Senin, 26 Juli 2010

Sang Pencari


Judul Buku :  Muhammad SAW. Lelaki Penggenggam Hujan
Penulis        : Tasaro GK
Penerbit     :  Bentang
Cetakan      :  Pertama, Maret 2010
Tebal           : xxvi+546 halaman
Harga           : Rp. 79.000.


Tidak mudah membuat novel, terlebih novel bagus. Namun jauh lebih sulit lagi adalah membuat sebuah novel dengan tokoh utamanya manusia paling berpengaruh sepanjang masa, yang hingga kini menjadi panutan milyaran manusia di dunia.




Muhammad SAW. Tokoh yang saya maksud tersebut. Tingkat kesulitan tersebut bukan ketika menceritakan kembali sejarah hidupnya yang sudah ditulis ribuan jilid buku, namun dalam mendeskripsikan dan membuatnya dalam sebuah novel sungguh tantangan tersendiri.

Mengingat segala sabda dan perilaku sosok mulia tersebut, merupakan hukum agama (Islam) yang bukan sekedar wilayah profan tetapi juga memiliki implikasi sakralitas dan religiusitas pada wilayah transendental, dan kita tahu, tidak ada yang lebih sensitif melebihi isu agama. Demikian juga dengan fanatisme pemeluknya.

Imbasnya ketika menuliskan sosok agung ini ke dalam novel rumusannya jelas: tidak boleh ditambahi maupun dikurangi, sedikitpun, sedikitpun!. karena melakukan keduanya berarti telah melanggar batas-batas agama atau yang biasa disebut bid’ah.

Rabu, 21 Juli 2010

Berguru Pada Samurai


Judul Buku    : The Last Samurai
Penulis           : Helen DeWitt
Penerjemah : Bima Sudiarto
Penerbit        : Edelweiss
Cetakan         : I, April 2010
Tebal              : 610 halaman

Siapa bilang memiliki anak yang cerdas -bahkan kelewat cerdas alias genius- selalu berimplikasi positif atau menyenangkan bagi orang tuanya? Tanyakan saja hal itu pada Sibylla, ibu si anak cerdas bernama Ludo, ia sering jengkel justru atas kecerdasan anak semata wayangnya tersebut yang di atas rata-rata ukuran standar otak manusia sebaya dengannya, bahkan mengalahkan kecerdasan manusia dewasa pada umumnya. Kejengkelan itu entah disebabkan pertanyaan-pertanyaan Ludo ketika belajar, maupun hujan pujian yang diterimanya dari orang-orang sekitar. 


Maklum, semua materi bacaan mulai dari Bahasa, Sejarah, Matematika, Fisika, Biologi hingga Filsafat dilahap Ludo secara cepat dalam usia lima tahun. Sedangkan bahasa Latin, dikuasainya ketika ia berusia empat tahun dan bahasa Prancis, Yunani, Arab, Ibrani ia kuasai tak lama setelah itu. Di sisi lain, kegeniusannya tersebut menjadi berkilau terang dengan hasrat belajar yang seperti lampu yang tak pernah kehabisan minyak, plus sosok Sibylla, tentor yang notabene ibunya sendiri.

Saking cerdasnya dan tentu saja ditopang oleh hasrat keingintahuannya yang tinggi tersebut, tak jarang Ludo merengek selalu bertanya dan minta diajari segala sesuatu yang baru didengarnya atau belum diketahuinya. Beruntung baginya, karena memiliki orang tua- meskipun hanya tunggal- yang penyabar dan tak kalah cerdas seperti Sibylla, hingga dapat dipastikan ia selalu memperoleh jawaban atas berbagai pertanyaannya, kecuali satu: identitas ayah kandungnya yang terus dirahasiakan ibunya.

Senin, 19 Juli 2010

Misteri Dibalik Sebuah Kunci


Judul Buku: Extremely Loud and Incredibly Close
Penulis: Jonathan Safran Foer
Penerjemah: Antie Nugrahani
Penerbit: Mahda Books
Cetakan: I, Maret 2010
Tebal: 400 halaman

Tragedi runtuhnya gedung World Trade Centre (WTC) yang diyakini akibat serangan teroris pada 11 September 2001, membuat ribuan nyawa melayang dan ratusan ribu orang kehilangan keluarga yang mereka cintai, belum termasuk ekses negatifnya yang seolah-olah menjadi pemicu gerakan terorisme internasional.

Diantara sekian banyak orang yang kehilangan keluarga yang sangat dicintai adalah seorang bocah berusia sembilan tahun bernama Oskar Schell. Thomas Schell, Ayahnya merupakan salah satu korban pada hari naas tersebut, hal ini diketahui dari panggilan telepon terakhirnya ke kediaman keluarga Schell, meski hingga beberapa hari kemudian jasadnya tidak dapat ditemukan dalam keadaan utuh.

Pepatah bahwa seseorang menjadi lebih berharga justru setelah tiada disisi kita nampaknya tidak sepenuhnya keliru. Hal ini pula yang dirasakan Oskar kecil. Pasca kematian ayahnya, ia justru semakin terobsesi dengan sosok yang dianggapnya jenius tersebut. Kejeniusan yang nampaknya menurun secara genital kepada Oskar karena meskipun usianya tergolong sangat muda, namun pemikiran dan sikapnya jauh di atas rata-rata anak yang sebaya dengannya.

Sabtu, 17 Juli 2010

Spiritualitas Sepak Bola

Judul Buku: Football Inspirations for Success
Penulis: Achmad Su’udi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Pertama, Juni 2010
Tebal: xv+196 halaman
Harga: Rp. 35.000.
Tak terasa, perhelatan akbar, Piala Dunia 2010, di Afrika Selatan telah berakhir.
Olah raga, yang ditahbiskan, terpopuler sejagat ini meski kerap dianggap sebagai bentuk penyaluran akan kebuasan, keserakahan dan hasrat akan kekuasaan manusia, namun tidak menyurutkan para penggilanya untuk setia menyaksikan setiap pertandingan.
Fanatisme ini dapat terlihat misalnya di beberapa negara, seperti Inggris dan Argentina, sepak bola bahkan sudah dianggap sebagai agama. Sebuah gambaran yang merefleksikan betapa kuatnya pengaruh sepak bola dalam kehidupan nyata.
Konon, permainan ini telah ada sejak 2500 sebelum masehi. Pada zaman Kaisar Tzu Chu di China, sepak bola bahkan selalu dipertandingkan setiap menyambut hari ulang tahun Kaisar.
Merambah Inggris pada Abad ke-12, sedangkan rakyat Italia mulai menggemari sepak bola tiga abad kemudian, dengan 27 pemain untuk setiap tim. 33 tahun kemudian Inggris membentuk The Football Association pertama di dunia.

Minggu, 04 Juli 2010

Surat Kepada Setan

Judul Buku : KLOP
Penulis : Putu Wijaya
Penerbit : Bentang
Cetakan : Pertama, Mei 2010
Tebal : 233 Halaman

Bagi penikmat sastra, baik sebagai pelaku, pemerhati, maupun sekedar sambil lalu, nama Putu Wijaya tentunya sudah akrab ditelinga. Maklum, pria kelahiran Tabanan Bali ini telah menulis tidak kurang 30 novel, 40 naskah drama, sekitar seribu cerpen, ratusan esai, artikel lepas dan kritik drama.

Selain sebagai sastrawan, jejaknya sebagai dramawan telah terukir sejak 1971 sebagai pemimpin teater Mandiri dan telah mementaskan puluhan lakon baik di dalam maupun luar negeri.

Tulisan-tulisannya yang tersebar dalam berbagai karya, menunjukkan dengan gamblang kalibernya sebagai seorang penulis-sastrawan, pun kepedulian sosok, yang selalu bertopi putih, ini atas segala fenomena dan problematika lingkungan sosial disekitarnya. Melalui tulisan-tulisannya ia bukan sekedar melakukan refleksi atas segala fenomena yang terawasi, tetapi juga melancarkan kritikan-kritikan tersamar melalui tokoh-tokoh dalam tulisan tersebut.