.


Selain itu, kemampuan mengelola konfik juga harus dimiliki seorang pemimpin mengingat konflik merupakan hal yang biasa ditemui dalam sebuah organisasi. Konflik yang tidak dikelola secara efektif akan menjadi salah satu pemicu munculnya bibit-bibit perpecahan yang mungkin akan muncul. Perbedaan karakter, kepentingan nilai, serta tidak berjalannya komunikasi secara baik merupakan beberapa penyebabnya.


Namun, munculnya konflik juga justru dapat mengakibatkan sesuatu yang konstruktif apabila dari konflik ini membuat kehidupan kelompok menjadi berkembang. Hal ini dapat terjadi jika pemimpin dan anggota kelompok memiliki kesadaran yang tinggi untuk mencari penyebab terjadinya konflik dan berkomitmen untuk mengelola serta menyelesaikannya dengan baik. (Halaman 114)


Oleh karenanya, seorang pemimpin juga harus seorang komunikator yang efektif, yang mampu berkomunikasi dengan siapa pun baik anak buah, atasan, rekan kerja maupun pelanggan. Sebagai seorang komunikator tugasnya tidak hanya menyampaikan pesan, informasi, perintah, ataupun instruksi saja. Lebih dari itu, efektivitasnya ditentukan oleh sejauh mana orang-orang di sekitarnya segera mengeksekusi apa yang disampaikannya.


Melalui kehadiran buku setebal 220 halaman ini, Murdoko berharap lahirnya para pemimpin yang memiliki kesadaran untuk melakukan identifikasi terhadap dirinya sendiri dan mendefinisikan ulang perannya. Pemimpin yang berhasil dan berdampak positif adalah apabila kehadirannya selalu dirindukan dan dapat diandalkan orang lain.


Sebagaimana diakui penulisnya, buku ini bukanlah satu-satunya buku yang membahas tentang leadership. Buku ini bukan pula sebuah buku yang berisikan hal-hal hebat dan luar biasa. Buku ini berisi hal-hal biasa saja tetapi, menurutnya, apabila kita dapat memunculkan keseriusan maka akan mendatangkan sesuatu yang luar biasa.   


Terdiri dari sembilan bab dan dalam setiap babnya Murdoko selalu menyertakan kuesioner, skala penilaian dan komitmen pengembangan sehingga pembaca dapat menguji langsung semua teori yang telah dibacanya serta mengukur berapa banyak perubahan yang terjadi pada dirinya untuk menjadi seorang pemimpin.  



 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar