Rabu, 14 Desember 2011

Ondel-Ondel Penjaga Perdamaian Dunia

Koran Jakarta, 15 Desember 2011

Judul Buku: Ondel-ondel Nekat Keliling Dunia
Penulis: Luigi Pralangga
Penerbit: Qanita
Cetakan: I, November 2011
Tebal: 314 Halaman

Tidak banyak orang yang berani meninggalkan pekerjaannya yang sudah mapan, demi mengejar sebuah impian masa kecil yang belum jelas betul kemungkinan suksesnya.

Itulah yang terjadi pada Luigi Pralangga. Jebolan kontes Abang None Jakarta yang rela meninggalkan karirnya pada sebuah perusahaan telekomunikasi di Tanah Air serta lingkungan sosialita Jakarta yang gemerlap, dan sangat mungkin selangkah lagi menjadikannya seorang artis nasional, namun kemudian lebih memilih terbang ke New York demi mencapai Kanada, negeri impian masa kecilnya. 

Bukan hanya itu, sebagaimana dikisahkan dalam buku berjudul Ondel-ondel Nekat Keliling Dunia ini, Luigi bahkan kemudian terseret ke negara-negara penuh konflik seperti Irak dan Liberia. Sebuah perjalanan yang sangat berbahaya namun tetap harus dijalani mengingat posisinya sebagai bagian dari tim misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).   

Pertamakali menginjakkan kaki di New York, kehidupan Luigi berbalik seratus delapan puluh derajat dibanding ketika di Jakarta. Pekerjaan dirintisnya mulai dari jadi office boy (OB), “jual” senyum agar mendapatkan kartu nama para pejabat kedutaan dan orang-orang PBB, sampai menjadi seorang pesuruh keluarga buat beli sayur mayur ke super market.

Kehidupannya mulai berubah pada Februari tahun 2000, ketika ia ditawari sebagai asisten pribadi Pejabat Penasihat Militer Kantor Perwakilan Indonesia untuk PBB selama sepuluh hari. Tugasnya, menjadi panitia penyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia, pada waktu itu K.H. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, ke Amerika untuk menghadiri sidang akbar tahunan PBB. (Halaman 21)

Hingga akhirnya “si Ondel-ondel” masuk pada United Nations Monitoring Verification Inspection Comission (UNMOVIC) dan ditugaskan untuk mendukung pembelanjaan serta logistik, dan ditawari untuk terjun langsung menangani arrangement pengadaan logistik dari Baghdad, Irak. Berkat nyali, serta rasa percaya diri dan ingin tahu yang besar, mission tersebut disetujuinya. Dan dimulailah petualangan si Ondel-ondel sebagai Penjaga Perdamaian Dunia.

Buku setebal tiga ratus empat belas halaman ini menyuguhkan perjalanan seru seorang Luigi Pralangga, penulisnya, ke tempat-tempat yang dianggap paling rawan di dunia pada waktu itu. Ditulis dengan gaya bahasa bertutur yang khas anak muda Jakarta, dan dipenuhi dengan idiom Betawi membuat pembaca tidak merasa bosan mengikuti kisahnya. Itulah alasannya kenapa istilah “Ondel-ondel” digunakan dalam buku ini.     

Terlebih, kisah pria yang kini bergelut sebagai Indonesian Peacekeepers ini begitu menarik, nekad dan penuh warna. Tidak mengherankan jika kisah hidupnya yang dituangkan dalam buku ini merupakan perpaduan antara menegangkan, mengharukan, tetapi sekaligus juga menggelikan. 


http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/78464

3 komentar:

  1. Terima kasih atas review-nya dan berharap bahwa pembaca yang sudah memiliki buku ini akan membawa manfaatnya sebagai inspirasi baru dalam merancang cetak-biru manuver karirnya.

    Salam hangat dari Iraq mission...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali Kang Luigi, karena telah berbagi pengalaman dalam buku yang sangat menarik dan sarat wawasan ini...semoga di setiap bumi yang diinjak Kang Luigi benar-benar tercipta kedamaian sebagaimana dalam misinya...Salam....

      Hapus
  2. Terima kasih kembali Kang Luigi, karena telah berbagi pengalaman dalam buku yang sangat menarik dan sarat wawasan ini...semoga di setiap bumi yang diinjak Kang Luigi benar-benar tercipta kedamaian sebagaimana dalam misinya...Salam....

    BalasHapus