Rabu, 16 Februari 2011

Strategi Investasi Raja Spekulasi

Harian Jogja, hlm. 24,17 Februari 2011

Judul Buku: The Warren Buffet Portfolio
Penulis: Robert G. Hagstrom
Penerjemah: Yelvi Andri Zaimur
Penerbit: Daras Books
Cetakan: I, 2010
Tebal: 258 Halaman

Bagi yang berkecimpung dalam bisnis investasi, siapa yang tak kenal dengan Warren Buffet? Kecerdasannya dalam berinvestasi serta catatan kesuksesannya yang ditorehkan hampir tak tertandingi selama puluhan tahun berkecimpung dalam dunia penuh spekulasi tersebut. Sebuah prestasi yang mengantarkannya menjadi figur paling populer dalam hal investasi hingga saat ini.

Sebagaimana yang kita ketahui, dunia investasi merupakan dunia yang sangat “gelap” dan beresiko tinggi. Dibutuhkan lebih dari sekedar keberuntungan atau modal berupa uang, tetapi juga memerlukan “lentera” ketajaman dalam menganalisa kondisi perrusahaan yang hendak di akuisisi secara teliti dan cermat. Sehingga tidak berujung pada kekecewaan yang mendalam.

Disinilah pentingnya kehadiran buku berjudul lengkap The Warren Buffet Portfolio: Membedah keunggulan Strategi Investasi Fokus ini, yang mengemukakan strategi investasi yang digunakan Buffet dalam membeli saham berdasarkan pengalaman sang raja spekulasi tersebut. Sehingga diharapkan mampu menularkan kesuksesan dengan keuntungan tidak hanya dalam jangka pendek, namun juga jangka panjang kepada para pembaca buku ini.

Sebelumnya Buffet mengingatkan bahwa meskipun pasar saham secara umum menggoda, namun tetap memiliki resiko sendiri. Oleh karena itu, Buffet lantas mengenalkan strategi investasi fokus, yang berdasarkan pengalaman dan keyakinannya selain mampu meminimalisir resiko kerugian juga menghindari persaingan dengan kebanyakan penganut pasar modern. Strategi fokus yang ditawarkan Buffet, pada dasarnya memang tidak sesuai dengan rumus portofolio modern karena dianggap tidak efektif. Sebuah tuduhan yang tidak mendasar mengingat fakta menunjukkan bahwa dalam sejarahnya sejumlah investor terbesar seperti John Maynand Keynes, Phil Fisher hingga Warren Buffet sendiri, merupakan penganut strategi ini.


Lantas apakah strategi fokus itu? Merupakan investasi alternatif di antara dua kutub strategi yang tengah bersaing selama ini, manajemen portofolio aktif yang terus-menerus membeli dan menjual saham biasa (common stock) dalam jumlah besar, dan investasi indeks yang menitik-beratkan pendekatan pasif; beli dan tahan. 

Investasi fokus merupakan gagasan yang sangat sederhana, yaitu memilih sedikit saham yang cenderung menghasilkan keuntungan di atas rata-rata dalam jangka panjang, konsentrasikan besarnya investasi dalam saham-saham ini, dan pertahankan kuat-kuat saham-saham tersebut selama pergolakan pasar apa pun yang berjangka pendek. (halaman 14-15)  

Keteguhan Buffet memegang prinsip serta keyakinannya dalam mempertahankan saham yang dianggap layak untuk dipertahankan telah teruji ketika Ia membeli saham American Express pada akhir tahun 1963. Saham perusahaan tersebut jatuh dari 65 USD menjadi 35 USD akibat skandal minyak salad Tino de Angelis yang menghebohkan. Namun setelah dua tahun, kebenaran insting Buffet terbukti dengan naiknya kembali nilai saham perusahaan dan Buffet sendiri memperoleh laba bersih sebesar 20 juta USD.

Keyakinannnya berdasarkan pada paham akal sehat, yakni jika perusahaan itu sendiri sejahtera dan dikelola oleh orang-orang yang cerdas, maka nilainya akan melekat dan tercermin dalam harga sahamnya. Oleh karena itu, Buffet dalam memutuskan pembelian saham tidak berdasarkan pada harga saham, tapi pada analisa ekonomi bisnis yang mendasar dan penilaian manajemen perusahaan.

Prinsip inilah yang diyakini Buffet akan mengarahkan pembaca buku ini pada perusahaan yang baik dan masuk akal untuk portofolio fokus. Hal ini dikarenakan membawa kita pada pilihan sebuah perusahaan yang memiliki catatan sejarah berkinerja unggul juga manajemen yang stabil. Stabilitas menjadi penting karena memprediksikan probabilitas yang tinggi di masa depan bagi perusahaan, sebagaimana yang terjadi pada masa lalu. Itulah makna dari investasi fokus yakni mengkonsentrasikan investasi pada perusahaan yang memiliki probabilitas tinggi berkinerja di atas rata-rata.

Meski buku setebal lima ratus lima puluh delapan halaman ini bukan ditulis oleh Warren Buffet secara langsung, namun hal itu tidak mengurangi substansi pemikiran strategi investasi dari raja spekulasi tersebut. Hal ini dikarenakan Robert G. Hagstrom, penulis buku ini, dengan sukses menelanjangai dapur pemikiran Buffet yang selama ini masih tertutup rapat terlebih data-data yang terpapar di dalamnya juga merupakan hasil wawancara dengan Buffet sendiri.  
  
Menggunakan pendekatan beragam disiplin keilmuan seperti matematika dan psikologi, membuat penyajiannya dapat secara utuh merefleksikan rumitnya dunia investasi, namun sekaligus solusi jitu yang hendak ditawarkan. Sebagai teori yang terbukti sukses dijalankan oleh Buffet, akan sulit bagi siapapun menyangkal keabsahan rumusan investasi fokus yang ditawarkannya. Sehingga tidak mengherankan jika buku ini menjadi buku wajib bagi yang bergulat di bidang investasi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar