Thursday, July 18, 2019

Jejak Islam di Negeri Tiki-taka


Kabar Madura, 19 Oktober 2015


Judul Buku: Dari Puncak Andalusia; Kisah Islam Pertama Kali Menginjakkan Kaki di Spanyol, Membangun Peradaban, Hingga Menjadi Warisan Sejarah Dunia
Penulis: Dr. Tariq Suwaidan
Penerbit: Zaman
Cetakan: I, 2015
Tebal: 720 Halaman


Tanah Andalusia, atau yang kini disebut sebagai Spanyol, saat ini lebih dikenal dengan tradisi sepakbola dengan gaya tiki-taka-nya. Sebuah gaya permainan yang teroganisir dan sedap dipandang di atas lapangan hijau, dan terbukti ampuh memenangkan banyak pertandingan. Dua klub yang menjadi ikon sekaligus seteru dari negeri ini adalah Barcelona dan Real Madrid.


Siapa nyana, Spanyol bukan hanya menyimpan kisah soal sepakbola semata. Negeri matador tersebut rupanya pernah menjadi mercusuar dunia dan kiblat bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Tepatnya di sebuah kota bernama Kordoba yang pada masa itu disebut sebagai “mutiara dunia”.

Wednesday, March 30, 2016

Jejak Kehidupan Manusia Terpilih

Kabar Madura, 16 Maret 2016

Judul Buku: Atlas Jejak Agung Muhammad saw.; Merasakan Situasi Kehidupan Nabi
Penulis: Syauqi Abu Khalil
Penerbit: Noura Books
Cetakan: I, 2015
Tebal: 217 Halaman

Dalam tradisi Arab, seseorang atau sesuatu yang dianggap memiliki keistimewaan sehingga mendapat penghormatan yang lebih selalu dilekati dengan banyak nama dan julukan. Hal ini berlaku pula kepada sosok Muhammad saw., seorang nabi terakhir yang diutus Tuhan kepada seluruh umat manusia yang lahir di tengah bangsa Arab.
 
Muhammad mendapat julukan antara lain; Al-Amin (Yang Jujur), Hadi (Pemberi Petunjuk), Khatam Al-Nabiyyin (Penutup Para Nabi), Musthafa Al-Mukhtar (Sang Pilihan Utama), Al-Siraj Al-Munir (Pelita yang Menerangi), dan lain sebagainya. Semua julukan tersebut selain sebagai bentuk penghormatan, sekaligus menggambarkan perilaku dan sifat yang dimiliki Nabi. 

Friday, February 26, 2016

Islam di Persimpangan Jalan

Koran Tempo, 21 Februari 2016
 
Judul Buku: Krisis Peradaban Islam; Antara Kebangkitan dan Keruntuhan Total
Penulis: Ali A. Allawi
Penerbit: Mizan
Cetakan: I, Desember 2015
Tebal: 485 Halaman

Pasca-runtuhnya menara World Trade Center (WTC) lima belas tahun lalu, setiap kali terjadi aksi terorisme di seluruh penjuru dunia hampir semua telunjuk secara serta-merta mengarah ke Islam. Tuduhan yang tidak berlebihan, mengingat radikalisme agama dewasa ini sepertinya dimonopoli oleh kaum muslim, setidaknya demikian kata media massa. 

Sebagai sebuah agama yang dianut oleh dua milyar penduduk Bumi, Islam memang tengah menghadapi sebuah tantangan besar di abad ini. Peradabannya yang besar dan sempat menjadi mercusuar dunia, kini menjadi sebuah periferi yang eksistensinya laiknya artefak kuno di sebuah museum; hanya dilihat dan dipelajari untuk sekedar dikenang.

Wednesday, February 24, 2016

Fragmen Agung Kehidupan Sang Nabi

Gatra, 13 Februari 2016
 
Judul Buku: The Great Episodes of Muhammad saw.
Penulis: Dr. Al-Buthy
Penerbit: Noura Books
Cetakan: I, 2015
Tebal: 780 Halaman

Rabi’ul Awwal merupakan salah satu bulan istimewa dalam Islam. Pada bulan ini, lahir sosok manusia teragung sepanjang zaman. Pembawa risalah kenabian yang terakhir dari Tuhan bernama Muhammad bin Abdullah. Karenanya, bulan ini juga biasa disebut dengan nama bulan maulid (mulud) yang secara harfiah berarti bulan kelahiran.

Kisah hidupnya sangat penting dalam Islam karena perilakunya adalah perwujudan dari kitab suci al-Qur’an. Bahkan, hampir seluruh ayat yang terdapat di dalamnya merupakan respons atas peristiwa yang terjadi terkait dengan kehidupan sang Nabi, atau dalam khazanah ulumul qur’an disebut sebagai asbabun nuzul.

Wednesday, February 3, 2016

Membongkar Kebohongan-kebohongan Terbesar dalam Sejarah

Koran Sindo, 24 Januari 2016
 
Judul Buku: Kebohongan Sejarah yang Menggemparkan
Penulis: Majdi Husain Kamil
Penerbit: Mizania
Cetakan: I, Desember 2015
Tebal: 514 Halaman

Peristiwa runtuhnya dua menara World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001 hingga kini masih diyakini sebagian besar orang, dilakukan oleh kelompok teroris Al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden. Demikian pula informasi dan propaganda melalui media massa yang disebarkan oleh pemerintah Amerika Serikat, terutama George W. Bush, yang menjadi presiden kala itu.

Padahal, otak dibalik peristiwa yang kemudian menjadi alasan Amerika untuk menginvasi Irak dan Afganistan sekaligus mengkampanyekan perang melawan teror ke seluruh penjuru dunia tersebut adalah pemerintah Amerika sendiri dengan badan intelejennya (CIA) serta Mossad, lembaga intelejen Israel. 

Wednesday, January 27, 2016

Fikih Kebangsaan Muhammadiyah

Harian Nasional, 23 Januari 2016
 
Judul Buku: Fikih Kebinekaan; Pandangan Islam Indonesia Tentang Umat, Kewargaan, dan Kepemimpinan Non-Muslim
Penulis: Wawan Gunawan Abd. Wahid, dkk. (Ed.)
Penerbit: Mizan & Maarif Institute
Cetakan: I, 2015
Tebal: 360 Halaman

Bhinneka Tunggal Ika, dengan Burung Garuda, telah disepakati sebagai lambang dan sasanti bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Falsafah yang dinukil dari Sutasoma karya Mpu Tantular pada tujuh abad silam itu, menekankan pentingnya keragaman (Bhinneka) sebagai realitas yang harus diterima dan dijaga dalam harmoni (Tunggal Ika).

Sebagai pewaris sebagian wilayah Majapahit, era sang Mpu hidup, Indonesia kini juga merupakan negara dengan aneka budaya, ribuan pulau, dan etnis yang tersebar di seantero penjuru wilayahnya. Bukan hanya itu, Indonesia juga telah lama menjadi kuala penyerbukan silang budaya dan peradaban dunia. 

Saturday, November 28, 2015

Dua Gus, Satu Kiai

Koran Sindo, 29 November 2015

Judul Buku: Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus
Penulis: K.H. Husein Muhammad
Penerbit: Noura Books
Cetakan: I, Oktober 2015
Tebal: 179 Halaman

Raga KH. Abdurrahman Wahid memang sudah lama pergi meninggalkan keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mencintainya. Namun pemikiran, sikap, pengalaman, hingga humornya akan senantiasa terus hidup di benak semua orang.

Gus Dur, demikian ia biasa dipanggil, memang sosok nyentrik langka tanding. Dia bukan hanya seorang kiai yang pintar memintal dalil agama dengan aneka referensi dan mantan pemimpin sebuah organisasi keagamaan terbesar sedunia, namun juga sosok negarawan, budayawan, intelektual, pembela kaum minoritas, mantan Presiden RI hingga produsen berbagai lelucon yang menyegarkan pemecah kebekuan.

Wednesday, November 25, 2015

Kiprah Muslim di Pentas Sejarah

Harian Nasional, 21-22 November 2015
 
Judul Buku: Ensiklopedia Tokoh Muslim
Penulis: Ahmad Rofi’ Usmani
Penerbit: Mizan
Cetakan: I, 2015
Tebal: 678 Halaman

Sejak diwartakan oleh Muhammad saw. lebih dari empat belas abad yang lalu, Islam kini telah menjadi salah satu agama dengan jumlah pemeluk terbesar di dunia. Pada tahun 2015 setidaknya dua milyar orang di planet Bumi mengaku berkeyakinan sesuai dengan agama yang lahir di jazirah Arab ini.  Jumlah tersebut menjadi angka terbanyak kaum muslim dalam satu kurun waktu.

Ironisnya, dengan jumlah populasi yang sedemikian besar, kondisi umat Islam saat ini mayoritas berada di periferi pentas dunia. Secara ekonomi, mayoritas kaum muslim hanyalah konsumen dari banjir produk kapitalisme. Secara politik, jangankan memiliki sebuah kesamaan sikap atas beragam persoalan yang menghimpit, mereka malah sibuk bertikai hingga berperang antar sesama.

Friday, November 20, 2015

Teknik Sederhana Memelihara Kesehatan

Koran Sindo, 8 November 2015

Judul Buku: The Miracle of Endorphin; Sehat Mudah dan Praktis dengan Hormon Kebahagiaan, (Gold Ed.)
Penulis: Shigeo Haruyama
Penerbit: Qanita
Cetakan: I, Oktober, 2015
Tebal: 264 Halaman  
                      
Kesehatan menjadi prioritas utama dalam kehidupan manusia. Tidak mengherankan jika sepanjang sejarah peradabannya yang membentang, riset dan penelitian mengenai teknik hidup sehat serta pengobatan atas berbagai penyakit senantiasa terus berkembang seiring dengan penyakit-penyakit baru yang terus muncul.

Pada awalnya, terdapat asumsi bahwa teknik pengobatan secara garis besar terpolarisasi dalam dua kutub dengan kekhasannya masing-masing yang berbeda bahkan bertentangan; Timur dan Barat. Namun, berkat ilmu fisiologi otak dan biologi molekuler modern, kedua tradisi tersebut dapat didamaikan dan dijelaskan dengan sama ilmiahnya.

Thursday, August 20, 2015

Keabsahan Agama-agama Samawi

Koran Tempo, 16 Agustus 2015
 
Judul Buku: Menyoal Status Agama-agama Pra Islam
Penulis: Sa’dullah Affandy
Penerbit: Mizan
Cetakan: I, April 2015
Tebal: 282 Halaman

Jamak diyakini bahwa kedatangan Islam dengan diturunkannya wahyu kepada nabi Muhammad saw. secara otomatis mengganti dan menghapuskan (abrogasi) syariat-ajaran yang diturunkan Tuhan dan berlaku sebelumnya pada agama-agama langit; Yahudi dan Kristen.

Keyakinan demikian tentu bukanlah monopoli kaum muslim, karena dalam tradisi Krisitiani terjadi hal yang sama. Mereka meyakini ajarannya sebagai “teologi penggantian” dan supersessionisme atas agama yang lahir sebelumnya, Yahudi. Meski kemudian dianulir oleh Nostra Aetea dari Konsili vatikan Kedua.

Saturday, August 15, 2015

Menghidupkan Kembali Warisan Luhur Bangsa


Koran Jakarta, 14 Juli 2015



Judul Buku: Janma Tan Kena Kinira; Mutiara Kebajikan Para Leluhur Jawa

Penulis: Gesta Bayuadhy

Penerbit: Laksana

Cetakan: I, Januari 2015

Tebal: 240 Halaman


Suku Jawa merupakan suku dengan populasi terbesar di Indonesia. Fakta ini semakin diperkuat dengan posisi pulaunya yang menjadi Ibukota negara, sekaligus pusat berkumpulnya manusia dan berputarnya uang. Tidaklah mengherankan jika semua aspek kebudayaan Jawa mampu mewarnai peradaban Indonesia saat ini.


Dengan modal demografis dan geografis yang dimilikinya, etnis Jawa juga selalu diperhitungkan dalam setiap perhelatan pesta demokrasi di negeri ini. Fakta juga menunjukkan bahwa hampir semua presiden yang pernah memerintah negeri dengan beraneka suku ini, berasal dari suku Jawa.

Sunday, July 5, 2015

Geliat Sufisme di Negeri Barat

Majalah Gatra, Edisi XXI No. 35 1 Juli 2015

Judul Buku: Sufi-sufi Diaspora; Fenomena Sufisme di Negara-negara Barat
Penulis: Jamal Malik & John Hinnels

Penerbit: Mizan

Cetakan: I, April 2015

Tebal: 380 Halaman


Membanjirnya para imigran dari negara-negara dunia ketiga memasuki Eropa merupakan hal yang lazim disaksikan pada abad 21. Ekonomi menjadi salah satu faktor utama yang memantik kedatangan mereka secara besar-besaran. Negara-negara maju membutuhkan tenaga kerja dengan upah murah, sedangkan para imigran memerlukan pekerjaan yang tidak tersedia di negara asal.


Proses ini banyak terjadi di negara yang sebelumnya dikenal sebagai kolonialis, sebut saja misalnya Inggris, Prancis, dan Belanda. Sedangkan para imigran mayoritas berasal dari negara-negara bekas jajahan mereka yang ada di Asia dan Afrika, seperti India, Maroko dan Aljazair. Selain Eropa, Amerika juga menjadi tujuan favorit para imigran.

Monday, June 15, 2015

Kisah-kisah Pembawa Bahagia

Koran Sindo, 14 Juni 2015

Judul Buku: Happines Cafe; Kisah Inspiratif Orang-orang Yang Bahagia
Penulis: Arvan Pradiansyah & Hermawan Aksan
Penerbit: Pustaka Inspira
Cetakan: I, Mei 2015
Tebal: 301 Halaman

Siapa yang tidak mengenal nama Ludgwig van Beethoven di jagat musik dunia ? Salah satu komponis terbesar dunia dan tokoh penting di masa peralihan antara Zaman klasik dan Zaman Romantik. Pria kelahiran 16 Desember 1770 ini berhasil menggelar konser pertamanya pada usia tujuh tahun. 

Ia diramalkan oleh guru komponis pertamanya, Christian Gottlob Neefe, akan menjadi sosok sehebat Mozart seandainya Beethoven meneruskan karirnya. Mozart yang diidolakannya pun terkagum-kagum dengan permainan pianonya ketika keduanya bertemu untuk pertama kalinya di Wina, Austria.

Tuesday, May 26, 2015

Jalan Panjang Sang Gerilyawan

Koran Tempo, 24 Mei 2015
 
Judul Buku: 693 KM; Jejak Gerilya Sudirman
Penulis: Ayi Jufridar
Penerbit: Noura Books
Cetakan: I, Januari 2015
Tebal: 310 Halaman

Sejarah boleh jadi ditulis hanya oleh para pemenang. Namun yang pasti, sejarah dikisahkan harus dengan kejujuran sehingga dapat menjadi dian yang menyigi keremangan bagi generasi mendatang, bukan mewariskan kabut gelap akan masa lalu. Karena rekayasa dan kebohongan yang menyejarah, hanya menunggu waktu terkuak sebelum lonceng kebenaran berdentang menghantam kesadaran zaman.

Selain itu, penulis yang menarasikan sejarah dan menghadirkan tokoh masa lalu sebagai cerita, diharuskan untuk melakukan riset secara mendalam sehingga memiliki wawasan yang cukup atas sosok yang hendak disuguhkan. Minimnya informasi bukan hanya membuat kisah yang ada menjadi miskin wawasan bagi pembaca, namun bangunan cerita juga akan semakin jauh dari realita.

Monday, May 25, 2015

Mengatasi Stres Pada Kaum Remaja

Koran Jakarta, 22 Mei 2015
 
Judul Buku: Panduan Mengatasi Stres Bagi Remaja
Penulis: Nicola Morgan
Penerbit: Gemilang
Cetakan: I, Januari 2015
Tebal: 310 Halaman

Ujian Nasional (UN) telah dihadapi para siswa yang berada di kelas IX dan XII. Meski bukan lagi menjadi parameter kelulusan sekolah, namun keberadaan UN dapat dipastikan memiliki dampak tersendiri bagi psikologi sebagian para siswa. Salah satu efek yang laten ditimbulkannya adalah stres.

Meski merupakan gejala umum yang dapat menghinggap siapa saja dan pada usia berapa saja, namun stres pada remaja tetap menjadi rentan mengingat pada fase ini merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Akan tetapi, stres pada remaja bukan lagi sebuah momok yang tidak dapat diatasi.

Saturday, May 23, 2015

Menggugat Gagasan Khilafah

Jateng Pos, 17 Mei 2015

Judul Buku: Kontroversi Khilafah; Islam, Negara, dan Pancasila
Penulis: Komaruddin Hidayat (ed.)
Penerbit: Mizan
Cetakan: I, Desember 2014
Tebal: 279 Halaman

Wacana Islam kontemporer nampaknya selain dimonopoli oleh isu radikalisme agama, pula menyoal relasi Islam dan kekuasaan. Lebih konkret lagi, seputar pembentukan Negara Islam atau khilafah islamiyah. Meski telah lama menghantui, akan tetapi isu tersebut seakan menemukan momentumnya justru pada abad 21 ini.

Sebagai sebuah gagasan romatisisme, rumusan konsep pengusung khilafah selalu menjadikan masa lalu sebagai acuannya. Padahal sejarah juga membuktikan bahwa sistem khilafah hampir tidak pernah benar-benar mempersatukan umat Islam, namun masih diyakini para pendukungnya sebagai solusi atas beragam permasalahan umat yang dimandatkan Tuhan.

Thursday, April 2, 2015

Mengharap Mimpi Bertemu Nabi

Kabar Madura, 31 Maret 2015

Judul Buku: Mimpi Bertemu Nabi
Penulis: Juman Rofarif
Penerbit: Zaman
Cetakan: I, 2014
Tebal: 262 Halaman

Muhammad saw. merupakan sosok yang keluhuran pekertinya menjadi pakem moralitas umat Islam secara keseluruhan. Beliaulah manifestasi dari muatan al-Qur’an. Kekasih Tuhan yang memilih hidup sederhana meski diberi pilihan untuk menjadi diraja dunia serta kekayaan berupa emas bergunung-gunung.

Posisinya sebagai rasul terakhir yang menyampaikan risalah Tuhan kepada manusia semakin mengukuhkan cinta umatnya. Tidaklah mengherankan jika bermiliar orang dari berbagai generasi setelahnya, begitu merindukan sosok agung tersebut. Pertemuan dengan pribadi yang meneduhkan itu menjadi dambaan bagi mereka yang mengimaninya, meski hanya dalam mimpi.

Monday, March 23, 2015

Skandal Lokal yang Menggemparkan

Tribun Jogja, 22 Maret 2015
 
Judul Buku: 121 Indonesia’s Scandals
Penulis: Afred Suci
Penerbit: Loveable
Cetakan: I, 2014
Tebal: 494 Halaman

Jalan pantai utara Jawa atau biasa disebut Pantura, merupakan jalur primadona para pengendara kendaraan bermotor di pulau Jawa. Terutama para pemudik menjelang lebaran Idul Fitri tiba. Jutaan manusia yang mengadu nasib dan mengais rejeki dari berbagai kota besar, terutama terpusat di Jakarta dan sekitarnya, berduyun-duyun pulang mudik ke asal kampung halaman masing-masing.

Sebagian menggunakan transportasi umum massal, sebagian lagi mengendarai kendaraan pribadi mulai dari roda dua hingga empat. Kebanyakan menuju berbagai kota kecil yang tersebar di pulau Jawa, tempat orang tua anak sanak famili yang masih hidup tinggal. Mereka menyemut memadati jalur Pantura hingga kemacetan menjadi ritual tahunan yang tak terhindarkan.

Pedoman Spiritual Peradaban Galau

Jateng Pos, 15 Maret 2015
 
Judul Buku: Reclaim Your Heart
Penulis: Yasmin Mogahed
Penerbit: Zaman
Cetakan: I, Desember 2014
Tebal: 297 Halaman

Kemampuannya dalam mengurai persoalan serta mendedah solusi patut diacungi jempol. Posisinya sebagai seorang muslimah yang taat tidak serta-merta mengaburkan perspektif. Sebaliknya, pesan moral yang didengungkannya dapat dirasakan getarannya oleh seluruh lapisan pembaca  dari beragam kalangan dengan berbagai latar belakang keimanan.

Kaya akan analogi yang mudah dipahami, sarat makna yang dapat diserap, dihadirkan ke tengah pembaca tanpa gaya bahasa yang menggurui namun menawarkan cara pandang tentang cinta, kehilangan, kebahagiaan, dan rasa sakit yang baru. Itulah kesan dan apresiasi atas buku karya Yasmin Mogahed ini.         

Saturday, March 21, 2015

Masa Muda Sang Guru Bangsa

Koran Sindo, 22 Maret 2015
 
Judul Buku: Mata Penakluk: Manakib Abdurrahman Wahid
Penulis: Abdullah Wong
Penerbit: Expose
Cetakan: I, Januari 2015
Tebal: 295 Halaman

Abdurrahman Wahid merupakan salah satu tokoh bangsa yang unik sekaligus menarik. Demikian pula dengan kisah-kisah yang mengitari hidup. Beragam identitas, gelar serta julukan melekat pada sosok yang senantiasa mengenakan kacamata tebal ini. Mulai dari yang positif hingga negatif.

Sebut saja misalnya, ia dikenal sebagai pembela kaum minoritas, lokomotif demokrasi dan HAM di Indonesia, bapak pluralisme, kyai kharismatik, hingga sebagian orang menganggapnya sebagai salah seorang wali Allah.