Minggu, 17 Oktober 2010

Pengakuan Seorang Mafia Pajak

Jawa Pos, 17 Oktober 2010

Judul Buku: Catatan Harian Seorang Mafia Pajak
Penulis: Heri Prabowo
Penerbit: Edelweiss
Cetakan: Pertama, Agustus 2010
Tebal: 295 Halaman

Nama Gayus H.P. Tambunan, sontak menjadi sosok terkenal di negeri ini. Bukan karena prestasinya mengharumkan nama bangsa di pentas dunia, namun terkuaknya timbunan harta kekayaan yang ditaksir mencapai ratusan milyar rupiah atas namanya menyentak banyak kalangan.

Kekagetan tersebut bukannya tanpa sebab. Mengingat Gayus bukan seorang konglomerat maupun anak pengusaha besar. Ia “hanyalah” Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan rendah dengan total pendapatan sekitar sepuluh juta rupiah perbulan. Nominal yang perlu beberapa ratus tahun dikumpulkan seorang Gayus untuk terakumulasi mencapai kekayaan tersebut.

Berdasarkan bukti-bukti yang didapat, disinyalir kuat ia terlibat dalam skandal penggelapan dana wajib pajak. Ia pun kemudian digelandang ke dalam tahanan untuk diselidiki lebih lanjut. Hingga kini kasusnya masih diproses di pengadilan.

Lalu dengan tertangkapnya pegawai kelas teri seperti Gayus, institusi Pajak khususnya, maupun lembaga dan Departemen lain, dapat dianggap telah bersih dari anasir-anasir jahat?

Sabtu, 16 Oktober 2010

From Surabaya with Characters

Judul Buku : Grow with Character: The Story
Penulis : Hermawan Kartajaya
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Pertama, Juli 2010
Tebal : 429 Halaman

Siapa yang tak mengenal Dahlan Iskan? Sosok yang mampu membangkitkan kembali Harian Jawa Pos yang sedang sekarat hingga bangkit dan menjadi salah satu Koran dengan tiras terbesar Tanah Air. Kemampuan manajemennya yang membuat ia ditunjuk sebagai direktur PLN saat ini.

Siapa pula yang tidak mengenal Putera Sampoerna. Dialah generasi ketiga keluarga pemilik HM Sampoerna, perusahaan rokok raksasa yang terkenal dengan rokok kreteknya nan legendaris, Dji Sam Soe, sebelum perusahaan tersebut dijual ke Philip Morris dengan harga yang sangat tinggi.
 
Hampir setiap orang Indonesia pasti tahu Ancol, minimal pernah mendengar. Sebuah kawasan di Jakarta yang pada mulanya terdiri dari rawa-rawa yang disebut sebagai pembuangan Jin, saking sepinya, namun kini menjadi tempat hiburan terbesar di Asia Tenggara. Adalah Ir. Ciputra arsitek sekaligus pemilik ide yang pada awalnya dianggap gila tersebut.
 
Dari ketiga figur hebat itulah seorang Hermawan Kartajaya, pendiri dan Presiden MarkPlus, Inc. pada tahun 1990, menimba ilmu. Lalu apa yang diserap oleh seorang Hermawan dari ketiganya?  Jawabannya adalah jiwa Entrepreneurship. Karakter inilah yang memungkinkan sebuah entitas dapat tumbuh secara berkesinambungan.