Senin, 23 Maret 2015

Skandal Lokal yang Menggemparkan

Tribun Jogja, 22 Maret 2015
 
Judul Buku: 121 Indonesia’s Scandals
Penulis: Afred Suci
Penerbit: Loveable
Cetakan: I, 2014
Tebal: 494 Halaman

Jalan pantai utara Jawa atau biasa disebut Pantura, merupakan jalur primadona para pengendara kendaraan bermotor di pulau Jawa. Terutama para pemudik menjelang lebaran Idul Fitri tiba. Jutaan manusia yang mengadu nasib dan mengais rejeki dari berbagai kota besar, terutama terpusat di Jakarta dan sekitarnya, berduyun-duyun pulang mudik ke asal kampung halaman masing-masing.

Sebagian menggunakan transportasi umum massal, sebagian lagi mengendarai kendaraan pribadi mulai dari roda dua hingga empat. Kebanyakan menuju berbagai kota kecil yang tersebar di pulau Jawa, tempat orang tua anak sanak famili yang masih hidup tinggal. Mereka menyemut memadati jalur Pantura hingga kemacetan menjadi ritual tahunan yang tak terhindarkan.

Pedoman Spiritual Peradaban Galau

Jateng Pos, 15 Maret 2015
 
Judul Buku: Reclaim Your Heart
Penulis: Yasmin Mogahed
Penerbit: Zaman
Cetakan: I, Desember 2014
Tebal: 297 Halaman

Kemampuannya dalam mengurai persoalan serta mendedah solusi patut diacungi jempol. Posisinya sebagai seorang muslimah yang taat tidak serta-merta mengaburkan perspektif. Sebaliknya, pesan moral yang didengungkannya dapat dirasakan getarannya oleh seluruh lapisan pembaca  dari beragam kalangan dengan berbagai latar belakang keimanan.

Kaya akan analogi yang mudah dipahami, sarat makna yang dapat diserap, dihadirkan ke tengah pembaca tanpa gaya bahasa yang menggurui namun menawarkan cara pandang tentang cinta, kehilangan, kebahagiaan, dan rasa sakit yang baru. Itulah kesan dan apresiasi atas buku karya Yasmin Mogahed ini.         

Sabtu, 21 Maret 2015

Masa Muda Sang Guru Bangsa

Koran Sindo, 22 Maret 2015
 
Judul Buku: Mata Penakluk: Manakib Abdurrahman Wahid
Penulis: Abdullah Wong
Penerbit: Expose
Cetakan: I, Januari 2015
Tebal: 295 Halaman

Abdurrahman Wahid merupakan salah satu tokoh bangsa yang unik sekaligus menarik. Demikian pula dengan kisah-kisah yang mengitari hidup. Beragam identitas, gelar serta julukan melekat pada sosok yang senantiasa mengenakan kacamata tebal ini. Mulai dari yang positif hingga negatif.

Sebut saja misalnya, ia dikenal sebagai pembela kaum minoritas, lokomotif demokrasi dan HAM di Indonesia, bapak pluralisme, kyai kharismatik, hingga sebagian orang menganggapnya sebagai salah seorang wali Allah.