Saturday, March 17, 2012

Jiwa yang Mencintai Indonesia

Sindo, 18  Maret 2012

Judul Buku: Jiwa yang Merajut Nusantara
Penulis: Irman Gusman
Editor: Hasril Chaniago
Penerbit: Ghalia Indonesia
Cetakan: I, Februari 2012
Tebal: 520 Halaman

Beragam alasan dan motivasi yang melatarbelakangi penulisan autobiografi. Mulai sekedar untuk berbagi pengalaman hidup, konfirmasi atas berbagai peristiwa masa lalu yang memicu kontroversi, sarana politik pencitraan, hingga media untuk menyampaikan sebuah gagasan yang dianggap lebih komprehensif dan tepat sasaran.  

Sedemikian besarnya pengaruh sebuah buku, tidak mengherankan jika belakangan ini semakin banyak selebriti, politisi, pejabat publik maupun tokoh masyarakat yang menuangkan kisah hidupnya dalam buku. Tercatat mantan Presiden BJ Habibie, mantan ketua MPR Amien Rais, Letjen Purn Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Dahlan Iskan, dan lain-lain melakukan hal serupa.

Wednesday, March 7, 2012

Antara HAM, Agama dan Kebudayaan

Harian Jogja, 8 Maret 2012

Judul Buku: Hak-hak Asasi Manusia: Polemik dengan Agama dan Kebudayaan
Penulis: F. Budi Hardiman
Penerbit: Kanisius
Cetakan: I, 2011
Tebal: 159 Halaman

Hak asasi manusia (HAM) ibarat mantra yang kerap dirapal bibir para aktivis maupun elit politik di Indonesia, namun mantra tersebut sepertinya belum terbukti keampuhan dan kemanjurannya untuk mengejawantah dalam realitas kenegaraan dan kemasyarakatan.

Hal ini terbukti dengan masih berjibunnya kasus pelanggaran atas hak asasi manusia yang melanda negeri ini, sebut saja yang masih hangat jadi pembicaraan adalah kasus Mesuji di Sumatra, kasus Bima di Nusa Tenggara Barat, dan pembakaran pesantren Syi’ah di Madura.

Ironisnya, hambatan penegakan HAM tidak hanya disebabkan sikap pemerintah yang terkesan setengah hati mengimplementasikannya, tetapi ide HAM juga kerap menimbulkan polemik ketika berhadapan dengan kebudayaan, agama, dan masyarakat yang disebabkan adanya stigmatisasi dan tematisasi bahwa HAM hanyalah produk Barat yang tidak sesuai dengan kebudayaan masyarakat setempat.  

Monday, March 5, 2012

Menghidupkan Sifat Berbelas Kasih

Koran Jakarta, 6 Maret 2012

Judul Buku: Compassion
Penulis: Karen Armstrong
Penerbit: Mizan
Cetakan: I, Januari 2012
Tebal: 247 Halaman

Nama Karen Armstrong selama ini dikenal di seantero jagad akademisi dunia sebagai profesor yang piawai mengurai pelik sejarah agama-agama. Di Indonesia, karya-karyanya semisal Sejarah Tuhan dan Masa Depan Tuhan, bahkan telah menjadi semacam buku babon yang wajib dibaca para sarjana agama.

Namun, penghargaan yang diterimanya pada Februari 2008 dari sebuah organisasi nirlaba swasta yang intens memberikan penghargaan setiap tahun kepada orang-orang yang diangap memiliki kontribusi besar terhadap perbedaan bernama TED (Technology, Entertainment, Design), membuat Karen berpikir lebih menukik ke dalam,  menuju ke intisari agama yaitu belas kasih.

Saturday, March 3, 2012

Membela Petani Tembakau

Bisnis Indonesia, 4 Maret 2012

Judul Buku: Membunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek
Penulis: Abhisam DM, Hasriadi Ary, Miranda Harlan
Penerbit: Kata-kata
Cetakan: I, Desember 2011
Tebal: 157 Halaman


“Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin” begitulah peringatan ditulis pemerintah yang tertera dalam setiap bungkus rokok.

Perusak kesehatan, nampaknya dijadikan dalil utama sekaligus yang paling santer dihembuskan untuk memberangus atau setidaknya meminimalisir peredaran rokok. Dengan alasan yang sama, salah satu ormas terbesar tanah air, Muhammadiyah, melalui majlis Tarjih juga berinisiatif mengeluarkan fatwa haramnya rokok pada tahun 2010 silam.

Pelan tapi pasti, wacana tembakau yang berbahaya bagi kesehatan menjelma menjadi sebuah kebenaran umum. Nyaris tidak ada ruang pembelaan maupun wacana tandingan yang muncul ke permukaan. Semuanya mengamini dan bersikap sami’na wa atho’na, taken for granted bahwa tembakau merusak kesehatan, titik. 

Saturday, February 18, 2012

Suara Lain dari Israel

Jawa Pos 19 Februari 2012

Judul Buku: Gilad Atzmon
Penulis: Ahmad Syafii Maarif
Penerbit: Mizan
Cetakan: I, Februari 2012
Tebal: 147 Halaman

Berdirinya negara Israel pada 14 Mei 1948 yang diarsiteki kaum Zionis, disponsori Inggris, dan dilegalisasi oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membuat kawasan Palestina tak henti bergejolak hingga kini, dan darah rakyat Palestina mengalir deras setiap hari membanjiri setiap jengkal tanahnya.

Setidaknya, 780.000 rakyat Palestina terusir dari tanah kelahirannya di tahun pertama negara Israel berdiri. Tahun 1980-an, jumlah tersebut mencapai 2 juta orang dan diperkirakan saat ini melonjak setidaknya dua kali lipat. Tidak sedikit pula yang dibunuh, dihalau, dan dibinasakan oleh pendatang Yahudi dari berbagai negara yang mengklaim bahwa Tanah Palestina adalah milik moyang mereka.

Rupanya, tidak semua keturunan Yahudi memiliki konsepsi yang sejalan dan setuju dengan semua kekejaman tersebut. Salah satunya bernama Gilad Atzmon, yang kemudian menjadi judul buku ini yang merupakan catatan reflektif seorang Ahmad Syafii Maarif, atas percakapan virtualnya dengan seorang Yahudi eks-serdadu Zionis tersebut.

Sunday, February 12, 2012

Ziarah ke Yerusalem

Koran Jakarta, 13 Januari 2012


Judul BukuJerusalem: The Biography
Penulis: Simon Sebag Montefiore
Penerbit: Alvabet
Cetakan: I, Januari 2012
Tebal: 822 Halaman


“begitu gigih diperjuangkan. Orang-orang di jalanan tergoda untuk mengetahuinya. Raja-raja dan para pemimpin berlomba-lomba untuknya” Demikian komentar sejarawan muslim yang sangat masyhur, Ibnu khaldun, mengenai kota ini.


Sebuah kota yang memiliki luas teritori hanya 100 x 150 mil, terbentang di antara sudut tenggara Mediterania dan Sungai Yordan. Meski demikian, Yerusalem, demikian nama kota ini, dulu pernah dipandang sebagai pusat dunia, pertarungan antar-agama Abrahamik, tempat suci bagi fundamentalisme Kristen, Yahudi, dan Islam yang kian populer.


Buku berjudul lengkap Jerusalem: The Biography ini, menceritakan secara kronologis melalui kehidupan laki-laki dan perempuan, tentara dan nabi, penyair dan raja, petani dan musisi, dan keluarga-keluarga yang telah membentuk dan menjaga serta memelihara Yerusalem selama beberapa milenia.

Thursday, February 9, 2012

Kuda Liar dari Blora

Majalah Gatra, Edisi 9-15 Februari 2012

Judul Buku: Pramoedya Menggugat: Melacak Jejak Indonesia
Penulis: Koh Young Hun
Penerbit: Gramedia
Cetakan: I, Desember 2011
Tebal: 407 Halaman

“Dia merupakan penulis yang muncul hanya sekali dalam satu generasi, atau malah satu abad.” Demikian pujian yang disematkan Arnold Teeuw, kepada seorang legenda sastra Indonesia bernama lengkap Pramoedya Ananta Toer.

Pujian dari guru besar Bahasa dan Kesusastraan Melayu dan Indonesia di Universitas Leiden Belanda tersebut, hanyalah satu dari sekian banyak ungkapan penuh decak kagum yang disenandungkan orang sebagai bentuk apresiasi atas karya-karya seorang Pram. Berderet penghargaan diraihnya dari berbagai lembaga dan organisasi internasional, bahkan, berkali-kali ia sempat dinominasikan sebagai peraih Nobel di bidang sastra.

Uniknya, segala puja-puji dari luar negeri tidak berbanding lurus dengan perlakuan yang diterimanya dari pemerintah Indonesia. Pria kelahiran Blora 1925 ini begitu anomalistik; ia boleh dikata sebagai sastrawan Indonesia yang paling banyak menerima penghargaan dari dunia internasional, tetapi Pram juga salah satu sastrawan yang paling lama menghabiskan waktu di penjara, dan paling banyak melahirkan kontroversi. Karya-karyanya pernah dilarang beredar di Indonesia, dalam kurun waktu yang bersamaan ia kebanjiran puja puji dari luar negeri.