Sabtu, 23 Mei 2015

Menggugat Gagasan Khilafah

Jateng Pos, 17 Mei 2015

Judul Buku: Kontroversi Khilafah; Islam, Negara, dan Pancasila
Penulis: Komaruddin Hidayat (ed.)
Penerbit: Mizan
Cetakan: I, Desember 2014
Tebal: 279 Halaman

Wacana Islam kontemporer nampaknya selain dimonopoli oleh isu radikalisme agama, pula menyoal relasi Islam dan kekuasaan. Lebih konkret lagi, seputar pembentukan Negara Islam atau khilafah islamiyah. Meski telah lama menghantui, akan tetapi isu tersebut seakan menemukan momentumnya justru pada abad 21 ini.

Sebagai sebuah gagasan romatisisme, rumusan konsep pengusung khilafah selalu menjadikan masa lalu sebagai acuannya. Padahal sejarah juga membuktikan bahwa sistem khilafah hampir tidak pernah benar-benar mempersatukan umat Islam, namun masih diyakini para pendukungnya sebagai solusi atas beragam permasalahan umat yang dimandatkan Tuhan.

Tidaklah mengherankan jika kemudian lahirlah berbagai kelompok yang menjadikan khilafah sebagai menu utama jualannya, atau setidaknya menggunakan idiom khilafah sebagai legitimasi atas kekuasaan yang diperoleh. Sebut saja misalnya; Taliban di Afganistan, Al-Qaeda, dan yang terbaru kelompok yang dikomando oleh Abu Bakar Al-Baghdadi bernama ISIS, akronim dari Islamic State of Iraq and Syiria.

Dalam konteks Indonesia, pasca-runtuhnya rezim Orde Baru pada 1998, suara-suara yang mendesakkan kehendak untuk tegaknya ideologi khilafah diwakili secara konsisten oleh kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Uniknya, yang terdengar di telinga publik hanyalah sekedar keriuhan belaka, namun secara konsep masih terkesan simpang siur.

Terlebih jika kita telusuri tulisan tiga belas pemikir Indonesia yang concern dengan isu-isu Islam dan politik dalam buku berjudul Kontroversi Khilafah; Islam, Negara, dan Pancasila ini. Betapa wacana khilafah hanyalah sebuah utopia yang bahkan tidak memiliki pijakan sejarah di masa lalu secara kokoh serta landasan normatif yang meyakinkan.

Para penggagas khilafah sendiri, menurut Azyumardi Azra, sejak dari zaman Jamaluddin Al-Afghani, Abdurrahman Al-Kawakibi, Abu Al-A’la Al-Mawdudi, Taqiyuddin Al-Nabahani sampai Ismail Al-Faruqi tak hanya banyak berbeda dalam konsep dan praksis khilafah, tapi juga bertolak belakang satu sama lainnya. (Halaman 238)

Istilah “khilafah” berasal dari kata khalifah, merujuk pada sosok manusia sebagai wakil Tuhan di bumi dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 30. Para ulama menafsirkan, tugas khalifah adalah memakmurkan kehidupan di muka bumi, bukan menegakkan khilafah. Apalagi dengan pemaksaan dan kekerasan.     

Nadirsyah Hosen bahkan secara tegas menyatakan bahwa mendirikan khilafah tidaklah wajib. Menurut Rais Syuriah Nahdlatul Ulama Cabang Istimewa Australia dan Selandia Baru ini, yang diwajibkan agama adalah memiliki pemimpin, yang dahulu disebut khalifah, kini bebas mau disebut ketua RT, kepala suku, presiden, perdana menteri, dll.

Lebih jauh, ia bahkan melakukan uji kualitas terhadap sanad hadis yang selama ini dijadikan dalil oleh para pengusung khilafah. Hasilnya, hadis yang biasa mereka sebut sebagai khilafah ala minhaji al-nubuwwah tersebut hanya diriwayatkan dalam Musnad Ahmad. Sehingga “kelemahan” sanadnya tidak bisa ditolong. (Halaman 153) 

Senada dengan Nadirsyah, Akhmad Sahal dengan mengkaji beragam kitab fiqh politik mulai dari Al-Ahkam Al-Sulthaniyyah karya Abu Hasan Ali Al-Mawardi, pemikiran Imam Al-Baghdadi, Imam Al-Juwayni, hingga Ibnu Taimiyah menghasilkan kesimpulan bahwa ternyata para ulama tersebut tidak ngotot untuk mempertahankan visi normatif-ideal tentang khilafah ketika kenyatan politik tidak memungkinkan lagi untuk itu.

Mereka memahami kewajiban menegakkan khilafah secara kontekstual. Konsep khilafah, yang sedari awal sebenarnya juga tidak tunggal, dalam praktiknya mengalami sejumlah modifikasi. Bahkan ketika institusi khilafah lenyap, ulama pun mau tak mau berdamai dengan kenyataan, dalam arti mereka merumuskan tata politik Islam dengan bertolak dari apa yang mungkin, bukan yang seharusnya.

Pemutlakan terhadap penegakan khilafah pada gilirannya membuat para pengusungnya tidak lagi memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang merupakan instrumen (khilafah) dan mana yang merupakan tujuan (pemerintahan yang adil). Padahal dengan lebih menekankan pentingnya pemerinntahan yang adil, apa yang kita ambil dari Al-Qur’an dan Hadis bukan sekedar abunya, melainkan api dan nyalanya. (Halaman 67)

Hadir sebagai respons terhadap gagasan untuk mendirikan Negara Islam dan kekhlaifahan yang berembus dari wilyah Timur Tengah menjalar ke Nusantara. Buku ini secara singkat menyajikan analisis awal mula munculnya kekhalifahan dalam sejarah Islam yang dimulai sejak sepeninggal Rasulullah yang kemudian mengalami perubahan karakternya.

Haidar Bagir, Akhmad Sahal, Zuhairi Misrawi, Masdar Faried Mas’udi, Ahmad Najib Burhani, Komaruddin Hidayat, Nardisyah Hosen, Fajar Riza Ul Haq, M Amin Abdullah, Trias Kucahyono, Azyumardi Azra, dan, Yudi Latif secara meyakinkan menghadirkan beragam pandangan dan perpektif atas wacana khilafah.

Dengan menggunakan berbagai literatur sebagai landasan pemikirannya, para ulama kontemporer ini secara meyakinkan mampu membongkar topeng khilafah yang selama ini didengungkan oleh sekelompok orang sebagai satu-satunya solusi bagi segudang umat Islam dewasa ini.

Pembahasan buku yang dihimpun oleh Komaruddin Hidayat ini ditutup dengan melihat sejarah dan kondisi objektif umat Islam Indonesia yang lahir dan tumbuh dalam rumah besar Indonesia, yang justru terbentuk dari sekian banyak kesultanan yang pernah ada melebur mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia.   

2 komentar:

  1. WILAYAH KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

    Bismillahir Rahmanir Rahiim

    MARKAS BESAR ANGKATAN PERANG
    KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU
    MENERBITKAN SURAT SECARA RESMI
    NOMOR : 1436H-RAJAB-02

    PETA ASAL WILAYAH
    KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

    Maha Suci Allah yang di tangan-Nya Kekuasaaan Pemerintahan atas segala
    sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
    Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala Kerajaan, dan Dia Maha
    Kuasa atas segala sesuatu,
    Wahai Rabb Pemilik Kerajaan Langit dan Bumi maupun Kerajaan yang Ada
    diantara Keduanya, Sesunggunya Engkau Maha Kuasa atas Segala Sesuatu yang Engkau Kehendaki.

    Wahai Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
    Hamba memohon Ampun dan Kasih Sayang-Mu,
    Kami Hamba-Mu yang Dhoif Mohon Izin untuk melakukan Ijtihad Syiasah

    Allaahumma sholli alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad kamaa shol
    laita alaa aali Ibroohiim ,
    wa baarik alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad kamaa baarokta alaa aali
    Ibroohiim fil aalamiina innaka hamiidum majiid.

    Pada Hari Ini Hari Isnain 1 Rajab 1436H
    1. Kami sampaikan Kabar Gembira bahwa Asal Mula wilayah
    Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu adalah dari Sabang hingga
    Maurake

    2. Wilayah Negeri dari Sabang hingga Mauroke yang dihuni oleh Umat
    Islam yang Sholeh-sholeh kami beri Namanya sesuai dengan Hadist
    Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam Menjadi Wilayah Negeri Syam.

    3. Peta Wilayah Indonesia Kami Hapus diganti dengan Nama Wilayah Syam (Negeri
    Ummat Islam Akhir Zaman)

    4. RI bubar dan Hilang, Berganti Nama Organisasi Penyamun Indonesia (OPI)

    Kepada para Alim Ulama cerdik cendikia Islam, Mari bersama-sama kita
    tegakkan Islam dan menjadikan AlQuran dan As Sunnah Rasulullah SAW
    menjadi satu-satunya sumber hukum yang berkuasa di Wilayah Syam.

    Umat Islam tidak layak untuk hidup tentram di-RI,
    RI adalah bagian dari Negara Zionis Internasional, Negara Dajjal.

    Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah (Melayu) menghimbau melalui
    Aqidah Islam bahwa Semua Negara binaan Dajjal adalah Jibti dan Thagut
    yang harus dihancurkan, bukan menjadikannya tempat bernaung dan merasa
    hidup tentram di dalamnya sampai akhir hayat.

    Akhir Zaman adalah Masa-nya seluruh umat islam harus berperang melawan
    Zionis Internasional yang di Komandoi Israel. Waktu akan kian mendekat
    Maka Umat Islam secara terpaksa atau secara ikhlas menjadi dua
    gelombang besar wala kepada Zionis atau wala kepada Islam.

    Bila Umat Islam yang berada di Wilayah Negeri Syam ridha pasrah dan
    tunduk dibawah Tekanan OPI (organisasi Penyamun Indonesia), maka
    bersiaplah menjadi negeri yang mengerikan.

    Dan betapa banyak penduduk negeri yang mendurhakai perintah Tuhan
    mereka dan Rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan
    hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan.
    (Qs. At-Thalaq :8)

    Dan demikianlah Kami jadikan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat
    yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan
    mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka
    tidak menyadarinya. (Qs. Al-an am : 123)

    Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-
    negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat
    pedih lagi keras. (Qs. Huud:102)

    Dan berapa banyak penduduk negeri yang zalim yang teIah Kami
    binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain sebagai
    penggantinya. (Qs. Al-Anbiyaa:11)


    Hai orang-orang beriman, perangilah orang-orang Kafir (OPI) yang ada
    disekitar kamu, hendaklah mereka merasakan keganasan darimu,
    ketahuilah Allah bersama orang-orang yang bertaqwa (Qs. At-Taubah:123)

    ..dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun
    memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta
    orang-orang yang bertakwa. (Qs. At-Taubah:36)

    PANGLIMA PERANG PASUKAN KOMANDO PANJI HITAM
    Kolonel Militer Syuaib Bin Sholeh
    angsahitam@inbox.com

    BalasHapus
  2. IMAM MAHDI MENYERU:
    BENTUKLAH PASUKAN FI SABILILLAH DISETIAP DESA
    SAMBUTLAH UNDANGAN GUBERNUR MILITER ISLAM

    Untuk para Rijalus Shaleh dimana saja kalian berada,
    bukankah waktu subuh sudah dekat? keluarlah dan hunuslah senjata kalian.

    Firman Allah: at-Taubah 38, 39
    Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu jika dikatakan orang kepadamu: “Berperanglah kamu pada jalan Allah”, lalu kamu berlambat-lambat (duduk) ditanah? Adakah kamu suka dengan kehidupan didunia ini daripada akhirat? Maka tak adalah kesukaan hidup di dunia, diperbandingkan dengan akhirat, melainkan sedikit
    sekali. Jika kamu tiada mahu berperang, nescaya Allah menyiksamu dengan azab yang pedih dan Dia akan menukar kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tiada melarat kepada Allah sedikit pun. Allah Maha kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

    Firman Allah: al-Anfal 39
    Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi, dan jadilah agama untuk Allah.

    Peraturan dan undang-undang ciptaan manusia itu adalah kekufuran, dan setiap kekufuran itu disifatkan Allah sebagai penindasan, kezaliman, ancaman, kejahatan dan kerusakan kepada manusia di bumi.

    Allah Memerintahkan Kami untuk menghancurkan dan memerangi Pemerintahan dan kedaulatan Sekular-Nasionalis-Demokratik-Kapitalis yang mengabdikan manusia kepada sesama manusia karena itu adalah FITNAH

    Firman Allah: al-Hajj 39, 40
    Telah diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, disebabkan mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk menolong mereka itu. Iaitu
    orang-orang yang diusir dari negerinya, tanpa kebenaran, melainkan karena mengatakan: Tuhan kami ialah Allah

    Firman Allah: an-Nisa 75
    Mengapakah kamu tidak berperang di jalan Allah untuk (membantu) orang-orang tertindas. yang terdiri daripada lelaki, perempuan-perempuan dan kanak-kanak .
    Dan penindasan itu lebih besar dosanya daripada pembunuhan(al-Baqarah 217)

    Firman Allah: at-Taubah 36, 73
    Perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagai mana mereka memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahawa Allah bersama orang-orang yang taqwa. Wahai Nabi! Berperanglah terhadap orang-orang kafir dan munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka.

    Firman Allah: at-Taubah 29,
    Perangilah orang-orang yang tidak beriman, mereka tiada mengharamkan apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan tiada pula beragama dengan agama yang benar, (iaitu) diantara ahli-ahli kitab, kecuali jika mereka membayar jizyah dengan tangannya sendiri sedang mereka orang yang tunduk..

    Bentuklah secara rahasia Pasukan Jihad Perang setiap Regu minimal dengan 3 Anggota maksimal 12 anggota per desa / kampung.
    Siapkan Pimpinan intelijen Pasukan Komando Panji Hitam secara matang terencana, lakukan analisis lingkungan terpadu.

    Apabila sudah terbentuk kemudian Daftarkan Regu Mujahid
    ke Markas Besar Angkatan Perang Pasukan Komando Bendera Hitam
    Negara Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

    Mari Bertempur dan Berjihad dalam Naungan Pemerintah Khilafah Islam, berpalinglah dari Nasionalisme (kemusyrikan)

    Masukan Kode yang sesuai dengan Bakat Karunia Allah yang Antum miliki.

    301. Pasukan Bendera Hitam
    Batalion Pembunuh Thogut / Tokoh-tokoh Politik Musuh Islam

    302. Pasukan Bendera Hitam Batalion Serbu
    - ahli segala macam pertempuran
    - ahli Membunuh secara cepat
    - ahli Bela diri jarak dekat
    - Ahli Perang Geriliya Kota dan Pegunungan

    303. Pasukan Bendera Hitam Batalion Misi Pasukan Rahasia
    - Ahli Pelakukan pengintaian Jarak Dekat / Jauh
    - Ahli Pembuat BOM / Racun
    - Ahli Sandera
    - Ahli Sabotase

    304. Pasukan Bendera Hitam
    Batalion Elit Garda Tentara Khilafah Islam

    305. Pasukan Bendera Hitam Batalion Pasukan Rahasia Cyber Death
    - ahli linux kernel, bahasa C, Javascript
    - Ahli Gelombang Mikro / Spektrum
    - Ahli enkripsi cryptographi
    - Ahli Satelit / Nuklir
    - Ahli Pembuat infra merah / Radar
    - Ahli Membuat Virus Death
    - Ahli infiltrasi Sistem Pakar

    email : seleksidim@yandex.com atau
    email : angsahitam@inbox.com

    BalasHapus