Sabtu, 12 April 2014

Jejak Sang Pendiri Tebu Ireng

Koran Sindo, 30 Maret 2014
 
Judul Buku: Guru Sejati Hasyim Asy’ari
Penulis: Masyamsul Huda
Penerbit: Pustaka Inspira
Cetakan: I, Maret 2014
Tebal: 267 Halaman

Tebu Ireng merupakan nama pesantren tua yang legendaris. Ribuan kiai dan santri telah dihasilkannya sejak lebih dari satu abad yang lalu kala pesantren ini didirikan. Tepatnya pada 26 Rabiul Awal 1317 H atau 5 Agustus 1899 oleh seorang ulama kharismatik bernama K.H. Hasyim Asy’ari, yang diberi gelar sebagai Hadharatussyaikh atau Maha Guru.

Namun siapa sangka, sebelum dikenal sebagai kampong santri tempat lahirnya organisasi keagaamaan terbesar di Nusantara, Nahdlatul Ulama, Tebu Ireng ketika masih bernama Kebo Ireng merupakan sebuah kawasan prostitusi, tempat judi, sabung ayam serta berbagai aktivitas amoral lainnya. Setidaknya demikianlah yang dikisahkan dalam buku berjudul Guru Sejati Hasyim Asy’ari ini.