Selasa, 13 November 2012

Gagasan Pengubah Dunia

Judul Buku: 50 Gagasan Luar Biasa yang Mengubah Dunia
Penulis: John Farndon
Penerbit: Gramedia
Cetakan: I, Desember 2011
Tebal: 383 Halaman

Tak ada teknologi yang memiliki dampak begitu mendalam dan seketika pada banyak orang seperti internet. Sekitar 2 miliar orang, sepertiga jumlah penduduk dunia, menggunakan internet, dan jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan semakin menyebarnya produk teknologi.

Selain itu, jumlah waktu yang dihabiskan orang untuk berselancar di dunia maya ini juga semakin meningkat, sehingga internet mengisi bagian besar waktu terjaga kebanyakan orang. Aksesnya pun kian mudah, jika dulu harus menggunakan perangkat computer yang besar, kini hanya menggunakan hand phone pribadi sudah bisa langsung “online”.   

Saking besarnya dampak internet terhadap perubahan dunia, tidak mengherankan jika John Farndon kemudian memasukkannya sebagai gagasan nomor pertama mengubah dunia dalam buku berjudul lengkap 50 Gagasan Luar Biasa yang Mengubah Dunia ini. Internet adalah perkembangan terpenting dalam komunikasi manusia sejak penemuan tulisan.    

Selain internet, terdapat 49 gagasan yang dianggap penting dalam membentuk pengalaman manusia tentang dunia, serta memberikan pilihan agar kehidupan bisa menjadi lebih baik atau buruk. Sebuah gagasan yang diyakini mampu mengubah kepercayaan dan harapan manusia untuk masa depan. Tiap-tiap gagasan menjadi penting dan berpengaruh besar pada kemanusiaan, entah buruk maupun baik.

Gagasan-gagasan seperti penghapusan perbudakan serta feminisme, misalnya,  merupakan usaha-usaha yang penting untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Sedangkan gagasan-gagasan seperti demokrasi dan kapitalisme telah memberikan prinsip-prinsip dasar yang mendukung bagaimana cara masyarakat dikelola.   

Keberadaan 50 gagasan dalam buku ini, ditentukan oleh para juri terkemuka, misalnya; seorang penulis lepas bernama Philip Ball, seorang Antropolog bernama Merryl Wyn Davies, seorang Psikolog Akademis bernama Cordelia Fine, seorang Profesor Sosiologi bernama Steve Fuller, Professor Sastra Inggris bernama Nick Groom, penulis bernama Ziauddin Sardar, dan banyak nama beken lainnya.

Buku ini, sebagaimana diakui penulisnya, tidak bermaksud untuk secara tegas mendefinisikan arti gagasan “besar”, bahkan tidak juga bermaksud menjelaskan apa itu “gagasan”. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika gagasan yang tersebar dalam buku ini memang sengaja disusun secara tidak beraturan. Meskipun diberi penomeran oleh penulis.

Dengan menyertakan penjelasan latar belakang munculnya sebuah gagasan serta akibat-akibat yang ditimbulkan bagi dunia serta argumentasi yang menyertainya, nampaknya tujuan utama penulisan buku setebal tiga ratus delapan puluh tiga halaman ini adalah sekedar untuk memperovokasi pembaca untuk melahirkan pemikiran-pemikiran baru.
 
Meski demikian, terdapat banyak referensi serta catatan kaki di sepanjang halaman di dalamnya, sehingga keberadaan buku ini mampu memberikan bahan yang cukup bagi pembaca untuk memulai memikirkan apa yang seharusnya benar-benar dianggap penting dan layak dipikirkan, dan tidak menyia-nyiakan waktu dan pikiran untuk hal-hal yang tidak berguna bagi kemanusiaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar