Rabu, 25 November 2015

Kiprah Muslim di Pentas Sejarah

Harian Nasional, 21-22 November 2015
 
Judul Buku: Ensiklopedia Tokoh Muslim
Penulis: Ahmad Rofi’ Usmani
Penerbit: Mizan
Cetakan: I, 2015
Tebal: 678 Halaman

Sejak diwartakan oleh Muhammad saw. lebih dari empat belas abad yang lalu, Islam kini telah menjadi salah satu agama dengan jumlah pemeluk terbesar di dunia. Pada tahun 2015 setidaknya dua milyar orang di planet Bumi mengaku berkeyakinan sesuai dengan agama yang lahir di jazirah Arab ini.  Jumlah tersebut menjadi angka terbanyak kaum muslim dalam satu kurun waktu.

Ironisnya, dengan jumlah populasi yang sedemikian besar, kondisi umat Islam saat ini mayoritas berada di periferi pentas dunia. Secara ekonomi, mayoritas kaum muslim hanyalah konsumen dari banjir produk kapitalisme. Secara politik, jangankan memiliki sebuah kesamaan sikap atas beragam persoalan yang menghimpit, mereka malah sibuk bertikai hingga berperang antar sesama.

Kemunculan kaum radikalis berkedok agama (Islam) seperti Islamic State of Irak and Syiria (ISIS) semakin memperkeruh suasana dan mencoreng muka umat Islam. Betapa tidak, sepak terjang ISIS yang keji dan bertolak belakang dengan nilai Islam, justru kemudian seolah-olah merepresentasikan Islam secara keseluruhan di pentas sejarah. Islam kemudian seolah menjadi identik dengan kekerasan.

Padahal kontribusi Islam terhadap dunia tidaklah kecil. Banyak tokoh muslim yang berlatar belakang ilmuwan, ulama, dokter, filosof, negarawan, penguasa, hingga atlet memberi sumbangsih yang berharga bagi peradaban dunia yang bisa dinikmati hingga saat ini. Buku berjudul Ensiklopedia Tokoh Muslim ini, menyuguhkan nama-nama serta karya mereka yang patut diapresiasi dan diingat dalam prasasti sejarah.

Salah satu nama yang hingga kini menjulang di menara gading ilmu pengetahuan adalah Abu Ali Al-Husain ibn Abdullah ibnu Sina. Seorang ilmuwan terkemuka pada zaman pertengahan yang di Barat dikenal dengan nama Avicenna. Seorang pakar kedokteran, matematika, astronomi, sekaligus filsuf dan ensiklopedis. 

Ibnu Sina juga dikenal sebagai pakar ilmu jiwa. Tidak kurang dari 276 buku lahir dari pemikirannya. Pengaruh pria yang meninggal pada Sya’ban 428 H/Juni 1037 M dalam usia 57 tahun akibat serangan penyakit kolik ini, dapat terlihat dari penghormatan yang diberikan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Paris yang memasang gambarnya di auditorium almamater. (Halaman 329-331)   

Selain Ibnu Sina, dunia juga mengenal sosok Al-Farabi yang seluruh hidupnya (80 tahun) diabdikan untuk ilmu pengetahuan. Tidak mengherankan jika ia disebut menguasai 70 bahasa, ahli logika, matematika, teoligi, dan politik, namun lebih dikenal sebagai filosof. Figur-figur lain yang patut disebut adalah Al-Battani, Ibnu Rusyd (Averroes), Ibnu Batutah, dan Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi.

Nama yang disebut terakhir bahkan berjasa besar dalam menyusun cara menghitung dan menggunakan angka-angka yang dikenal oleh orang-orang Eropa sebagai cara menghitung India (algoritmi de numero indorum). Ia juga dikenal sebagai orang yang pertama kali menyusun aljabar dan persamaan dalam sebuah karya.    

Dari Indonesia, muncul nama Soekarno (18 Shafar 1319 H/6 Juni 1901 M - 17 Rabi’ Al-tsani 1370/21 Juni 1970M. Presiden pertama Republik Indonesia ini dikenal sebagai seorang negarawan, politisi, nasionalis, dan humanis. (Halaman 579) Kiprahnya dalam gerakan Non-Blok serta Konferensi Asia Afrika tidaklah dapat dianggap remeh. Terlebih perjuangannya dalam memimpin kemerdekaan bangsanya membuat ia beberapa kali menerima hukuman bui dan buang dari pemerintah Kolonial Belanda. 

Nama-nama seperti Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Muhammad Khalil Bangkalan, Muhammad Saleh Darat, Hasyim Asy’ari, Wahid Hasyim, Sjafruddin Prawiranegara, Soedjatmoko, Ahmad Dahlan, Abdurrahman Wahid dan lain-lain turut pula mewakili Indonesia dalam ensiklopedia ini. 

Dominasi kaum laki-laki nampaknya menjadi sebuah keniscayaan dalam sejarah Islam. Lebih dari sembilan puluh persen nama tokoh yang ada dalam buku ini, adalah kaum Adam. Mayoritas para perempuan yang disebut juga berasal dari masa nabi Muhammad, seperti nama ‘Aisyah binti Abu Bakar yang menjadi istri Nabi sekaligus puteri sahabat terkemuka. Muslimah di abad modern salah satunya diwakili oleh Benazir Bhutto, mantan Perdana Menteri perempuan pertama Pakistan. 

Tidak kurang dari seribu tokoh muslim dihimpun dalam buku setebal enam ratus tujuh puluh delapan yang disusun secara alfabetik ini, dari huruf A sampai Z. Para tokoh yang berada di dalamnya berasal dari beragam disiplin keilmuan, lintas zaman, aneka negara-bangsa, dan berbagai kelompok serta mazhab dalam Islam. 

Patut dipertanyakan adalah keberadaan nama Babak Al-Khurrami (wafat 223 H/838 M), pemimpin gerakan Al-Khurramiyyah. Kemunculannya dalam ensiklopedia ini cukup mengganggu karena sebagaimana ditulis oleh Ahmad Rofi’ Usmani, penulis buku ini, sendiri dia adalah tokoh yang ajarannya menyimpang dari hakikat Islam. (Halaman 176)

Meski demikian, secara keseluruhan karya tebal ini patut diapresiasi sebagai upaya kerja keras dari penulisnya untuk menghimpun nama-nama tokoh muslim yang pernah hidup, berkarya, dan berkontribusi menghiasi pentas sejarah dunia. 

Selain agar menginspirasi para pembaca dan diharapkan nama mereka akan dikenal tak lekang oleh waktu, keberadaan ensiklopedia ini mampu menyadarkan pembaca secara lebih luas bahwa Islam tidak identik dengan radikalisme sebagaimana yang terjadi saat ini. Sebaliknya, sebagaimana ditunjukkan oleh kiprah para tokohnya, Islam hadir memberi manfaat bagi peradaban manusia.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar