Senin, 25 Mei 2015

Mengatasi Stres Pada Kaum Remaja

Koran Jakarta, 22 Mei 2015
 
Judul Buku: Panduan Mengatasi Stres Bagi Remaja
Penulis: Nicola Morgan
Penerbit: Gemilang
Cetakan: I, Januari 2015
Tebal: 310 Halaman

Ujian Nasional (UN) telah dihadapi para siswa yang berada di kelas IX dan XII. Meski bukan lagi menjadi parameter kelulusan sekolah, namun keberadaan UN dapat dipastikan memiliki dampak tersendiri bagi psikologi sebagian para siswa. Salah satu efek yang laten ditimbulkannya adalah stres.

Meski merupakan gejala umum yang dapat menghinggap siapa saja dan pada usia berapa saja, namun stres pada remaja tetap menjadi rentan mengingat pada fase ini merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Akan tetapi, stres pada remaja bukan lagi sebuah momok yang tidak dapat diatasi.

Buku berjudul Panduan Mengatasi Stres Bagi Remaja ini, menawarkan sebuah teknik bagi para remaja dalam mengatasi stres sekaligus mengenali gejalanya sedari dini sehingga tidak berkembang menjadi stres yang sulit diatasi. Ditulis oleh Nicola Morgan, seorang penulis yang juga produktif menjadi pembicara internasional untuk masalah-masalah remaja.

Terkadang gejala stres dapat terlihat secara jelas, seperti; gelisah, mudah panik, selalu khawatir, dan sulit untuk tidur atau merasa sulit berkonsentrasi karena selalu resah memikirkan sesuatu. Penyebabnya bisa berbagai macam, namun secara garis besar penulis membaginya ke dalam dua kelompok; pentas kehidupan dan keadaan otak.

Beberapa persoalan yang kerap menyebabkan stres pada remaja dalam pentas kehidupan, selain ujian nasional, adalah pengetahuan yang bertambah luas mengenai dunia tapi tidak memiliki kemampuan untuk menempatkan sesuatu dalam perspektif yang seharusnya dilakukan oleh seorang dewasa. Tekanan untuk menarik perhatian teman-teman sebaya, menginginkan kesempurnaan dan kesuksesan seperti sosok yang diidolakan, takut akan masa depan, dan lain sebagainya. (Halaman 20-22)

Sedangkan stres yang berkaitan dengan keadaan otak remaja adalah; kesulitan untuk mengendalikan emosi, mengambil risiko yang “buruk” terutama yang melibatkan teman atau kelompok, merasa sangat malu akan hal-hal yang menurut orang dewasa tidak terlalu memalukan, gangguan tidur, serta depresi.

Emosi yang kuat dan selalu berubah merupakan hal yang biasa selama masa remaja. Perubahan suasana hati mereka bisa sangat dramatis dan rasanya di luar kendali. Keadaan ini dapat membuat para remaja yang mengalaminya menjadi tidak enak dengan diri sendiri dan menimbulkan ketakukan akan selalu seperti itu keadaannya.

Masa remaja juga sering kali merupakan masa yang penuh emosi yang luar biasa, yaitu perasaan yang pada kemudian hari tampak agak tidak masuk akal. Kunci untuk mengelola masa-masa sulit dan emosional dalam hidup adalah dengan mengakui bahwa kita perlu beristirahat, menenangkan diri, dan meletakkan perasaan kita pada tempatnya.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres, baik hal kecil maupun besar. Misalnya minum segelas air putih, makanlah kue jika merasa lapar, pasang musik yang keras, meditasi atau latihan konsentrasi selama beberapa menit, berjalan-jalanlah atau jogging, berbaring di rumput, baca majalah, menulis pesan yang positif untuk teman, makan coklat dalam jumlah yang tidak banyak, dan mengisi teka-teki silang. (Halaman 238)

Untuk manfaat yang lebih besar dalam menangani stres, sediakanlah waktu selama tiga puluh menit setiap harinya untuk melakukan segala sesuatu hanya bagi diri sendiri. Terpenting, hal yang dilakukan tersebut dianggap menarik, seperti; pergi ke kafe, berendam, membaca buku yag menyenangkan. Nonton tv atau film, dan ain sebagainya.

Berolahraga atau latihan fisik juga merupakan strategi yang sangat baik dan dianjurkan untuk mengatasi stres. Selain menyehatkan jantung dan paru-paru, manfaat yang lainnya adalah olahraga menghasilkan zat kimia yang disebut endorfin, atau zat kimia kegembiraan. Endorfin adalah pereda sakit yang dihasilkan oleh tubuh yang bertugas meredakan sakit fisik maupun jiwa.

Kehadiran buku setebal tiga ratus sepuluh halaman ini, ditujukan terutama untuk para remaja yang merasa sendirian. Para remaja yang merasa bahwa peralihan dari anak kecil yang dilindungi menjadi orang dewasa yang mandiri sebagai peristiwa yang gelap dan sulit. Sehingga mereka tidak jarang mengambil langkah-langkah yang keliru dalam mengatasinya.

Meski demikian, sebagai sebuah buku berisikan panduan komprehensif yang menghadirkan solusi-solusi jitu untuk beragam permasalahan yang menghinggap kalangan remaja sekaligus dalam mengendalikan mental mereka, buku ini sangat berguna bagi semua kalangan. Terutama para guru yang selalu berinteraksi setiap hari dengan para siswa remaja.        
    



Tidak ada komentar:

Posting Komentar