Rabu, 06 Juli 2011

Berburu Misteri Alkemi

Judul Buku: The Alchemist’s Secret
Penulis: Scott Mariani
Penerbit: Qanita
Cetakan: I, Mei 2011
Tebal: 495 Halaman

Sebuah misteri selalu menarik untuk diselidiki. Terlebih misteri sebuah pengetahuan yang terpendam selama ribuan tahun dan memiliki kekuatan luar biasa; mengubah timah menjadi emas. Layaknya sebuah misteri, perburuan tersebut tidaklah mudah dan selalu penuh onak dan duri. Bukan hanya dikarenakan keberadaannya yang masih terpendam kabut misteri, namun tidak sedikit pihak yang memburunya menghalalkan segala cara.

Itulah cerita yang ditawarkan oleh Scott Mariani dalam buku berjudul The Alchemist’s Secret ini. Layaknya buku yang menyuguhkan suspense sebagai sajian utama, dalam novel setebal hampir lima ratus halaman ini adrenalin pembaca dipacu untuk turut merasakan ketegangan yang dialami para tokohnya. Selain itu, misteri demi misteri yang terungkap dalam setiap babakan cerita menjadi daya tarik tersendiri, itulah mengapa banyak pembaca gandrung akan novel sejenis ini.

Namun, tidak seperti novel lain yang sejenis, cerita di dalam buku ini begitu kaya akan data sejarah, terutama sejarah kelam Gereja. Sehingga, mau tidak mau pembaca akan membandingkannya dengan The Da Vinci Code karya Dan Brown yang masyhur. Selain itu, gaya bercerita dan alur Mariani sendiri memiliki kecenderungan sangat menyerupai Dan Brown. Meski demikian, hal itu bukan berarti karya ini merupakan pengekor atas Dan Brown, mengingat cerita yang ditawarkan jauh berbeda, meskipun terdapat keterpengaruhan yang kuat. 


Berkisah tentang mantan pasukan elite Inggris, yang kemudian menjadi spesialis menemukan orang hilang bernama Ben Hope. Namun, kini ia dihadapkan pada tugas yang tidak biasa, mencari manuskrip alkemi atas permintaan seorang pengusaha tua dengan dalih untuk menyelamatkan cucu sang pengusaha bernama Ruth. Sebagaimana diketahui, bahwa “dunia alkemi” lebih terdengar seperti dongeng bagi kebanyakan orang, daripada realitas-faktual. Hal ini sangat dimengerti, mengingat kemampuan formula alkemi tersebut, konon mampu memperpanjang usia manusia selain mengubah timah menjadi emas.  

Maka, dimulailah pencarian itu. Meski pada awalnya, Hope sendiri tidak percaya dengan segala hal yang berhubungan dengan Alkemi, namun melihat banyaknya pihak yang tertarik, sedikit demi sedikit ia mulai meyakini keberadaannya. Terlebih, Hope kemudian bertemu dengan seorang peneliti alkimia cantik berasal dari Amerika yang mengajar di Paris, Dr. Ryder. Keduanya bahkan kemudian menjadi partner dalam perburuan tersebut. Bermodal informasi dari Ryder, mereka mencoba membuka tabir misteri yang menyelubungi keberadaan manuskrip tersebut.

Jejak penciumannya mengarahkannya pada sosok Fulcanelli, sosok misterius yang diyakini sebagai seorang Alkemis Prancis pada masa modern. Dari situ, Hope kemudian menjelajah ke masa lampau Montseguer, sebuah pedesaan Prancis Selatan. Tepatnya, ke masa kejayaan kaum Cathar sebelum dihancurkan oleh Gereja Katolik pada 1244. Kaum yang dikenal dengan sebutan kaum Albigensian ini dihancurkan pasukan Paus (Inquisitor) dipimpin oleh Arnauld-Amalric dan membantai seluruh penduduknya.   

Misi pencarian ini tidaklah mudah, bahkan mendekati mustahil. Pertama, karena informasi yang diperoleh Hope dan Ryder tidaklah utuh. Begitu banyak potongan puzzle yang harus disusun untuk merangkainya menjadi sebuah kesimpulan yang presisi. Selain itu, misteri tentang alkemis telah terentang jarak waktu yang cukup lama, dan terkubur dalam puing-puing sejarah sehingga hanya seorang ahli-lah yang mampu menggalinya secara tepat. Di sinilah peran Ryder sebagai ahli alkemis sangat membantu.

Kedua, hasrat Uskup Agung Massimiliano Usberti, Uskup Vatikan yang sangat berpengaruh untuk menguasai formula sang Alkemis. Demi memuluskan ambisinya membentuk sebuah Ordo rahasia bernama Gladius Domini, Pedang Tuhan,  Usberti menghalalkan segala cara, termasuk membunuh orang-orang yang dianggap mencoba merintangi, termasuk Hope dan Ryder. Di sinilah kemampuan Hope, sebagai orang yang terlatih di dinas militer Inggris dengan nilai terbaik, berperan besar dalam meloloskan mereka dari beberapa kali ancaman kematian.

Apakah Hope dan Ryder benar-benar menemukan cairan dan manuskrip sang Alkemis ? tentu saja, Anda, pembaca budiman harus merampungkan kisah memikat dari penggemar musik Jazz ini. Sebagai fiksi yang berbasis fakta sejarah, kecerdasan pembaca sangat diperlukan agar terhindar dari “perangkap” cerita yang dipasang penulisnya secara memikat, sehingga dapat memilah; mana data-data yang sesuai dengan fakta sejarah dan fiksi yang dikarang si penulis. Selamat membaca !  

3 komentar:

  1. Wa sepertinya seru! Resmi masuk wishlist. Terimakasih reviewnya!!

    BalasHapus
  2. Eh ini fiksi kan ya?
    Fiksi yang menyerempet ke agama, kok selalu bikin aku penasaran ya.. :D

    BalasHapus
  3. ini karya fiksi, meskipun sebagaian datanya berdasarkan catatan sejarah....dan tidak menyerempet ke agama kok, kalau ke lembaga agama mungkin...tapi itu pun di masa lalu....

    BalasHapus