Kamis, 26 Mei 2011

Serba-serbi Sang Technosof

Judul Buku: Habibie: Kecil tapi Otak Semua
Penulis: A. Makmur Makka
Penerbit: Edelweiss
Cetakan: I, Februari 2011
Tebal: 355 Halaman

Sejarah industri pesawat terbang di Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari nama Bacharuddin Jusuf Habibie (BJH). Ya, mantan Chief Methods and Technologies Research and Developments pabrik pesawat terbang Messerchmitt Bolkow Blohm di Hamburg, Jerman ini memang merupakan penggerak utama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN).

Sayang, badai krisis moneter membuat Indonesia jatuh ke dalam jeratan International Monetary Fund (IMF), yang salah satu syaratnya adalah Indonesia (IPTN) tidak diperbolehkan “berjualan”. Hakl ini mengakibatkan perusahaan dirgantara kebanggaan rakyat Indonesia tersebut terpuruk. Pesawat unggulan CN-235 dan CN-250 yang seharusnya menembus pasar internasional, ambruk dan mati suri hingga kini. Imbas dari jeratan IMF tersebut.         

Namun meski sosok BJH identik dengan kecanggihan teknologi dan pesawat terbang, keliru jika memahami sosok nan bersahaja dan selalu mengenakan peci hitam ini melulu berkutat dengan soal tersebut. Bagaimanakah BJH secara lebih manusia dalam kesehariannya? Buku karya A. Makmur Makka ini berusaha mengupas serba-serbi yang bisa jadi hanya sedikit orang mengetahui.  

Rabu, 25 Mei 2011

Novelisasi Sejarah Kelam Jepang

Judul Buku: The Heike Story: Kisah Epik Jepang Abad ke-12
Penulis: Eiji Yoshikawa
Penerjemah: Antie Nugrahani
Penerbit: Zahir Book, RedLine Publishing
Cetakan: Pertama, Juni 2010
Tebal: 750 Halaman

Lakon diawali dengan “rutinitas” pertengkaran yang biasa terjadi pada keluarga Samurai bernama Tadamori  dengan istrinya yang super bawel, Yasuko.  Saking bawelnya, sang istri dijuluki “kertas minyak terbakar” oleh suaminya, gambaran betapa mudahnya ia tersulut api amarah. Kemiskinan keluarga dijadikan kambing hitam oleh Yasuko atas sikap buruknya.

Rumah mereka di Imadegawa, wilayah pinggiran ibu kota, digambarkan sebagai reruntuhan yang mengenaskan, atapnya yang bocor tidak pernah diperbaiki, sedang sang suami, sering bersikap cuek dan malas-malasan, begitu ia berkilah. Maklum, Yasuko berasal dari klan bangsawan Fujiwara yang dikenal golongan high-class masa itu, sedangan Tadamori hanyalah samurai dari klan Heike yang miskin. Fakta inilah yang biasa diungkit-ungkit sang isteri ketika ia bak orang kesurupan, memuntahkan semua unek-unek dan umpatannya kepada suami dan anak-anaknya.

Meski jauh dari gambaran keluarga yang harmonis, bayi demi bayi tetap lahir dari rahim ibu rumah tangga keluarga ini. Setelah si Sulung Heita Kiyomori, lahirlah adiknya Tsunemori yang kemudian disusul oleh anak ketiga bahkan keempat. Sebagai anak tertua yang telah dewasa, Kiyomori memahami betul isi “jeroan” keluarganya. Terlebih ia yang paling kerap menjadi pelampiasan kemarahan dan kekecewaan ibunya.

Sabtu, 21 Mei 2011

Penemuan Surga yang Hilang

Judul        : Atlantis 
Penulis     : Prof. Arysio Santos
Penerbit   : Ufuk, Jakarta
Cetakan   : Mei, 2010
Tebal        : 677 halaman 

Surga telah ditemukan! Surga apa? Di mana? Surga yang dimaksud adalah Surga Atlantis. Letaknya di negera kita, Indonesia. Tepatnya, di Selat Sunda. Seorang geolog dan fisikawan nuklir asal Brazil, Prof. Arysio Santos, menyatakan dengan yakin dan tegas bahwa ia telah menemukan Surga yang Hilang itu di Indonesia. Dan ia sedikitpun tidak ragu dengan penemuannya ini.

Disebutkan, pada 75.000 tahun yang silam pernah terjadi ledakan Gunung Toba yang sangat dahsyat. Ledakan gunung berapi yang satu ini telah mengawali sebuah Zaman Es yang terakhir. Kemudian, 11.600 tahun silam, Gunung Krakatau juga meletus dengan kedahsyatan tak terkira. Letusan yang mahadahsyat ini bahkan menghancurkan segalanya; bukan hanya umat manusia yang ditaksir mencapai 20 jutaan, bahkan semua makhluk yang ada di surga ini pun musnah. Barangkali hanya sedikit saja yang tersisa. Inilah akhir dari kisah tentang Zaman Es terakhir.

Sungguh, bencana Krakatau adalah bencana semesta. Suku Indian Washo menggambarkan: Sebuah gempa bumi mahadahsyat yang menyebabkan gunung-gunung membara. Lidah-lidah api menjulur ke angkasa. Bintang-gemintang berjatuhan bagai batu meleleh. Banjir mendera, dan manusia-manusia mencoba menyelamatkan diri dengan membangun menara yang tinggi.

Sabtu, 07 Mei 2011

Menjadi Magnet Uang

Koran Sindo, 8 Mei 2011

Judul Buku: How to Become A Money Magnet
Penulis: Marie-Claire Carlyle
Penerbit: Foresta
Penerjemah: Dwi Karyani
Cetakan: I,  April 2011
Tebal: 271 Halaman

Tahukah Anda bahwa bahasa yang kita gunakan sehari-hari, baik dalam tulisan, lisan, atau dalam cara kita berpikir, dapat memengaruhi kita untuk menjadi magnet uang? 

Setidaknya, demikianlah menurut Marie-Claire Carlyle penulis buku berjudul How to Become A Magnet Money ini.Teorinya adalah pikiran, tubuh, dan jiwa pada hakikatnya terhubung. Pilihlah kata-kata yang dapat memberi perasaan positif. Maka, perasaan positif tersebut akan bertindak sebagai magnet, menarik alasan lebih banyak untuk merasakan hal positif. 

Secara sederhana dapat dikatakan menjadi magnet uang berarti mencari kekayaan dalam diri guna menarik kekayaan dari luar. Prinsipnya kita adalah magnet, menarik apa pun yang kita pikirkan ke dalam hidup kita. Hal ini bukan omong kosong belaka, sains telah membuktikan bahwa kita adalah makhluk energik dan kita mampu menarik apa yang kita pikirkan. Hidup kita sendiri pada dasarnya merupakan refleksi atas pemikiran kita, baik pikiran sadar maupun bawah sadar.