Senin, 15 Agustus 2011

Kitab Para Pecinta

Sindo, 20 September 2011
Judul Buku: Mari jatuh Cinta Lagi
Penulis: Ibnu al-Dabbagh
Penerbit: Zaman
Cetakan: Pertama, 2011
Tebal: 296 Halaman

Setiap gerak meniscayakan adanya tujuan. Manusia bersekolah seharusnya bertujuan agar bisa menambah pengetahuan, bekerja untuk memperoleh penghasilan, dan berpuasa dalam rangka menjalankan perintah-Nya pun memiliki tujuan tersendiri, yakni agar lebih dekat dengan Sang Pencipta (Allah). 

Demikian pula dengan kehidupan, dan tujuan hidup orang berakal sehat dan berkepribadian luhur hanyalah satu; mendapatkan kebahagiaan tertinggi, yang berarti kehidupan yang langgeng di alam malakut (akhirat), menyaksikan kehadiran Tuhan Yang Mahasuci, menikmati keindahan Ilahi nan Mahaluhur, dan menyaksikan secara langsung pancaran “cahaya suci” yang amat mengagumkan. Kebahagiaan, bahkan merupakan tujuan dari alam wujud ini, tumpuan tertinggi orang-orang berakal dan makna paling luhur yang hendak dicapai.

Namun, menurut Abdurahman bin Muhammad al-Anshari dalam buku berjudul Mari jatuh Cinta Lagi (aslinya Masyariq Anwar al-Qulub wa Mafatih Asrar al-Ghuyub) ini, kebahagiaan tersebut tidak dapat diperoleh hanya dengan indra lahiriah, tidak pula dengan kekuatan jasmani yang tersimpan di dalam susunan fisik. Karena keduanya hanya bisa menangkap dan menikmati hal-hal inderawi-materi semata, bukan yang sejati. (halaman 12)