Kamis, 28 April 2011

Panorama Islam Kontemporer


Judul: Masa Depan Islam: Antara Tantangan Kemajemukan dan Benturan dengan Barat
Penulis: John L. Esposito
Penerjemah: Eva Y. Nukman dan Edi Wahyu SM
Penerbit: Mizan
Cetakan: I, Desember 2010
Tebal: 343 Halaman
Harga: Rp.65.000.

Sepanjang sejarahnya, belum pernah Islam tersebar seperti sekarang ini di seluruh dunia dan berinteraksi dengan keyakinan serta masyarakat lain. Membentang dari Kairo hingga Jakarta di dunia muslim dan dari New York hingga Berlin di Barat. Bagi pemerintah Amerika dan negara-negara Eropa, memahami Islam dan Muslim kemudian menjadi kebutuhan domestik dan prioritas dalam kebijakan luar negeri mereka.

Meski demikian, tidak sedikit kalangan bingung memahami Islam dan Muslim mengingat paradoks yang menyertainya. Pemimpin kaum muslim menyatakan bahwa Islam adalah agama damai dan adil, namun Osama bin Laden dan teroris Muslim secara global membantai non-Muslim maupun sesama Muslim sendiri. George W. Bush menyebut Islam sebagai agama damai, tetapi penginjil Franklin Graham menyebut Islam agama setan. Samuel Huntington menuduh Islam berlumur darah, sebaliknya Barack Obama menyatakan Islam telah menunjukkan kata-kata dan perbuatan tentang peluang toleransi beragama dan kesetaraan ras. 

Disinilah posisi penting buku ini. Penulisnya, Jhon L. Esposito, berusaha menunjukkan panorama Islam kontemporer lengkap dengan dinamika internal yang terjadi di dunia Muslim. Sebagai orang Amerika non Muslim, Ia lebih bisa didengar karena dianggap mampu memandang Islam secara lebih obyektif, apalagi Esposito merupakan pemikir kenamaan tentang Islam dari Georgetown University Amerika dan penafsir Islam paling otoritatif di negeri Paman Sam tersebut.

Sabtu, 23 April 2011

Menggagas Pemimpin Berbudaya


Koran Sindo, 24 April 2011

Judul Buku: Culture Based Leadership
Penulis: Herry Tjahyono
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, 2011
Tebal: 273 Halaman

Herakleitos, filsuf Yunani Kuno, menyatakan bahwa segala sesuatu mengalir seperti sungai, segala sesuatu berubah, panta rhei. Satu-satunya yang tetap adalah perubahan itu sendiri.

Perubahan, entah yang terkait dengan diri sendiri (personal context) maupun sosial (social/organization context), mau tak mau akan melibatkan sebuah proses penting bernama transformasi, yang melibatkan sebuah proses perubahan mendasar (fundamental change).Transformasi juga akan melibatkan dua kata vital: kepemimpinan (leadership) dan budaya organisasi (organization/corporate culture). Secara de facto, keduanya merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dalam mengelola sebuah proses transformasi two sides of a coin.

Lebih khusus lagi,yang akan menjadi ujung tombak untuk memenangkan proses transformasi dalam organisasi dan perusahaan, ada dua: Kepemimpinan berbasiskan budaya (Culture Based Leadership) dan Budaya Kinerja Tinggi (High Performing Culture). (halaman 17) Buku Culture Based Leadership ini berusaha menguak rahasia- rahasia penting yang telah membuat sebagian perusahaan mampu menjadi great companies. Rahasia itu terentang dari bagaimana budaya mampu mendongkrak kinerja, teknik pemetaan dan pengukurannya, pembangunan budaya sehat dan kuat, hingga Indeks Budaya (HPC Index) yang menjadi mercusuar kinerja organisasi.

Rabu, 20 April 2011

Rahasia Sukses Pengusaha Singapura

Kompas.com 

Judul Buku: Towkay Ho Seh Boh?
Penulis: Ah Chuan
Penerbit: Ufuk Press
Penerjemah: Meda Satrio
Cetakan: Pertama, Februari 2011
Tebal: 177 Halaman

Singapura, atau yang biasa dijuluki sebagai Negeri Kepala Singa, dikenal bak negeri impian. Tempat favorit bagi kalangan berduit, dengan segala fasilitas serba wahid. Keberadaan Singapura memang membuat iri para tetangga, terutama Indonesia.

Betapa tidak, meski hanya memiliki daratan seluas 704 km2, bersama Taiwan, Hongkong, dan Korea Selatan, negara ini menjadi salah satu dari empat macan Asia. Tidak hanya itu, negara ini mendapatkan gelar pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, dengan pertumbuhan PDB 17,9 % pada pertengahan pertama 2010.  Singapura juga pemilik cadangan devisa terbesar kesembilan di dunia.

Dengan populasi penduduk yang berjumlah 5 juta jiwa dan luas area daratan yang disebut di atas, maka republik yang pada masa lalu dikenal dengan nama Tumasik ini menjadi negara terpadat kedua setelah Monako. Selain itu, bisnis dan perdagangan menjadi andalan pemerintah dan masyarakat Singapura dalam mengais dollar.  Sebuah pilihan jitu yang terbukti mampu mendongkrak perekonomian negeri ini.

Tidak mengherankan jika selain menjadi kawasan paling diminati investor asing, Singapura juga mampu melahirkan pengusaha-pengusaha (towkay) andal yang semakin menegaskan kemakmuran negeri ini. Salah satu towkay tersebut adalah Ah Chuan, penulis buku berjudul lengkap Towkay Ho Seh Boh?: Rahasia Sukses dan gaya Hidup Konglomerat Singapura.

Kamis, 14 April 2011

Struktur Ajaib dalam al-Qur’an


Judul Buku: Miracle of The Qur’an
Penulis: Caner Taslaman
Penerjemah: Ary Nilandari
Penerbit: Mizan
Cetakan: Pertama, November 2010
Tebal: 482 Halaman


Masihkah diperlukan sebuah pembuktian ilmiah atas wahyu Tuhan yang di kalamkan kepada manusia? Apakah upaya tersebut dapat meyakinkan orang-orang yang meragukan dan bahkan mengingkarinya? Atau justru upaya tersebut menjadi blunder, mengingat rasionalitas manusia yang menghasilkan penemuan-penemuan ilmiah selalu berevolusi.

Pada prinsipnya agama, sebagai sistem yang dirancang oleh Allah, tidak mungkin bertentangan dengan hukum-hukum alam universal yang dicanangkan oleh Tuhan yang sama. Akan tetapi, kaum fundamentalistik fanatik, yang menganggap dirinya juru bicara Tuhan, dan ilmuwan ateistik ortodoks, berusaha sekeras-kerasnya untuk membuktikan dua hal tersebut secara kontradiktif.

Kondisi ini memunculkan keprihatinan pada diri Caner Taslaman. Keserasian agama dengan hukum-hukum Alam (sains) hendak dibuktikan oleh doktor kajian Filsafat dan Agama Universitas Marmara Turki tersebut dalam buku berjudul lengkap Miracle of The Quran: Keajaiban al-Qur’an Mengungkap Penemuan-penemuan Ilmiah Modern ini, dengan membedah kandungan al-Qur’an sebagai medium pembuktiannya.

Senin, 11 April 2011

Catatan Seorang Naturalis Cilik




Judul Buku: The Evolution of Calpurnia Tate
Penulis: Jacqueline Kelly
Penerbit: Matahati
Cetakan: Pertama, November 2010
Tebal: 383 Halaman

Nama lengkapnya Calpurnia Virginia Tate, tetapi orang-orang lebih sering memanggilnya Callie Vee. Baru berusia sebelas tahun dan satu-satunya anak perempuan dari tujuh bersaudara. Diapit oleh tiga kakak dan tiga adik. Ayahnya seorang pemilik kebun kapas beserta pabrik pengolahannya.

Berbeda dengan semua saudara maupun teman-temannya, Callie sangat menyukai dunia binatang dan tumbuhan. Mungkin darah seorang naturalis mengalir deras dari kakeknya yang memiliki hobi yang sama dengannya. 
Keberadaan sosok kakek, yang pada awalnya sangat misterius dan disegani baik oleh Callie maupun saudaranya yang lain, ternyata pada akhirnya justru menjadi keluarga yang paling dekat dengannya, bahkan berpengaruh besar terhadap kehidupannya.
Pada awalnya sebagai satu-satunya anak perempuan di keluarga, Callie diproyeksikan oleh kedua orang tuanya, terutama ibunya, untuk menjadi seorang perempuan terhormat, yang pada saat ini dikonsepsikan sebagai pintar menyulam, memasak dan bermain piano serta pekerjaan-pekerjaan yang sangat erat kaitannya dengan rumah tangga.

Kamis, 07 April 2011

Kekuatan Tertinggi Semesta

Judul Buku: The Power
Penulis: Rhonda Byrne
Penerjemah: Rani Moediarta
Penerbit: Gramedia Pustaka utama
Cetakan: I, Desember 2010
Tebal: 290 Halaman
 “Anda semestinya memiliki segala sesuatu yang Anda cintai dan dambakan. Pekerjaan Anda semestinya pekerjaan yang mengasyikkan, dan Anda semestinya mencapai apa yang ingin Anda capai. Hubungan Anda dengan keluarga dan teman-teman semestinya penuh kebahagiaan. Anda semestinya memiliki uang untuk membiayai hidup yang Anda impikan”.  
Itulah kalimat pengantar yang dilontarkan Rhonda Byrne untuk menstimulus pembaca buku ini. Setelah sukses dengan buku pertamanya The Secret, yang menjadi bestseller di seluruh dunia dan diterjemahkan ke dalam 46 bahasa, kini Rhonda menuangkan kembali gagasan-gagasannya dalam buku berjudul The Power. Kelahiran karya inovatif ini dilandasi oleh itikad mulianya untuk menyebarkan virus kebahagiaan bagi miliaran manusia, sebagaimana yang telah diupayakannya dengan buku pertama.  

Rhonda dalam Sekuel ini, berusaha mengungkapkan suatu kekuatan tunggal paling dahsyat di semesta kita, yaitu Daya. Pada dasarnya daya tidak dapat dirumuskan secara definitif, namun keberadaannya dapat dirasakan. Mengutip kata-kata sang penemu telepon, Alexander Graham Bell, bahwa “apa daya ini sesungguhnya, tak mampu saya ungkapkan; yang saya tahu hanyalah daya itu ada”. (Halaman 5)