Rabu, 30 Maret 2016

Jejak Kehidupan Manusia Terpilih

Kabar Madura, 16 Maret 2016

Judul Buku: Atlas Jejak Agung Muhammad saw.; Merasakan Situasi Kehidupan Nabi
Penulis: Syauqi Abu Khalil
Penerbit: Noura Books
Cetakan: I, 2015
Tebal: 217 Halaman

Dalam tradisi Arab, seseorang atau sesuatu yang dianggap memiliki keistimewaan sehingga mendapat penghormatan yang lebih selalu dilekati dengan banyak nama dan julukan. Hal ini berlaku pula kepada sosok Muhammad saw., seorang nabi terakhir yang diutus Tuhan kepada seluruh umat manusia yang lahir di tengah bangsa Arab.
 
Muhammad mendapat julukan antara lain; Al-Amin (Yang Jujur), Hadi (Pemberi Petunjuk), Khatam Al-Nabiyyin (Penutup Para Nabi), Musthafa Al-Mukhtar (Sang Pilihan Utama), Al-Siraj Al-Munir (Pelita yang Menerangi), dan lain sebagainya. Semua julukan tersebut selain sebagai bentuk penghormatan, sekaligus menggambarkan perilaku dan sifat yang dimiliki Nabi. 

Jumat, 26 Februari 2016

Islam di Persimpangan Jalan

Koran Tempo, 21 Februari 2016
 
Judul Buku: Krisis Peradaban Islam; Antara Kebangkitan dan Keruntuhan Total
Penulis: Ali A. Allawi
Penerbit: Mizan
Cetakan: I, Desember 2015
Tebal: 485 Halaman

Pasca-runtuhnya menara World Trade Center (WTC) lima belas tahun lalu, setiap kali terjadi aksi terorisme di seluruh penjuru dunia hampir semua telunjuk secara serta-merta mengarah ke Islam. Tuduhan yang tidak berlebihan, mengingat radikalisme agama dewasa ini sepertinya dimonopoli oleh kaum muslim, setidaknya demikian kata media massa. 

Sebagai sebuah agama yang dianut oleh dua milyar penduduk Bumi, Islam memang tengah menghadapi sebuah tantangan besar di abad ini. Peradabannya yang besar dan sempat menjadi mercusuar dunia, kini menjadi sebuah periferi yang eksistensinya laiknya artefak kuno di sebuah museum; hanya dilihat dan dipelajari untuk sekedar dikenang.

Rabu, 24 Februari 2016

Fragmen Agung Kehidupan Sang Nabi

Gatra, 13 Februari 2016
 
Judul Buku: The Great Episodes of Muhammad saw.
Penulis: Dr. Al-Buthy
Penerbit: Noura Books
Cetakan: I, 2015
Tebal: 780 Halaman

Rabi’ul Awwal merupakan salah satu bulan istimewa dalam Islam. Pada bulan ini, lahir sosok manusia teragung sepanjang zaman. Pembawa risalah kenabian yang terakhir dari Tuhan bernama Muhammad bin Abdullah. Karenanya, bulan ini juga biasa disebut dengan nama bulan maulid (mulud) yang secara harfiah berarti bulan kelahiran.

Kisah hidupnya sangat penting dalam Islam karena perilakunya adalah perwujudan dari kitab suci al-Qur’an. Bahkan, hampir seluruh ayat yang terdapat di dalamnya merupakan respons atas peristiwa yang terjadi terkait dengan kehidupan sang Nabi, atau dalam khazanah ulumul qur’an disebut sebagai asbabun nuzul.

Rabu, 03 Februari 2016

Membongkar Kebohongan-kebohongan Terbesar dalam Sejarah

Koran Sindo, 24 Januari 2016
 
Judul Buku: Kebohongan Sejarah yang Menggemparkan
Penulis: Majdi Husain Kamil
Penerbit: Mizania
Cetakan: I, Desember 2015
Tebal: 514 Halaman

Peristiwa runtuhnya dua menara World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001 hingga kini masih diyakini sebagian besar orang, dilakukan oleh kelompok teroris Al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden. Demikian pula informasi dan propaganda melalui media massa yang disebarkan oleh pemerintah Amerika Serikat, terutama George W. Bush, yang menjadi presiden kala itu.

Padahal, otak dibalik peristiwa yang kemudian menjadi alasan Amerika untuk menginvasi Irak dan Afganistan sekaligus mengkampanyekan perang melawan teror ke seluruh penjuru dunia tersebut adalah pemerintah Amerika sendiri dengan badan intelejennya (CIA) serta Mossad, lembaga intelejen Israel. 

Rabu, 27 Januari 2016

Fikih Kebangsaan Muhammadiyah

Harian Nasional, 23 Januari 2016
 
Judul Buku: Fikih Kebinekaan; Pandangan Islam Indonesia Tentang Umat, Kewargaan, dan Kepemimpinan Non-Muslim
Penulis: Wawan Gunawan Abd. Wahid, dkk. (Ed.)
Penerbit: Mizan & Maarif Institute
Cetakan: I, 2015
Tebal: 360 Halaman

Bhinneka Tunggal Ika, dengan Burung Garuda, telah disepakati sebagai lambang dan sasanti bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Falsafah yang dinukil dari Sutasoma karya Mpu Tantular pada tujuh abad silam itu, menekankan pentingnya keragaman (Bhinneka) sebagai realitas yang harus diterima dan dijaga dalam harmoni (Tunggal Ika).

Sebagai pewaris sebagian wilayah Majapahit, era sang Mpu hidup, Indonesia kini juga merupakan negara dengan aneka budaya, ribuan pulau, dan etnis yang tersebar di seantero penjuru wilayahnya. Bukan hanya itu, Indonesia juga telah lama menjadi kuala penyerbukan silang budaya dan peradaban dunia. 

Sabtu, 28 November 2015

Dua Gus, Satu Kiai

Koran Sindo, 29 November 2015

Judul Buku: Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus
Penulis: K.H. Husein Muhammad
Penerbit: Noura Books
Cetakan: I, Oktober 2015
Tebal: 179 Halaman

Raga KH. Abdurrahman Wahid memang sudah lama pergi meninggalkan keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mencintainya. Namun pemikiran, sikap, pengalaman, hingga humornya akan senantiasa terus hidup di benak semua orang.

Gus Dur, demikian ia biasa dipanggil, memang sosok nyentrik langka tanding. Dia bukan hanya seorang kiai yang pintar memintal dalil agama dengan aneka referensi dan mantan pemimpin sebuah organisasi keagamaan terbesar sedunia, namun juga sosok negarawan, budayawan, intelektual, pembela kaum minoritas, mantan Presiden RI hingga produsen berbagai lelucon yang menyegarkan pemecah kebekuan.

Rabu, 25 November 2015

Kiprah Muslim di Pentas Sejarah

Harian Nasional, 21-22 November 2015
 
Judul Buku: Ensiklopedia Tokoh Muslim
Penulis: Ahmad Rofi’ Usmani
Penerbit: Mizan
Cetakan: I, 2015
Tebal: 678 Halaman

Sejak diwartakan oleh Muhammad saw. lebih dari empat belas abad yang lalu, Islam kini telah menjadi salah satu agama dengan jumlah pemeluk terbesar di dunia. Pada tahun 2015 setidaknya dua milyar orang di planet Bumi mengaku berkeyakinan sesuai dengan agama yang lahir di jazirah Arab ini.  Jumlah tersebut menjadi angka terbanyak kaum muslim dalam satu kurun waktu.

Ironisnya, dengan jumlah populasi yang sedemikian besar, kondisi umat Islam saat ini mayoritas berada di periferi pentas dunia. Secara ekonomi, mayoritas kaum muslim hanyalah konsumen dari banjir produk kapitalisme. Secara politik, jangankan memiliki sebuah kesamaan sikap atas beragam persoalan yang menghimpit, mereka malah sibuk bertikai hingga berperang antar sesama.