Sabtu, 28 Januari 2012

Jurus Ampuh Meraih Sukses

Sindo, 29 Januari 2012

Judul Buku: 10 Jalan Sukses
Penulis: Akbar Zainuddin
Penerbit: Mizan Publika
Cetakan: I, 2011
Tebal: 234 Halaman

Apa yang anda pikirkan ketika melihat orang lain yang lebih sukses daripada anda meski ia tidak bekerja sekeras Anda ? Jawabannya mungkin bisa beragam, termasuk menyalahkan Tuhan yang dirasa tidak adil, meski Dia Maha Adil.

Tetapi, tahukah anda bahwa merasa bekerja lebih keras dari orang lain merupakan bentuk kesombongan dan arogansi diri yang mengakibatkan kita tidak mau mendengar dan belajar ? Padahal begitu banyak ilmu yang bisa kita timba dari pengalaman orang yang telah mencapai kesuksesan, jika saja kita mau belajar.      

Dengan kata lain, kesuksesan juga sangat erat kaitannya dengan mental dan mind-set seseorang. Jika kita menganggap diri besar dan tidak butuh lagi untuk belajar, maka jangan harap akan berkembang. Kita hanya akan menjadi katak dalam tempurung. Sebaliknya, jika kita mau introspeksi diri, terus belajar dan bekerja keras, maka kesuksesan hanyalah masalah waktu.

Itulah salah satu jalan sukses yang ditunjukkan buku berjudul lengkap 10 Jalan Sukses; Menghidupkan Prinsip man Jadda Wajada ini. Berisi intisari dari dialog panjang antara penulis dengan berbagai kalangan yang dianggap berhasil di berbagai tempat. Juga merupakan hasil perenungan, bacaan dan juga interaksi antara penulisnya dengan peserta pelatihan selama bertahun-tahun.


Pikiran nampaknya menjadi pondasi penting dari sepuluh jurus yang dikupas dalam buku ini. Karena menurut Akbar Zainuddin, penulisnya, kesuksesan bermula dari pikiran. Jika orang berpikir dia mampu mencapai apa yang diinginkan dan direncanakan, maka semua energi yang dimiliki akan diarahkan untuk mencapainya, demikian pula sebaliknya. (Halaman 20)

Karena itu, langkah pertama yang harus ditempuh oleh orang yang hendak meniti jalan kesuksesan adalah membuang berbagai belenggu pikiran yang menimbulkan keraguan untuk melangkah. Pikiran negatif seperti; “saya tidak mampu”, “saya kurang berpengalaman’, “saya tidak punya modal”, dan lain-lain adalah belenggu yang harus dilepaskan.

Setelah belenggu tersebut lenyap dari pikiran dan separuh jalan menuju kesuksesan sudah ditempuh, masalah bukannya tidak ada. Mentalitas baja adalah jalan dan jurus lain yang harus dimiliki, karena sehebat dan serapi apapun rencana seseorang, pasti akan menemukan jalan terjal yang bisa membuatnya terpeleset dan jatuh. Dengan demikian, keberanian untuk bangkit dan belajar dari kesalahan adalah syarat utama lain dari orang yang menempuh jalan menuju kesuksesan.

Manusia sejatinya adalah makhluk yang bisa berpikir sehingga dapat belajar dari kesalahannya, sebaliknya jika tidak mampu mengambil pelajaran dari kesalahan, kita akan terus mengulang kesalahan yang sama. Kesalahan dan kegagalan adalah sarana melakukan perbaikan, yang membuat kita semakin hari dapat berjalan semakin baik. (Halaman 136)

Sedangkan hal yang harus diingat ketika kesuksesan sudah diraih adalah tumbuhkanlah semangat filantropis alias jiwa sosial. Karena pada prinsipnya manusia yang paling sukses adalah mereka yang bermanfaat banyak bagi orang lain. Hal ini sejalan dengan hadis nabi yang berbunyi; sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya dan paling bermanfaat bagi manusia. Itulah kesuksesan yang sejati. 

Sebagaimana tertera pada judulnya, buku ini memuat sepuluh juruh ampuh untuk meraih sukses yang perlu dilakukan secara sistematis agar orang mampu mencapai apa yang diinginkan dan diimpikan. Dalam setiap bagiannya, kisah orang-orang sukses serta kata mutiara dalam bahasa Arab, atau dikenal dengan sebutan mahfudzat, yang sesuai dengan bab yang dibahas disisipkan penulisnya.

Selain masalah pikiran, mental dan nilai filantropis  sebagaimana disebutkan di atas, terdapat tujuh jalan lain menuju sukses yang dikupas dalam buku setebal dua ratus tiga puluh empat halaman ini. Kesemuanya adalah; adanya mimpi atau cita-cita yang dituju, cinta terhadap pekerjaan, berani mengambil resiko, menemukan jalan yang tepat, bekerja lebih keras sehingga mampu mendongkrak produktivitas, kreatif dan inovatif, dan memiliki kesabaran.     

Namun, sehebat apa pun teori di dalamnya, tetap saja hanyalah sebuah teori jika tanpa dipraktekkan. Karena itu, hanya pembaca yang dapat membuktikan kebenaran yang terkandung dalam buku ini dengan kesungguhan dan langkah konkrit untuk mempraktikkannya. Sebagaimana yang dicontohkan orang-orang sukses dalam buku ini, yang diharapkan dapat memberi inspirasi dan motivasi bagi pembaca.  


lihat juga di http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/464450/      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar