Minggu, 27 Februari 2011

Tanah Baru Petualangan Fantasi


Judul Buku: The Tombs of Atuan
Penulis: Ursula K. Le Guin
Penerjemah: Harisa Permatasari
Penerbit: Media Klasik Fantasi
Cetakan: Pertama, Desember 2010
Tebal: 268 Halaman

Harry Potter bisa jadi merupakan novel terlaris sepanjang masa. Cerita  karya penulis Inggris J.K. Rawling ini mengisahkan keberadaan dua dunia secara pararel, dunia manusia (muggle) dan dunia sihir. Dengan menempatkan sosok Harry Potter sebagai tokoh utama, seorang anak yang berhasil lolos dari ancaman kematian yang ditebarkan oleh penyihir keji paling ditakuti di dunia sihir sekaligus pembunuh kedua orang-tuanya, Voldemort.

Peristiwa ini membuat Harry menderita sekaligus istimewa di dunia sihir. Harry kecil kemudian diasuh oleh pamannya di dunia manusia selama bertahun-tahun. Setelah dirasa cukup usia, ia tinggal di asrama sekolah sihir bersama teman-teman seusianya. Pengalaman Harry bersekolah inilah yang menjadi sentra dari novel tersebut. Karena disana ia memperoleh kekuatan dan kemampuan bertarungnya menggunakan ilmu sihir. Selain itu, disana pula Harry harus bertarung menghadapi musuh-musuhnya, terutama Voldemort yang terbangun dari tidur panjangnya. 

Sedikit yang mengetahui, bahwa jauh sebelum Harry Potter lahir, kisah mengenai seorang anak yang memiliki bakat luar biasa dalam ilmu sihir telah hadir lebih dulu. Bukan kebetulan pula jika tokoh utamanya memiliki tanda luka parut di wajah dan pernah mengenyam pendidikan di sekolah sihir, tempat ia menempa kemampuannya secara matang dari para master terkemuka. Buku yang dimaksud adalah The Earthsea Cycle. Sebuah buku yang sedikit banyak telah mempengaruhi dunia Harry Potter rekaan J.K. Rawling. 

Sabtu, 26 Februari 2011

Menguak Misteri Rumah Tuhan


Judul Buku: Misteri Ka’bah
Penulis: Fathi Fawzi Abd al-Mu’thi
Penerjemah: R. Cecep Lukman Yasin
Penerbit: Zaman
Cetakan: Pertama, 2010
Tebal: 245 halaman
Lebih dari satu milyar manusia di planet Bumi, lima kali dalam setiap harinya menghadap ke Ka’bah. Ya, Ka’bah merupakan tempat berkiblatnya umat Islam seluruh penjuru dunia, tanpa dibatasi oleh sekat-sekat suku, ras, maupun negara.
Ritual ini disebut shalat. Selain menghadap ke satu tempat yang sama yaitu Ka’bah, dalam melakukan shalat kaum muslim juga menggunakan bahasa Arab. Selain shalat, Ka’bah juga dibanjiri jutaan orang untuk berziarah dan menunaikan ibadah haji ke tanah suci setiap tahunnya. Di dalamnya terdapat tawaf, prosesi memutari Ka’bah sebagai syarat sahnya.
Bagaikan matahari yang dikitari planet-planet, setiap saat Ka’bah tak henti di-tawafi para peziarah. Lalu apakah makna Ka’bah sehingga dijadikan oleh Tuhan sebagai tempat menghadapnya umat manusia sebagai bentuk kepasrahan kepada-Nya? Bagaimanakah sejarah berdirinya Ka’bah dan kenapa disebut sebagai Baitullah atau Rumah Tuhan?
Hal inilah yang hendak dipaparkan buku setebal dua ratus empat puluh lima halaman ini. Penulisnya selain mencoba mengisahkan kembali sejarah Ka’bah yang masyhur, juga berusaha mendeskripsikan hal-hal yang selama ini dianggap belum diketahui umum.

Rabu, 16 Februari 2011

Strategi Investasi Raja Spekulasi

Harian Jogja, hlm. 24,17 Februari 2011

Judul Buku: The Warren Buffet Portfolio
Penulis: Robert G. Hagstrom
Penerjemah: Yelvi Andri Zaimur
Penerbit: Daras Books
Cetakan: I, 2010
Tebal: 258 Halaman

Bagi yang berkecimpung dalam bisnis investasi, siapa yang tak kenal dengan Warren Buffet? Kecerdasannya dalam berinvestasi serta catatan kesuksesannya yang ditorehkan hampir tak tertandingi selama puluhan tahun berkecimpung dalam dunia penuh spekulasi tersebut. Sebuah prestasi yang mengantarkannya menjadi figur paling populer dalam hal investasi hingga saat ini.

Sebagaimana yang kita ketahui, dunia investasi merupakan dunia yang sangat “gelap” dan beresiko tinggi. Dibutuhkan lebih dari sekedar keberuntungan atau modal berupa uang, tetapi juga memerlukan “lentera” ketajaman dalam menganalisa kondisi perrusahaan yang hendak di akuisisi secara teliti dan cermat. Sehingga tidak berujung pada kekecewaan yang mendalam.

Disinilah pentingnya kehadiran buku berjudul lengkap The Warren Buffet Portfolio: Membedah keunggulan Strategi Investasi Fokus ini, yang mengemukakan strategi investasi yang digunakan Buffet dalam membeli saham berdasarkan pengalaman sang raja spekulasi tersebut. Sehingga diharapkan mampu menularkan kesuksesan dengan keuntungan tidak hanya dalam jangka pendek, namun juga jangka panjang kepada para pembaca buku ini.

Sebelumnya Buffet mengingatkan bahwa meskipun pasar saham secara umum menggoda, namun tetap memiliki resiko sendiri. Oleh karena itu, Buffet lantas mengenalkan strategi investasi fokus, yang berdasarkan pengalaman dan keyakinannya selain mampu meminimalisir resiko kerugian juga menghindari persaingan dengan kebanyakan penganut pasar modern. Strategi fokus yang ditawarkan Buffet, pada dasarnya memang tidak sesuai dengan rumus portofolio modern karena dianggap tidak efektif. Sebuah tuduhan yang tidak mendasar mengingat fakta menunjukkan bahwa dalam sejarahnya sejumlah investor terbesar seperti John Maynand Keynes, Phil Fisher hingga Warren Buffet sendiri, merupakan penganut strategi ini.

Rabu, 09 Februari 2011

Menyemai Benih Perdamaian


Kompas.com, 10 Februari 2011

Judul Buku: Dialog Peradaban: Untuk Toleransi dan Perdamaian
Penulis: Abdurrahman Wahid & Daisaku Ikeda
Penerjemah: Ayumi Shinoki & Urara Numazawa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Pertama, Desember 2010
Tebal: xxvii + 310 Halaman 

Peradaban merupakan fungsi penting kekhalifahan manusia. Progresivitas bagi sebuah peradaban tidak bisa dilakukan hanya dengan menunggu dan berdiam diri. Karena sejatinya peradaban sebuah bangsa merupakan sebuah hasil dialog dengan peradaban di sekitarnya maupun hasil pergumulan dengan peradaban-peradaban sebelumnya. 

Karena itu, keterbukaan menjadi kata kunci penting. Tidak ada sebuah bangsa yang memiliki sebuah peradaban tinggi tanpa keterbukaan cara berpikir, mau memberi sekaligus menerima hal-hal baru selagi positif. Karena itu, dialog dan keterbukaan menjadi jalan yang harus ditempuh untuk membangun peradaban dan karakter sebuah bangsa.

Berbagai peristiwa terorisme dan konflik yang mewarnai Dunia, menunjukkan betapa dialog antarperadaban harus menjadi pola komunikasi baru antarwarga dunia. Benturan peradaban memang tak dapat disangkal secara empiris. Namun, warga dunia tak boleh menyerah pada realitas empiris dan harus terus memelihara harapan akan perwujudan perdamaiann abadi.