Kamis, 20 Agustus 2015

Keabsahan Agama-agama Samawi

Koran Tempo, 16 Agustus 2015
 
Judul Buku: Menyoal Status Agama-agama Pra Islam
Penulis: Sa’dullah Affandy
Penerbit: Mizan
Cetakan: I, April 2015
Tebal: 282 Halaman

Jamak diyakini bahwa kedatangan Islam dengan diturunkannya wahyu kepada nabi Muhammad saw. secara otomatis mengganti dan menghapuskan (abrogasi) syariat-ajaran yang diturunkan Tuhan dan berlaku sebelumnya pada agama-agama langit; Yahudi dan Kristen.

Keyakinan demikian tentu bukanlah monopoli kaum muslim, karena dalam tradisi Krisitiani terjadi hal yang sama. Mereka meyakini ajarannya sebagai “teologi penggantian” dan supersessionisme atas agama yang lahir sebelumnya, Yahudi. Meski kemudian dianulir oleh Nostra Aetea dari Konsili vatikan Kedua.

Sabtu, 15 Agustus 2015

Menghidupkan Kembali Warisan Luhur Bangsa


Koran Jakarta, 14 Juli 2015



Judul Buku: Janma Tan Kena Kinira; Mutiara Kebajikan Para Leluhur Jawa

Penulis: Gesta Bayuadhy

Penerbit: Laksana

Cetakan: I, Januari 2015

Tebal: 240 Halaman


Suku Jawa merupakan suku dengan populasi terbesar di Indonesia. Fakta ini semakin diperkuat dengan posisi pulaunya yang menjadi Ibukota negara, sekaligus pusat berkumpulnya manusia dan berputarnya uang. Tidaklah mengherankan jika semua aspek kebudayaan Jawa mampu mewarnai peradaban Indonesia saat ini.


Dengan modal demografis dan geografis yang dimilikinya, etnis Jawa juga selalu diperhitungkan dalam setiap perhelatan pesta demokrasi di negeri ini. Fakta juga menunjukkan bahwa hampir semua presiden yang pernah memerintah negeri dengan beraneka suku ini, berasal dari suku Jawa.