Sabtu, 26 Januari 2013

Kronik Revolusi Bolshevik

Jurnal Nasional, 27 Januari 2013

Judul Buku: Stalin Muda
Penulis: Simon Sebag Montefiore
Penerbit: Alvabet
Cetakan: I, 2012
Tebal: 587 Halaman

Abad 20 merupakan abad para pembunuh. Jutaan nyawa manusia melayang, dan darah manusia membanjir menggenang. Di daratan Eropa, tiga nama yang menjadi ikon kekejaman pada masa itu; Lenin, Stalin dan Hitler. Nama-nama tersebut selamanya akan dikaitkan dengan arah tragis sejarah Eropa pada paruh pertama abad 20. 

Ketiganya merupakan diktator Soviet dan Nazi, produk perubahan struktural yang dipicu oleh Perang Dunia I. Sebelum 1914, mereka hanyalah orang biasa yang sama sekali tidak berpeluang memasuki kancah politik. Namun, begitu “monster perang” dikobarkan, krisis sosial politik yang menerpa Eropa membuka peluang bagi para radikal dan utopis ini.

Ketiganya berhasil membentuk kekuasaan yang sifatnya sangat personal. Terlebih, sosok Lenin dan Stalin dianggap sukses menciptakan system idiosinkratik Uni Soviet berdasarkan gambaran mereka mengenai sebuah lingkaran elite kecil konspirator sebelum era revolusi.   

Buku berjudul lengkap Stalin Muda; Dari Anak Tukang Sepatu Menjadi Pemimpin Besar Dunia ini, merekam kiprah salah satu diantara ketiga tokoh tersebut, Stalin. Sebagaimana tertera pada judulnya, karya ini hanya membatasi kiprah Stalin semasa kecil hingga beranjak dewasa serta kiprahnya dalam revolusi, namun tidak ketika ia berkuasa. 

Masa muda Stalin memang menarik sekaligus misterius. Kebanyakan orang mengenalnya sebatas pemimpin Soviet yang mampu memukul mundur pasukan Nazi, serta sosok otoritarian nan kejam yang tak segan untuk membantai jutaan manusia yang memiliki ideologi yang berseberangan dengannya. Padahal, ia meniti jalan panjang agar dapat berdiri dengan penuh kebanggan sebagai salah seorang pemimpin besar abad-20.

Dilahirkan  dengan nama Joseph Vissarionovich Djugashvili, putra ketiga dari ayah tukang reparasi sepatu Vissarion “Beso” Djugashvili dan ibu Ekaterina Geladze pada tanggal 6 Desember 1878 di wilayah Georgia. Namun, tidak sedikit yang meragukan ayah kandung Stalin yang sebenarnya. Sebagaian rumor menyebut nama Koba Egnatashvili, kelak Stalin sendiri meyakini kebenaran rumor tersebut. (Halaman 25-40)

Dunia bawah tanah merupakan habitat alami Stalin. Tumbuh besar di Georgia memiliki keuntungan tersendiri, mengingat wilayah tersebut pada saat itu merupakan tempat latihan terbaik bagi para teroris-gangster, berbasis pada kesetiaan terhadap keluarga dan teman, kemampuan berkelahi, keuntungan pribadi, dan seni membalas dendam. Semuanya merasuki Stalin di jalan-jalan belakang kota Gori.

Terlebih, ia memang memiliki bakat alami sebagai konspirator mengagumkan dan tahu sifat manusia dengan baik. Konon, Stalin bisa menatap mata seseorang dan menyadari identitas sebenarnya mereka. Kemampuan tersebut membantunya meloloskan diri dari kejaran tentara Tsar, atau kabur dari kepungan musuh yang mengetahui tempat persembunyiannya. Bahkan, konon Stalin sudah mengenal banyak karakter yang kelak akan menjadi kelas elit Soviet dan membantunya membentuk pemerintahan. 

Meski demikian, pada 6 april 1902, Stalin tertangkap serta mengahadapi interogasi pertamanya di tangan polisi atas perannya sebagai provokator dan pemimpin demonstrasi di Batumi hingga menyebabkan bentrokan dengan pasukan Cossack dan menewaskan beberapa orang. (Halaman 151) Dari peristiwa inilah, nama Stalin semakin menjulang hingga kemudian ia berkenalan dengan pemimpin revolusi bernama Lenin.

Setelah belasan tahun hidup dalam dunia bawah tanah, pengasingan serta gerilya, akhirnya pada tanggal 25 Oktober 1917, revolusi yang kemudian dikenal dengan Revolusi Bolshevik atau Revolusi Oktober pun pecah, mengakhiri era kekaisaran Tsar Rusia yang sudah rapuh.  

Bersama Lenin, Trotsky, Yenukidze, dan Molotov muda, Stalin membahas pemerintahan baru melancarkan setelah pertemuan resmi Komite Sentral. Pertama mereka harus memutuskan nama pemerintahannya. Lenin ingin menghindari noda kementerian kapitalistik, sebuah istilah yang using dan busuk. Dia menyarankan istilah komisaris, hingga terpilih istilah Dewan Komisaris Rakyat. (Halaman 509)  

Buku ini tidak bermaksud menyajikan sebuah narasi sejarah yang melelahkan dan mengulas semua aspek dari politik, ideologi, ekonomi, militer, internasional, dan kehidupan pribadi stalin. Namun fokus pada kehidupan pribadi, politik, rahasia-rahasia intimnya, dan kehidupan elit di sekitar stalin muda yang kelak akan muncul dan menguasai Uni Soviet sampai tahun 1960-an.

Hasilnya, sosok Stalin tidak hanya tersaji sebagai seorang diktator kejam pembunuh jutaan manusia dalam Teror Besar, namun juga sebagai seorang penyair, pendeta magang, suami dari beberapa wanita, ayah dari banyak anak, agitator, gangster muda, kutu buku, serta perannya dalam revolusi penggulingan Tsar, atau yang dikenal dengan Revolusi Bolshevik.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar