Minggu, 26 Agustus 2012

“Kitab Suci” Para Penulis

Kedaulatan Rakyat, 12 Agustus 2012
 
Judul Buku: Jadi Penulis ? Siapa Takut !
Penulis: Alif Danya Munsyi
Penerbit: Kaifa
Cetakan: I, 2012
Tebal: 268 Halaman

Siapa yang tidak kenal dengan sosok yapi Tambayong alias Remy Sylado, atau dalam buku berjudul Jadi Penulis ? Siapa Takut ! ini memperkenalkan diri sebagai Alif Danya Munsyi. Dialah peraih Tirto Adhi Soerjo Award di tahun 2008 dan Press Card Number One di tahun 2010.

Melalui kepala dan tangannya, telah banyak lahir karya-karya bermutu mulai dari artikel, esai, kolom, drama dan novel. Penulis satu ini memang dikenal sosok yang multi-talenta. Ia bukan hanya mampu memerankan dengan baik berbagai profesi yang digelutinya, tetapi juga meraih penghargaan dalam setiap profesi tersebut. Lalau apa rahasia di balik kehebatannya dalam menulis ?

Inilah buku yang mengupas “dapur” pria yang menguasai bahasa Arab, Cina, Yunani, Ibrani dan Inggris ini. Hal pertama yang harus dilakukan bagi siapa pun yang ingin menjadikan menulis sebagai mata pencaharian adalah memulainya dari kemauan membaca berbagai tulisan yang telah tersedia, dengan berbagai genus.

Hal demikian penting dilakukan bukan hanya berguna sebagai referensi, tetapi juga darinya kita terdorong untuk melakukan pekerjaan yang sama, sebagai bentuk khas kreatif dalam kemampuan mengolah bahasa dengan kata dan kalimat. Serta mengasah kita untuk membedakan kemampuan menulis antara sekarang dengan masa lalu.

Kemauan untuk bertanya dan menjawab setiap pertanyaan tersebut adalah keharusan lain yang dimiliki penulis. Pertanyaan apapun, yang bahkan sederhana dan popular di mata dan telinga, tetap harus kita temukan jawabannya, sehingga dengannya kita dilatih untuk menjadi cerdas. Prinsip tulisan sendiri pada dasarnya adalah memberikan sesuatu yang membuat kita tahu. 

Selain itu, dalam membuat karya tulis, kita harus pahami juga ketentuan-ketentuan standar pengejaan kata-kata yang digunakan. Pada tahap awal berdasarkan aturan baku pengejaan bahasa Indonesia menurut arahan Pusat Bahasa. Akan tetapi, pada akhirnya dapat kita kembangkan sesuai dengan gaya personal penulis itu sendiri.   

Buku setebal 268 halaman ini, tidak hanya mengupas tentang tips dan trik menulis, melainkan di dalamnya juga mengupas tentang pentingnya membaca, bakat, kemauan belajar, proses kreatif, sejarah tulis-menulis, sastra, dan lain-lain. Dengan demikian tidaklah berlebihan jika buku ini disebut sebagai “Kitab Suci” bagi para penulis.

1 komentar:

  1. sadis bikin menambah keterampilan gue untuk mulai menulis.

    BalasHapus