Minggu, 29 Agustus 2010

Pembunuhan Putera Menteri


Judul Buku: Six Suspects: Pembunuhan pun Mengenal Kasta
Penulis: Vikas Swarup
Penerjemah: Reni Indardini
Penerbit: Bentang
Cetakan: Pertama, Mei 2010
Tebal: 659 Halaman
Harga: Rp. 73.000.
Lazimnya novel yang mengisahkan misteri pembunuhan, pembaca akan tersugesti ikut menebak siapa pelaku dibelakangnya. Namun, ibarat menebak skor pertandingan sepak bola, suatu saat tebakan tersebut tepat, tetapi yang lebih sering melesat.
Salah satu resep umum kenapa novel bergenre seperti ini banyak disukai pembaca adalah kengototan penulisnya untuk menampilkan sosok pembunuh berikut motif yang melatarinya pada akhir cerita, sehingga mati-matian memperjuangkan agar kuriositas pembaca dapat bertahan hingga akhir cerita.
Demi kepentingan hal tersebut kemudian tersajilah jalinan cerita para tokohnya yang kompleks dan berliku, dibumbui dengan aneka informasi tetek-bengek mengenai kebudayaan maupun setting sosial kisah tersebut dilakonkan.
Berbeda dengan novel horor yang hanya menawarkan ketakutan, atau novel roman yang sekedar mengajak pembacanya untuk “mabuk” dalam kisah cinta maupun berurai air mata, sebuah novel investigatif dituntut untuk lebih “serius” dalam menyusun argumentasi, mengingat dalam setiap pembunuhan mesti ada “motif” dan “modus operandi”, dua hal yang harus diangkat si penulis sepresisi mungkin.

Minggu, 08 Agustus 2010

Dunia Bawah Tanah Jepang


Judul Buku : Tokyo Underworld: Kisah Hidup Seorang Gangster Amerika di Jepang
Penulis          : Robert Whiting
Penerjemah  : Bima Bayusena
Penerbit       : Kantera
Cetakan      : Pertama, Maret 2010  
Tebal           : 500 halaman

Kalah dalam Perang Pasifik, membuat Jepang bertekuk lutut tanpa syarat terhadap pendudukan Amerika. 
Pendudukan tersebut secara resmi berlaku sejak 2 September 1945, dengan penandatanganan dokumen pengakuan kekalahan di atas USS Missouri di Pelabuhan Yokohama. Meski demikian, dunia pasar gelap terus beroperasi, dengan dikelola oleh para bos Yakuza (mafia Jepang).
Adalah Nicola Zapetti, seorang sersan satu mariner Amerika yang menginjakkan kaki pada Agustus 1945 di negeri Sakura tersebut. Seorang Italia-Manhattan dari sebuah perkampungan Yahudi di Harlem Timur. Berasal dari keluarga dengan sebelas anak yang tumbuh di petak sempit tanpa pemanas ruangan. Ayahnya seorang tukang kayu kasar, imigran dari Calebresia, yang kesulitan untuk memberi makan semua keluarganya dan membayar sewa rumah.(hlm. 24.). 
Kondisi yang pada akhirnya mendekatkan Zapetti pada dunia kejahatan, terlebih lingkungan dan kerabatnya merupakan para bandit yang kebanyakan menganggap polisi sebagai musuh dan penjahat sebagai panutan.